Apa Bedanya Ekspatriat dan Pekerja Migran? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ekspatriat dan pekerja migran sama-sama bekerja di luar negeri, tapi punya berbagai perbedaan. Yuk pelajari lebih di sini.

Miniatur pesawat di atas peta dunia yang menggambarkan mobilitas lintas negara bagi ekspatriat dan pekerja migran.

Meskipun ekspatriat dan pekerja migran merujuk kepada para pekerja yang berasal dari luar negeri, keduanya sangat berbeda dalam hal status, tujuan kerja, penempatan, hingga persepsi sosialnya.

Yuk, kenali perbedaan ekspatriat dan pekerja migran selengkapnya di bawah ini.

Definisi Ekspatriat

Ekspatriat adalah orang yang tinggal dan bekerja di luar negara asalnya, biasanya karena ditugaskan oleh perusahaan, dan bukan untuk menetap secara permanen

Contoh ekspatriat:

Seorang engineering manager dari Jepang yang ditempatkan selama 2 tahun di pabrik otomotif di Indonesia untuk membantu implementasi sistem produksi baru.

Definisi Pekerja Migran

Berbeda dengan ekspatriat, pekerja migran adalah orang yang tinggal di luar negara asalnya untuk mencari pekerjaan ataupun alasan pribadi lainnya, biasanya dengan jangka waktu menetap yang lebih lama.

Contoh pekerja migran:

Seorang WNI (Warga Negara Indonesia) yang bekerja sebagai caregiver di Taiwan.

Perbedaan Utama Ekspatriat dan Pekerja Migran

Seorang pekerja profesional asing di lingkungan kantor internasional sebagai ilustrasi ekspatriat yang bekerja di luar negeri.

Meski sering dibedakan berdasarkan status sosial dan jenis pekerjaan, perbedaan antara ekspatriat dan pekerja migran tidak sesederhana itu. Berikut penjelasannya:

Aspek

Ekspatriat

Pekerja Migran

Definisi istilah

Diasosiasikan sebagai pekerja white-collar yang bekerja di luar negeri dalam jangka waktu tertentu. 

Diasosiasikan sebagai tenaga kerja blue-collar yang bekerja di luar negeri untuk mencari penghasilan.

Tujuan perpindahan

Sering terkait penugasan, proyek, atau posisi profesional.

Fokus utamanya bekerja dan memperoleh penghasilan.

Jalur penempatan

Melalui penempatan langsung dari perusahaan atau melalui perekrutan untuk posisi yang membutuhkan keahlian tertentu.

Melalui agen/perusahaan pemberi kerja, baik berbadan hukum/agen perseorangan atau melalui apply kerja secara mandiri ke perusahaan luar negeri. 

Niat tinggal

Sering bersifat sementara, tidak selalu berniat menetap permanen.

Bisa sementara atau lebih lama, tergantung kontrak/skema kerja.

Contoh umum

Manajer asing, konsultan, engineer, spesialis IT.

Caregiver, pekerja rumah tangga, kru kapal, pekerja pabrik, pekerja konstruksi, juga pekerja formal lain.

Apakah Ekspatriat dan Pekerja Migran Memiliki Kesamaan?

Seorang pekerja profesional asing di lingkungan kantor internasional.

Meski memiliki perbedaan, ekspatriat dan pekerja migran memiliki banyak kesamaan dari segi hukum dan fungsi ekonomi, sebagai berikut:

  1. Status Kelompok Sosial

Ekspatriat sebenarnya bisa dianggap sebagai bagian dari pekerja migran karena sama-sama bekerja di luar negara asal. Istilah pekerja migran juga mencakup seluruh kategori pekerja lintas negara tanpa memandang jenis pekerjaan atau latar belakangnya.

  1. Bekerja di Luar Negeri untuk Sementara

Inti dari tujuan ekspatriat dan pekerja migran adalah mobilitas lintas negara. Baik seorang buruh pabrik asal Indonesia di Malaysia (pekerja migran), maupun manajer keuangan asal Prancis di Jakarta (ekspatriat), keduanya sama-sama meninggalkan negara asal dalam kurun waktu tertentu.  

  1. Status Hukum sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA)

Di mata pemerintah negara tujuan kerja, tidak ada istilah "ekspatriat". Kalau di Indonesia, baik ekspatriat dan pekerja migran sama-sama disebut Tenaga Kerja Asing (TKA) yang dilindungi UU Ketenagakerjaan dan wajib membayar pajak asalkan memiliki izin resmi di bawah :

  • Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA): Dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)
  • Izin Tinggal Terbatas (ITAS): Dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi
  1. Kontribusi Ekonomi (Dua Arah)

Ekspatriat dan pekerja migran memiliki peran ganda dalam ekonomi. Di negara tujuan, mereka membayar pajak penghasilan (PPh) dan membelanjakan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari (sewa rumah, makan, transportasi). Di negara asal, mereka mengirimkan uang (remitansi) yang membantu stabilitas ekonomi keluarga dan cadangan devisa negara asal mereka.

Remitansi untuk Mendukung Kebutuhan Ekspatriat dan Pekerja Migran

Pengguna membuka aplikasi Topremit di ponsel untuk mengirim uang ke luar negeri secara online dari Indonesia.

Bagi ekspatriat dan pekerja migran yang tinggal dan bekerja jauh dari negara asalnya, keduanya memiliki 1 kebutuhan rutin yg sama, yaitu mengirim uang ke negara asal untuk kebutuhan keluarga dan pribadi mereka.

Namun proses remitansi yang panjang, rumit, dan mahal seringkali menjadi kendala, terutama di tengah penyesuaian dengan lingkungan baru. Karena itu, memilih layanan remitansi digital yang efisien dan berizin resmi selalu menjadi solusi terbaik bagi mereka. Salah satu layanan remitansi yang seringkali jadi pilihan adalah aplikasi Topremit

Aplikasi yang menyediakan pengiriman uang dari Indonesia ke 90+ negara ini mampu menawarkan kemudahan transfer yang sepenuhnya online dan cepat sampai ke penerima di luar negeri. Jadi, tidak perlu izin kerja untuk ke bank. Cukup transaksi dari HP saja, uang sudah bisa diproses cepat mulai dalam hitungan menit dengan biaya transfer yang jauh lebih murah.

Topremit juga sudah dilisensi oleh Bank Indonesia, sehingga bukan hanya pekerja asing saja, siapapun dapat menikmati pengiriman uang ke luar negeri dengan lebih aman, mudah, cepat dan murah.

Referensi

Read more

Apa Itu Remitansi?
Remitansi adalah sebuah proses pengiriman uang lintas negara yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Yuk, pelajari lebih di bawah ini!
Mengenal Ekspatriat: Definisi, Keuntungan & Tantangannya
Yuk kenali definisi ekspatriat, peran hingga keuntungan dan tantangannya saat bekerja di luar negeri.