Biaya Impor Ayam dari Thailand: Siapkan Budget Lebih Awal!
Impor ayam dari luar negeri memang bisa menjadi solusi untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus bertambah banyak setiap harinya. Dan Thailand bisa menjadi opsi negara yang bisa kamu pilih untuk menjadi mengimpor ayam, karena negara ini termasuk produsen ayam terbesar di Asia. Tapi, sebelum melakukan eksekusi pembelian, kamu perlu tahu lebih dulu berapa biaya impor ayam di Thailand agar memiliki persiapan budget yang lebih matang.
Apa saja yang perlu kamu siapkan untuk mengimpor ayam dari Thailand? Ini dia rincian biayanya yang perlu kamu ketahui.
Biaya Ayam di Thailand
Thailand adalah negara yang memiliki perkiraan produksi ayam sebanyak 3,2 juta ton per tahunnya (dan terus meningkat) yang menjadikan negara ini menjadi negara penghasil ayam terbesar ke-2 di Asia.
Pada tahun 2025 ini, karena produksi ayam yang meningkat, harga grosir ayam pedaging di Thailand diturunkan menjadi berkisar THB 35 - 38/kg (IDR 17K-18K/kg) dari THB 40/kg sebelumnya, dan harga eceran berkisar antara THB 65 - 70/kg (IDR 31K-34K/kg). Untuk ayam kampung, harga ecerannya bisa jauh lebih tinggi, yakni berkisar THB 120- 130/kg (IDR 58K-63K/kg).
Bea Masuk
Bea masuk adalah pajak yang dikenakan pada barang impor, dan tarifnya bisa berbeda-beda tergantung jenis barang, nilai, dan perjanjian perdagangan.
Untuk bea masuk barang impor dari Thailand, kamu perlu tahu bahwa Thailand dan Indonesia memiliki hubungan kerjasama perdagangan antar negara ASEAN dan oleh karena itu bea masuk antar negara ini diatur dalam perjanjian ATIGA (ASEAN Trade in Goods Agreement) dan ditulis juga dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.010/2022, yang menyatakan bahwa produk impor unggas tidak perlu memiliki bea masuk. Namun, pastikan untuk terus up-to-date dengan informasi ini, ya.
Baca juga: Mau Impor Barang? Pelajari Dulu Custom Clearance!
PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
PPN adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi barang dan jasa yang akan dikenakan kepada konsumen akhir. Jadi, sederhananya, apabila kamu membeli barang atau pakai jasa (misalnya makan di restoran, potong rambut, atau beli ayam), ada tambahan biaya yang namanya PPN, dan tarif PPN ini bisa saja berubah tergantung aturan dari pemerintah.
Untuk Indonesia sendiri, tarif PPN di tahun ini sebesar 12%. Jadi, saat membeli ayam dari luar negeri, kamu perlu membayar tambahan sebesar 12% dari biaya pembelian ayam impor kamu
PPH (Pajak Penghasilan)
Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang dikenakan atas pendapatan seorang importir dari usahanya, termasuk pendapatannya dari kegiatan impor. Perhitungan tarif PPh untuk sebuah badan usaha adalah sebesar 22%, dan untuk individu adalah sebesar 7,5%.
Lalu, untuk pembayarannya biasanya bersamaan dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) saat barang tiba di Indonesia melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Jaminan Sosial (KPPNJS) setempat.
Biaya Pengiriman
Tidak mungkin impor barang tanpa memiliki biaya pengiriman. Karena itu kamu perlu menyiapkan biaya ekspedisi/pengiriman juga. Untuk biaya pengiriman dari Thailand ke Indonesia itu bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti berat barang, jarak tempuh, moda transportasi (udara, laut, atau darat), serta jenis layanan yang dipilih (reguler, kilat, atau ekspres).
Tapi, diatas semua itu, pastikan kamu terlebih dahulu memilih jasa pengiriman yang sudah berpengalaman dan memahami regulasi impor ayam dari Thailand agar pengiriman ayam impor kamu tidak terhambat atau bermasalah yang berujung kerugian.
Biaya Asuransi
Biaya asuransi adalah biaya yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi untuk melindungi barang impor kamu selama proses pengiriman. Besaran biaya ini bergantung pada nilai barang serta potensi risiko kerusakan atau kehilangan barang tersebut selama pengiriman. Tapi, untuk menghindari kerugian, sangat dianjurkan bagi kamu untuk menyiapkan asuransi juga atas barang impor apapun juga dari luar negeri, apalagi jika itu adalah bagian dari bisnis kamu.
Biaya Penanganan
Biaya penanganan (handling cost) mencakup biaya untuk mengelola barang impor dari gudang jasa pengiriman hingga sampai ke tujuan di Indonesia. Komponen biaya ini termasuk jasa bongkar-muat, pemindahan barang ke kendaraan pengiriman, serta pengurusan dokumen impor. Besarnya biaya penangan bervariasi tergantung pada berat, ukuran, jumlah barang, serta lokasi pengiriman.
Biaya Tambahan
Biaya tambahan ini mencakup berbagai pengeluaran yang mungkin muncul selama proses impor ayam dari Thailand, seperti biaya administrasi, pemrosesan dokumen, pengemasan ulang, keamanan, dan biaya lainnya. Jadi, sebagai importir, penting bagi kamu untuk mempertimbangkan biaya tambahan ini agar dapat menghitung total biaya impor secara lebih akurat dan menghindari pengeluaran tak terduga.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya Impor Ayam dari Thailand
Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap total keseluruhan biaya impor ayam kamu dari Thailand, yaitu seperti:
- Harga Ayam: Bisa jadi harga yang ditetapkan oleh eksportir Thailand berbeda-beda. Semakin mahal harga ayam, semakin besar pula total biaya yang harus kamu keluarkan. Karena itu penting bagi kamu untuk memilih dengan bijak eksportir yang bisa menyesuaikan budget kamu namun tetap mempertahankan kualitas ayam pesanan kamu.
- Nilai FOB (Free on Board): FOB ini adalah ibarat batasan tanggung jawab biaya pengangkutan barang yang diberikan kepada baik penjual dan pembeli. Sederhananya seperti ini, eksportir memiliki tanggung jawab biaya atas pengantaran barang sampai ke kapal kargo, tapi selepas itu, untuk biaya pengantaran barang sampai ke tempat tujuan, itu sudah menjadi tanggung jawab kamu sebagai importir. Jadi, semakin tinggi nilai FOB, semakin besar pula bea masuk yang perlu dibayarkan.
- Kurs Mata Uang: Fluktuasi nilai tukar uang bisa mempengaruhi total biaya keseluruhan yang perlu kamu bayar, jadi, perlu perhitungan yang cermat untuk proses perhitungan impor ayam kamu.
Nah, itu dia sejumlah informasi yang perlu kamu ketahui agar proses impor ayam kamu berjalan lancar. Pastikan kamu menyiapkan semua biaya diatas agar transaksi impor kamu tidak macet di tengah jalan dan jangan lupa untuk terus lakukan riset terlebih dahulu sebelum memulai pembelian, ya.
Oh iya, supaya transaksi ke luar negeri kamu makin lancar, kamu bisa banget loh pakai Topremit! Aplikasi ini bisa mengirim uang kamu cuma dalam 15 menit aja ke Thailand. Bahkan biaya transfernya murah banget, hanya IDR 75K doang! Mantap banget kan? Tapi, meskipun murah dan cepat, Topremit sudah diakui oleh Bank Indonesia, jadi uang kamu dijamin terkirim dengan aman sampai ke rekening tujuan di luar negeri. Penasaran mau cobain? Download aja langsung aplikasinya di App Store/Play Store!