5 Negara dengan Transaksi Remitansi Terbesar

Jun 18, 2020

Transaksi remitansi dari tahun ke tahun mengalami tren kenaikan secara global. Di Indonesia saja, Bank Indonesia (BI) mencatat nilai remitansi yang masuk dalam negeri atau inward remittance mencapai US$8,8 miliar dolar sepanjang 2018.

Transaksi ini tumbuh 24,7 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Karena inward remittance, maka uang yang masuk tersebut tercatat sebagai devisa negara.

Jumlah fantastis tersebut masih jauh tertinggal dari negara tetangga di kawasan
ASEAN yakni Filipina. Negara ini mencatat transaksi remitansi mencapai US$24 miliar per tahun atau hampir 3 kali lipat dari transaksi Indonesia.

Pengiriman uang yang dilakukan pekerja asing rata-rata tinggi di negara berkembang. Tak terkecuali di Indonesia. Walaupun, kini transaksi remitansi tak melulu tercatat dari inward remittance.

Outward remittance di Indonesia pun mulai banyak terutama karena banyaknya
mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di negeri seberang.

Lantas, negara apa saja yang menjadi 5 teratas dalam transaksi remitansi terbesar?
Simak berikut daftarnya berdasarkan data World Bank:

  1. India
    Tak heran negara dengan penduduk terbanyak kedua di dunia ini masuk ke dalam negara dengan transaksi remitansi terbesar. Pasalnya, warga negara India memang tersebar di seluruh penjuru dunia.

    Tak sedikit pula berhasil mengadu nasib hingga Amerika Serikat. Transaksi kirim uang ke keluarga di kampung halaman membuat transaksi remitamsi di India cukup tinggi.

    Berdasarkan Bank Dunia, per 2019 India mencatat transaksi remitansi mencapai US$83,13 miliar per tahun. Jumlah menjadi yang paling besar di antara negara lainya.
  2. Mexico
    Negara Amerika Latin ini pun tak kalah besar nilai transaksi remitansinya. Mexico tercatat memiliki banyak tenaga kerja yang mengadu nasib di Amerika Serikat.

    Berasal dari situlah transaksi remitansi Mexico yang mencapai US$38,62 miliar per tahun pada 2019. Mexico mencatat tren kenaikan transaksi dari tahun ke tahun.
  3. Filipina
    Sebagai tetangga Indonesia, Filipina menjadi juara satu di kawasan ASEAN dengan transaksi remitansi paling besar. Filipina mencatat transaksi remitansi mencapai US$35,16 miliar per tahun pada 2019.

    Tak menutup kemungkinan Filipina bisa menyusul Mexico jika memiliki pertumbuhan transaksi remitansi yang signifikan.
  4. Mesir
    Siapa sangka negara yang terkenal dengan piramidanya ini memiliki transaksi remitansi terbesar di dunia. Mesir mencatat transaksi remitansi sebesar US$26,79 miliar per tahun pada 2019.

    Grafik World Bank pun menampilkan kecenderungan tren bertumbuh untuk transaksi remitansi.
  5. Perancis
    Negara yang terkenal ‘mahal’ ini ternyata menjadi negara di Eropa dengan transaksi remitansi terbesar. Tak mengherankan jika mengingat berbagai tenaga kerja profesional Perancis ada di jajaran seluruh perusahaan elit global.

    Perancis mencatat transaksi sebesar US$26,43 miliar per tahun. Beda sangat tipis dengan Mesir.

    Indonesia sendiri walaupun mencatat tren kenaikan tapi hanya berhasil menduduki posisi ke-14 dengan nilai US$11,66 miliar.

    Globalisasi yang mendorong perkembangan teknologi pun kini semakin mempermudah transaksi kirim mengirim uang.

    Berbagai layanan remitansi dalam platform digital pun telah tersedia. Kehadiran lembaga yang termasuk Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) di Indonesia seperti penyedia pengiriman remitansi hingga dompet digital pun dinilai bakal mampu membantu percepatan inklusi keuangan.

    Sehingga, era digital ini bisa menjadi peluang untuk Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) seperti Topremit yang termasuk penyedia jasa remitansi untuk mendongkrak inklusi keuangan tanah air.