Kenali Apa itu Mid Rate Untuk Transaksi Valas

Mid rate atau juga disebut kurs tengah adalah kurs yang diambil sebagai acuan untuk menentukan nilai kurs beli dan kurs jual dari mata uang asing

Kurs ini juga sering dikenal sebagai kurs tengah, kurs referensi, kurs acuan dan mid-market rate. Yuk, simak lebih lengkap penjelasannya di bawah ini.

Cara Menghitung Mid Rate

Secara umum, mid rate adalah nilai rata-rata antara kurs jual dan kurs beli suatu mata uang. Cara menghitungnya sederhana:

  • Kurs tengah = (Kurs jual + Kurs beli) ÷ 2

Contoh sederhananya, sebuah bank menawarkan harga beli USD (kurs beli) sebesar IDR 16,550 ke nasabah yang mau jual USD, dan bank menawarkan harga jual USD (kurs jual) sebesar IDR 16,700 untuk nasabah yang mau beli USD. Nilai mid rate adalah titik tengah dari harga jual dan harga beli itu. Maka mid rate berdasarkan informasi kurs di bank itu adalah IDR 16,625.

Jadi, mid rate adalah acuan “harga netral” di pasar antar bank internasional dan tidak bisa ditentukan sendiri oleh perusahaan keuangan. 

Lembaga Penyedia Informasi Mid Rate

Nilai mid rate tidak ditentukan oleh satu lembaga, tapi oleh pergerakan pasar global antarbank (interbank market), dimana bank besar dan penyedia likuiditas dunia (seperti HSBC, JP Morgan, Citibank) yang saling jual-beli mata uang 24 jam non-stop

Tapi, karena data pasar global itu besar dan berantakan, muncullah lembaga penyedia data kurs global yang mengumpulkan dan menghitung rata-rata tengah dari data jual/beli yang mereka pantau, seperti:

Selain media di atas, ada juga sumber informasi kurs tengah langsung dari Bank Indonesia (BI). Kurs ini punya peran penting karena menjadi acuan resmi untuk pencatatan laporan keuangan perusahaan di Indonesia. 

Perhitungannya dilakukan dengan cara yang sama, menjumlahkan kurs jual dan kurs beli, lalu dibagi dua dari data transaksi pasar valuta asing antar bank lokal yang tercatat di laman resmi BI.

Bisa jadi sejumlah lembaga keuangan dan transaksi valas juga menggunakan data dari Bank Indonesia untuk menentukan kurs mereka ditambah margin. 

Mid Rate vs. Kurs Jual vs. Kurs Beli

Ini dia perbedaan paling signifikan di antara ketiga jenis kurs di dunia keuangan: 

Jenis Kurs

Arti

Contoh Penggunaan

Biasanya Dipakai Oleh

Kurs Beli

Harga saat bank membeli valas dari kamu

Kamu tukar sisa USD ke rupiah setelah pulang dari luar negeri

Bank, Money Changer

Kurs Jual

Harga saat bank menjual valas ke kamu

Kamu beli USD di bank/money changer untuk liburan ke AS

Bank, Money Changer

Mid Rate (Kurs Tengah)

Titik tengah antara kurs jual & beli (harga pasar riil antarbank)

Digunakan oleh layanan remitansi atau sistem antarbank untuk konversi transfer lintas negara

Remitansi, platform fintech, pasar global

Perbedaan di atas juga menjadi salah satu faktor yang membuat layanan remitansi berbeda dengan money changer, yaitu karena kurs yang mereka gunakan berbeda.

Fungsi Mid Rate dalam Dunia Keuangan

Ini dia keuntungan dari adanya jenis kurs ini yang bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan keuangan baik dalam bisnis & penelitian:

  1. Paling mencerminkan nilai pasar sebenarnya

Mid rate mewakili harga wajar (fair value) suatu mata uang di pasar dunia, tanpa markup/margin.

  1. Transparan dan bisa dibandingkan secara global

Kurs tengah tidak dimonopoli oleh satu negara atau lembaga, tapi ditentukan dari data pasar antarbank internasional (interbank FX market).

  1. Berubah real-time sesuai kondisi pasar

Mid rate selalu dirilis up-to-date dengan kondisi ekonomi, suku bunga, dan supply-demand valas. Jadi, ideal untuk layanan digital remitansi yang butuh kurs real-time agar pengguna tahu nilai pasti saat transaksi.

  1. Menghindari bias & spread tidak wajar

Mid rate tidak punya nilai spread (selisih jual-beli) untuk dapat keuntungan. Jadi, lebih netral dan transparan.

  1. Digunakan secara luas untuk referensi ekonomi dunia

Faktanya mid rate dipakai oleh bank sentral (seperti BI) dan Institusi finansial global (IMF, World Bank), karena nilainya paling stabil dan mudah diaudit, kurs ini dijadikan standar global untuk laporan keuangan dan transaksi lintas negara.

Faktor yang Memengaruhi Nilai Kurs Tengah

Selain dipengaruhi oleh nilai kurs beli dan kurs jual. Jenis kurs ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi di bawah ini.

  1. Tingkat Inflasi dan Deflasi

Jika suatu negara mengalami inflasi lebih tinggi dibanding negara mitra dagangnya, daya beli mata uang negara tersebut terhadap mata uang lain cenderung menurun. Hal ini menyebabkan nilai tukar (termasuk kurs tengah) antara kedua mata uang tersebut mengalami perubahan, biasanya karena melemahnya mata uang yang tertekan inflasi. 

Sebaliknya, deflasi dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkuat posisi nilai kurs tengah mata uang.

  1. Perbedaan Suku Bunga

Suku bunga yang lebih tinggi di suatu negara dapat menarik aliran modal asing, sehingga meningkatkan permintaan terhadap mata uang negara tersebut, dan memperkuat nilai tukarnya. 

Sebaliknya, penurunan suku bunga negara cenderung menurunkan permintaan terhadap mata uang terkait, yang kemudian tercermin dalam peningkatan kurs tengah terhadap mata uang lainnya.

  1. Neraca Pembayaran

Surplus dan defisit dalam neraca pembayaran (catatan seluruh transaksi ekonomi suatu negara termasuk ekspor/impor, investasi, dan aliran modal) menunjukkan arus keluar masuk valuta asing yang lebih tinggi, jadi meningkatkan penawaran mata uang asing terhadap mata uang lokal, sehingga mempengaruhi kurs tengah antar keduanya. 

  1. Tingkat Konsumsi dan Pendapatan

Peningkatan konsumsi impor dari suatu negara dapat meningkatkan permintaan terhadap mata uang negara mitra dagang, yang berdampak pada perubahan kurs tengah. 

Faktor ini tidak hanya dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat, tetapi juga oleh preferensi konsumsi dan kondisi perdagangan global. 

Peran Kurs Tengah pada Tiap Layanan Remitansi 

Bagi kamu yang sering bertransaksi ke luar negeri, mungkin sering menemukan perbedaan nilai kurs yang muncul di layanan remitansi. Layanan tersebut sama-sama menjadikan mid rate sebagai acuan, tetapi menggunakan sumber data kurs yang berbeda (misalnya Refinitiv, Bloomberg FX Feed, atau Xe), serta memiliki margin (selisih keuntungan) yang tidak sama.

Sebagai contoh, remitansi A mungkin mengacu pada data mid rate dari Refinitiv dengan margin 0,5%, sementara remitansi B menggunakan data dari Xe dengan margin 1%. Maka, kurs yang tampil di aplikasi kedua layanan tersebut tentu akan berbeda.

Nah, kalau kamu mau kirim uang dari Indonesia ke luar negeri, dan ingin mencari layanan yang menggunakan kurs yang transparan dan kompetitif, kamu bisa gunakan Topremit. Aplikasi ini juga bisa kamu gunakan untuk kirim uang ke 90+ negara dengan biaya transfer flat, artinya berapapun jumlah nominal yang kamu kirim, biayanya tetap sama. 

Mau tahu lebih keunggulan dari Topremit? Yuk, download aplikasinya & cobain langsung!

Referensi

Read more

Apa Itu Remitansi?
Remitansi adalah sebuah proses pengiriman uang lintas negara yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Yuk, pelajari lebih di bawah ini!
Remitansi vs. Money Changer: Apa Sih Perbedaannya?
Remitansi dan money changer adalah 2 jasa transaksi valas yang memiliki fungsi berbeda. Yuk, kenali fungsi, izin, dan cara kerjanya di sini.