Catat! Ini Faktor Penyebab Transaksi ke Luar Negeri Lama Sampai

Ketahui faktor penyebab transaksi ke luar negeri lama sampai. Simak juga tips dan cara mengatasinya di sini.

Pria mengecek jam sambil menelepon karena menunggu proses transaksi selesai.

Jangan heran kalau uang yang kamu kirim ke luar negeri butuh waktu lebih lama untuk sampai. Proses transaksi internasional memang cenderung lebih kompleks karena melibatkan banyak pihak dan aturan antarnegara.

Di artikel ini, kita bahas faktor-faktor yang bikin kirim uang ke luar negeri bisa lama, sekaligus tips supaya uang kamu bisa sampai lebih tepat waktu.

1. Jalur Transfer Internasional Lebih Panjang

Ilustrasi transfer uang ke luar negeri yang digambarkan di atas peta dunia.

Proses transfer ke luar negeri jarang ada yang langsung masuk dari bank pengirim ke bank penerima. Dalam prosesnya biasanya sering membutuhkan peran bank perantara (correspondent bank) untuk memproses transaksi sebelum uang masuk ke rekening penerima. 

Jadi, semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar kemungkinan:

  • Ada antrian proses di salah satu bank
  • Ada pengecekan tambahan di tengah proses transaksi
  • Ada perbedaan jam operasional antar bank

Ini yang bikin transaksi ke luar negeri wajar kalau butuh waktu 1–3 hari kerja, bahkan bisa lebih lama di kondisi tertentu. Karena itu, memilih layanan dengan jaringan pengiriman yang efisien dengan proses transaksi yang transparan bisa membantu uangmu sampai lebih cepat. 

2. Zona Waktu & Jam Operasional Bank yang Berbeda Antar Negara

Peta dunia dengan banyak jam yang menunjukkan perbedaan zona waktu antarnegara.

Faktor lain yang sering bikin transfer terasa lama adalah zona waktu dan jam operasional bank. Contoh sederhana, kamu buat transaksi jam 15.00 WIB. Di negara tujuan, saat itu mungkin sudah lewat jam operasional (misalnya sudah malam). Jadi, bank tujuan baru akan memproses di hari kerja berikutnya, saat mereka sudah buka.

Ditambah lagi, tiap bank ataupun layanan remitansi non-bank punya cut-off time sendiri (batas penerimaan transaksi untuk diproses dalam waktu yang disepakati). Kalau transaksi kamu lewat dari jam itu, otomatis prosesnya digeser ke hari kerja selanjutnya. 

Jadi, pastikan agar kamu memperhatikan waktu transaksi agar tidak lewat dari cut-off time.

3. Hari Libur di Negara Pengirim dan Negara Tujuan

Kalender yang diperbesar dengan kaca pembesar untuk menggambarkan tanggal tertentu.

Transfer lintas negara bisa ikut terhambat kalau salah satu negara yang terlibat dalam transaksi sedang melewati hari libur nasional. Pada hari-hari tersebut, bank bisa tidak beroperasi, sehingga transaksi yang kamu kirim akan mengantre sampai bank buka lagi. 

Jadi, saat kamu kirim uang ke luar negeri, pastikan bank di negara tujuan transaksi kamu tidak dalam hari libur, ya. 

Baca juga: Cara Transfer Uang ke Luar Negeri di Hari Libur Saat Bank Tutup

4. Pemeriksaan Kepatuhan & Regulasi (KYC/AML)

Ilustrasi pemeriksaan compliance untuk transaksi internasional dan kepatuhan regulasi.

Untuk mencegah pencucian uang dan pendanaan aktivitas ilegal, hampir semua negara menerapkan pemeriksaan kepatuhan yang ketat untuk transaksi lintas negara. Bank dan penyedia layanan bisa melakukan hal-hal berikut:

  • Meminta informasi tambahan (tujuan transaksi, hubungan dengan penerima, dsb.)
  • Meminta dokumen pendukung (invoice, kontrak, bukti pembayaran, dll.)
  • Menahan sementara transaksi yang dianggap tidak biasa atau berisiko tinggi

Kalau data dan dokumen ini belum lengkap, transaksi bisa:

  • Tertahan di proses review
  • Diminta klarifikasi tambahan ke pengirim
  • Bahkan uang akan dikembalikan jika tidak memenuhi ketentuan

Semua proses ini tentunya akan menambah durasi beberapa jam sampai beberapa hari kerja, tergantung seberapa cepat kamu merespons. 

Jadi, kalau pihak layanan remitansi kamu meminta sejumlah dokumen untuk klarifikasi transaksi yang kamu buat, segera tindaklanjuti agar tidak mengulur waktu.

5. Data Penerima Tidak Akurat atau Tidak Lengkap

Ilustrasi transaksi ditolak karena data penerima transaksi tidak sesuai

Satu hal kecil seperti salah tulis nama, nomor rekening, atau SWIFT code bisa berujung pada transaksi tertahan untuk dicek ulang, transaksi ditolak oleh bank penerima, hingga uang dikembalikan (refund) dengan potensi potongan biaya

Menurut banyak penyedia layanan, kesalahan data penerima adalah salah satu penyebab paling umum transaksi tertunda atau gagal. 

Karena itu, sebelum kirim, pastikan:

  • Nama penerima persis seperti yang terdaftar di rekening
  • Nomor rekening / IBAN benar
  • SWIFT/BIC dan nama bank tujuan sesuai
  • Alamat penerima (jika diminta) diisi dengan lengkap

6. Limit & Aturan Khusus dari Bank atau Negara Tujuan

Perempuan terlihat bingung saat memeriksa kartu dan HP untuk transaksi online.

Setiap negara dan bank bisa punya batasan dan aturan sendiri soal transfer internasional, misalnya seperti: 

  • Limit maksimal kirim uang per hari/bulan
  • Untuk nominal melebihi limit transfer wajib disertai dokumen tambahan
  • Aturan yang berbeda untuk transaksi bisnis dan pribadi

Kalau transaksi kamu melewati aturan ini, bank atau penyedia layanan bisa menahan sementara transaksi untuk pemeriksaan manual, yang bisa memakan waktu. 

Agar pengiriman kamu tidak terhambat, sejumlah layanan menyediakan transparansi informasi terkait limit transaksi per negara tujuan yang mereka sediakan, jadi kamu bisa menemukan informasi tersebut di layanan yang kamu pilih. 

Salah satu layanan yang transparan dalam menginformasikan hal ini adalah Topremit. Kamu bisa menemukan jawabannya dari FAQ layanan maupun menghubungi langsung CS Topremit melalui Live Chat/WhatsApp yang tertera di aplikasi.   

7. Jenis Layanan yang Kamu Pilih

Dua pengguna membandingkan transaksi digital dari HP masing-masing.

Kecepatan juga sangat dipengaruhi oleh jenis layanan yang kamu pilih. Ada layanan yang bisa mengirim uang kamu secara instan atau lebih cepat, ada juga yang mampu mengirim uang kamu dengan estimasi waktu kerja 1–5 hari kerja. Nah, beda lagi kalau kamu mengirim uang melalui SWIFT. Jaringan ini sering melibatkan beberapa bank perantara sehingga proses bisa lebih panjang. 

Jadi, memilih layanan yang tepat sesuai kebutuhan transaksi kamu adalah cara terbaik untuk menghindari transaksi lama. Salah satu layanan kirim uang ke luar negeri yang bisa kamu andalkan adalah Topremit.

Aplikasi ini menyediakan proses pengiriman uang ke luar negeri yang sangat cepat dengan biaya transfer jauh lebih murah & flat. Bukan hanya itu, proses transaksinya juga termasuk praktis, cukup dengan beberapa klik aja dari HP kamu. Bahkan, dengan Topremit, data penerima transaksi yang pernah kamu buat akan tetap tersimpan di aplikasi, jadi bisa kamu gunakan untuk transaksi lagi ke penerima yang sama tanpa perlu mengisi ulang data. 

Praktis kan? Makanya, yuk download Topremit sekarang!

Referensi:

Read more

Kenapa Transfer Uang ke Luar Negeri Gagal? Ini Penyebab & Solusinya
Transfer uang ke luar negeri gagal? Kenali penyebabnya, cara mengatasi, dan tips agar transaksi kamu lancar kedepannya.
Transfer ke Luar Negeri Mahal? Ini Alasan & Solusi yang Lebih Hemat
Kenapa biaya transfer ke luar negeri mahal? Yuk, cari tahu 5 penyebab utamanya dan cara menghemat biayanya di sini.
Apa Itu Remitansi?
Remitansi adalah sebuah proses pengiriman uang lintas negara yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Yuk, pelajari lebih di bawah ini!