10 Negara yang Menjadi Tujuan Remitansi Terbesar di Dunia

Kenali 10 negara yang menjadi tujuan remitansi terbesar di dunia saat ini dan faktor-faktor pendorongnya di sini.

Kolase bendera dan landmark negara penerima remitansi terbesar di dunia.

Remitansi, yaitu kegiatan pengiriman uang dari satu negara ke negara lain, menjadi salah satu komponen paling penting dalam aliran modal di dunia. Menurut laporan dari Bank Dunia di tahun 2024, remitansi untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah diperkirakan mencapai USD 685 miliar, melebihi kombinasi investasi asing langsung (FDI) dan bantuan pembangunan (ODA) di banyak negara. 

Berikut rangkuman dari top 10 negara yang menerima remitansi terbesar di dunia di tahun 2024 berdasarkan perkiraan angka terbaru dari Bank Dunia. 

1. India

Prosesi pernikahan tradisional India yang menggambarkan kuatnya hubungan keluarga di negara ini.

Negara yang memiliki populasi terbesar di dunia ini memiliki diaspora terbanyak di dunia. Banyak warga negaranya yang berpindah ke negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, Timur Tengah, Kanada, hingga Australia.  

India juga termasuk negara yang memiliki banyak SDM berkualitas yang menguasai bidang IT, teknik, keuangan, dan kesehatan, sehingga wajar jika banyak yang membutuhkan kemampuan mereka. Dengan persebaran warga negara yang tinggi, budaya kirim uang ke India jadi sangat kuat, tidak heran jika jumlah arus remitansi yang masuk ke negara ini mencapai lebih dari USD 137 miliar.

2. Meksiko

Bendera Meksiko berkibar di pusat kota sebagai ilustrasi negara penerima remitansi terbesar kedua di dunia.

Meksiko adalah salah satu negara asal migrasi terbesar di dunia yang menyumbang banyak pekerja di bidang konstruksi, pertanian, dan jasa. Hal inilah yang menjadikan remitansi sebagai salah satu sumber mata uang asing terbesar selain dari pariwisata dan penjualan minyak. Jumlahnya bahkan mencapai USD 63.3 miliar.

3. Filipina

Pesisir Filipina dengan perahu tradisional sebagai ilustrasi negara dengan arus remitansi tinggi.

Pemerintah Filipina sangat mendukung warga negaranya untuk menjadi tenaga kerja di luar negeri. Tingginya dukungan pemerintah Filipina terhadap imigrasi dapat dilihat dari dibentuknya agen resmi yang mengurus kesejahteraan dan keamanan para imigran dalam komunitas resmi OFW (Overseas Filipino Worker). Hasilnya, arus remitansi ke negara ini tetap tinggi dan stabil, bahkan berkontribusi sekitar 7.3 % terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, menurut data dari Bank Dunia di tahun 2024, jumlah uang yang diterima dari remitansi di negara ini mencapai USD 40,2 miliar.

4. Prancis

Pemandangan Menara Eiffel di Paris sebagai ilustrasi Prancis dalam daftar negara penerima remitansi terbesar.

Sebagai negara maju dengan tingkat mobilitas global yang tinggi, Prancis memiliki banyak warga negara yang bekerja dan tinggal di luar negeri. Umumnya mereka adalah tenaga profesional di bidang manajemen produk mewah, teknologi penerbangan, kuliner, hingga energi dan infrastruktur yang bekerja di berbagai negara.

Arus remitansi ke Prancis juga berasal dari tabungan pekerja yang dipulangkan, pensiun lintas negara, serta kiriman pribadi dari warga Prancis di luar negeri. Menurut data dari Bank Dunia di tahun 2024, jumlah uang remitansi yang masuk ke negara ini mencapai USD 38,7 miliar. Walaupun nilainya cukup besar secara nominal, remitansi tidak memiliki dampak besar terhadap ekonomi nasional Prancis karena skala ekonominya sudah sangat kuat. Tingginya remitansi lebih mencerminkan peran Prancis dalam ekonomi global, bukan ketergantungan domestik. 

5. Pakistan

Sekelompok orang mengibarkan bendera Pakistan sebagai ilustrasi kuatnya diaspora dan remitansi ke Pakistan.

Pakistan menjadi salah satu negara penyumbang pekerja migran terbanyak di kawasan teluk (UAE, Saudi, Qatar), Inggris, dan Amerika Serikat. Berkembangnya pekerja migran dari negara ini juga didukung oleh bertambahnya tenaga kerja yang terampil dan semi-terampil. Tidak heran jika arus remitansi yang masuk ke negara ini naik. Bahkan, menurut data dari Bank Dunia, jumlah uang yang masuk ke negara ini mencapai USD 34,9 miliar.

Bagi Pakistan, remitansi sangat berguna untuk stabilitas devisa negara. Jadi, bisa dikatakan migrasi ke Timur Tengah jadi mesin utama remitansi di negara ini. 

6. China

Pemandangan Tembok Besar China sebagai ilustrasi negara penerima remitansi terbesar di Asia.

Meski China termasuk negara dengan pertumbuhan ekonomi yang maju, persebaran warga negara berpenduduk besar ini tetap tinggi karena banyak diaspora lama di Asia Tenggara, Amerika Utara, dan Australia. Mulai dari pebisnis dan profesional, hingga pekerja migran banyak menyumbang arus masuk remitansi ke negara ini untuk kirim uang ke keluarga atau berinvestasi. Tidak heran jika jumlah uang aliran remitansi ke negara ini termasuk yang terbesar hingga USD 31,4 miliar di tahun 2024.

7. Mesir

Piramida Giza di Mesir sebagai ilustrasi negara dengan kontribusi remitansi besar terhadap ekonomi nasional.

Tahukah kamu? Bagi negara Mesir, remitansi juga menjadi pilar utama untuk stabilitas ekonomi  nasional. Ada jutaan warga Mesir tersebar menjadi pekerja migran di negara Teluk (UAE, Saudi, Qatar). 

Arus remitansi yang masuk ke negara ini juga naik bukan hanya karena banyaknya pekerja migran yang mengirim uang ke negaranya, tapi juga karena didukung oleh reformasi kurs dan sistem perbankan. Banyak kiriman dari pekerja di luar negeri membantu menopang ekonomi keluarga mereka di tengah tekanan ekonomi domestik. Di tahun 2024, dengan jumlah dari remitansi hingga USD 29,5 miliar, telah menyumbang lebih dari 7% Produk Domestik Bruto (PDB) Mesir.

8. Bangladesh

Seseorang membawa bendera Bangladesh di tengah keramaian sebagai ilustrasi arus remitansi dari pekerja migran.

Banyak warga negara Bangladesh melakukan migrasi massal. Mereka yang keluar umumnya menjadi pekerja konstruksi dan tenaga kerja manual ke Timur Tengah dan ke berbagai wilayah Asia. 

Banyaknya pekerja migran menjadikan arus remitansi tinggi ke negara ini. Menurut data dari Bank Dunia, Bangladesh masuk menjadi negara penerima remitansi tertinggi dengan jumlah uang masuk sebesar USD 27,5 miliar. Bagi Bangladesh, remitansi juga menjadi sumber devisa yang sangat penting. Karena itu untuk mendukung transaksi remitansi yang resmi bahkan pemerintah negara ini memberikan insentif 2.5% dari pengiriman uang dengan syarat tertentu. 

9. Guatemala

Jalan bersejarah di Guatemala dengan bangunan warna-warni sebagai ilustrasi negara yang bergantung pada remitansi.

Guatemala adalah contoh negara kecil yang sangat bergantung pada remitansi. Sebagian besar remitansi berasal dari warga Guatemala yang bekerja di Amerika Serikat, terutama di sektor konstruksi, pertanian, dan jasa.

Bagi banyak keluarga di Guatemala, remitansi adalah sumber pendapatan utama. Uang kiriman digunakan untuk kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan, dan layanan kesehatan. Besarnya arus remitansi membuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional sangat signifikan. Bahkan, di tahun 2024 dengan jumlah uang remitansi masuk sebesar USD 21,6 miliar mampu menyumbang lebih dari 18-19% Produk Domestik Bruto (PDB) Guatemala. Karena itu, remitansi menjadi tulang punggung ekonomi rumah tangga di negara ini.

10. Nigeria

Bendera Nigeria dikibarkan dalam acara komunitas sebagai ilustrasi pentingnya remitansi bagi keluarga di Nigeria.

Nigeria adalah negara dengan populasi terbesar di Afrika dan memiliki diaspora yang sangat besar. Banyak warga Nigeria bekerja di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan negara-negara Eropa lainnya. Mereka bekerja di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, teknologi, pendidikan, hingga jasa.

Kondisi ekonomi domestik yang penuh tekanan, seperti inflasi tinggi dan nilai tukar yang lemah, membuat remitansi menjadi sangat penting bagi keluarga di Nigeria. Banyak rumah tangga bergantung pada kiriman uang dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, budaya kirim uang ke Nigeria sangat kuat dan menjadi salah satu sumber devisa utama negara ini. Di tahun 2024, jumlah uang yang mengalir masuk ke negara ini mencapai USD 21,2 miliar.

Remitansi Lebih dari Sekadar Transaksi Valas

Tampilan aplikasi Topremit untuk mengirim uang ke luar negeri dengan mudah, aman, dan transparan.

Secara statistik, India, Meksiko, China, dan Filipina memang mendominasi dari sisi jumlah total transaksi yang diterima. Namun di negara seperti Nigeria, Mesir, Bangladesh, dan Lebanon, remitansi berperan jauh lebih besar terhadap kehidupan sehari-hari masyarakatnya. 

Selama ketimpangan ekonomi global dan migrasi tenaga kerja masih ada, remitansi akan tetap menjadi denyut nadi ekonomi dunia yang berdetak bukan dari pasar ke pasar, tapi dari manusia ke manusia.

Buat kamu yang rutin kirim uang ke luar negeri untuk keluarga, pendidikan, atau kebutuhan lainnya, memilih layanan yang aman dan transparan itu penting. Dengan begitu, uang yang kamu kirim benar-benar sampai tujuan dan memberi manfaat sesuai kebutuhan transaksi kamu.

Kalau kamu sedang mencari jasa remitansi yang aman, cepat, dan mudah, Topremit bisa jadi pilihan yang tepat buat kamu. Lewat Topremit, kamu bisa kirim uang dari Indonesia ke 90+ negara dengan kurs kompetitif, biaya transfer yang murah dan transparan, serta proses yang mudah lewat aplikasi maupun website. Status transaksi juga bisa dipantau, jadi kamu bisa kirim uang dengan lebih tenang.

Penasaran berapa biaya kirim ke negara tujuanmu? Cek langsung di aplikasi Topremit, yuk!

Referensi

Read more

Apa Itu Remitansi?
Remitansi adalah sebuah proses pengiriman uang lintas negara yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Yuk, pelajari lebih di bawah ini!