Ini yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Kirim Uang ke UEA
Ketahui syarat dan berbagai tips penting sebelum kirim uang ke UEA (Uni Emirat Arab) agar transaksi kamu lebih aman, cepat, dan lancar.
Untuk kirim uang ke Uni Emirat Arab (UEA) sebenarnya kamu cukup mengisi data transaksi yang benar dan memastikan limit transaksi tidak lebih dari yang dibatasi oleh layanan remitansi.
Yuk, bahas tuntas apa aja yang perlu disiapkan biar transfer ke Uni Emirat Arab (UEA) kamu lancar, cepat, dan aman.
Persiapan Umum untuk Kirim Uang ke UAE
Untuk kirim uang ke Uni Emirat Arab, kamu perlu menyiapkan data di bawah ini:
- KTP atau Paspor → untuk verifikasi identitas pengirim
- NPWP → biasanya diminta jika kirim uang dalam nominal besar (di atas IDR 100 juta)
- Bukti sumber dana (opsional) → seperti slip gaji atau rekening koran
- Data penerima:
- Nama lengkap sesuai rekening
- Nomor rekening bank
- Kode SWIFT → dibutuhkan saat kamu menggunakan layanan SWIFT untuk transaksi internasional. Kamu bisa cek kode SWIFT penerima sudah valid atau tidak di fitur cek kode SWIFT/BIC Topremit.
Limit Maksimal untuk Kirim Uang ke UEA

Layanan remitansi wajib menerapkan aturan AML (Anti-Money Laundering) dan KYC (Know Your Customer) demi menjaga keamanan transaksi pengguna dan reputasi layanan mereka. Jadi, meski tidak ada limit maksimal transfer resmi dari pemerintah UEA terkait jumlah uang yang boleh dikirim ke negara ini, bukan
Nah, sebagai bagian dari kepatuhan dan keamanan transaksi itu, masing-masing penyedia remitansi biasanya menetapkan limit transaksi mereka sendiri. Limit ini bisa berbeda-beda, tergantung pada kebijakan internal layanan juga. Berikut contoh limit maksimal transaksi ke UAE dari sejumlah layanan remitansi yang tersedia di Indonesia:
Tujuan dari Menetapkan Limit Transaksi

Limit maksimal transaksi ini juga dibutuhkan karena:
- Adanya regulasi Anti Pencucian Uang (APU-PPT)
Ini menjadi syarat wajib dari Bank Indonesia dan FATF untuk setiap jasa pengiriman uang agar mengurangi kasus pencucian uang hingga pendanaan teroris. Pengiriman dana besar harus bisa dilacak sumber dan tujuannya.
- Untuk mencegah penyalahgunaan sistem transfer uang
Tanpa batas, seseorang bisa memindahkan dana dalam jumlah besar untuk penggelapan pajak/pendanaan ilegal.
- Dapat mempermudah verifikasi transaksi dari pihak penyedia layanan
Adanya limit maksimal transaksi membuat penyedia layanan remitansi bisa menyaring transaksi dengan efisien. Bila melebihi batas, pengguna harus menyediakan dokumen pendukung agar transaksi bisa diterima.
- Untuk mengikuti prosedur dari mitra koresponden
Jaringan SWIFT dan partner bank di luar negeri kadang punya limit transfer harian.
- Menjadi salah satu proteksi untuk pengguna
Tujuan lain dari adanya limit transaksi adalah untuk melindungi pengguna dari salah transfer dalam jumlah besar, terutama bagi kamu yang menggunakan layanan remitansi yang menyediakan penyimpanan saldo (seperti Bank atau e-wallet). Kalau limit transaksi tidak dibatasi, kerugiannya bisa lebih besar.
Hindari Gagal Transfer ke UEA dengan Tips Ini

Kirim uang ke Uni Emirat Arab itu aman dan tidak sulit, asal kamu tahu cara memastikan layanan remitansi yang kamu pilih aman.
Setelah memilih layanan, kamu perlu memastikan beberapa hal ini:
- Pastikan detail penerima sudah sesuai (termasuk nomor rekening, nama penerima sesuai dengan yang terdaftar di bank, alamat penerima, nomor telepon, kode cabang bank, dan lainnya).
- Pastikan mengirim dalam jumlah yang tidak melebihi limit transaksi.
- Apabila transfer melalui SWIFT, pastikan untuk mengecek kembali kode SWIFT bank tujuan.
Mungkin, bagi sebagian orang menyiapkan detail informasi seperti ini bisa ribet. Oleh karena itu, untuk mendukung transaksi ke luar negeri lebih efisien, terutama bagi mereka yang rutin bertransaksi, layanan Topremit bisa jadi opsi terbaik untuk kamu .
Topremit memiliki fitur ‘Buat ulang transaksi' untuk memudahkan transaksi rutin ke penerima yang sama. Jadi, kamu hanya perlu memastikan apabila ada informasi yang perlu di-update.
Jadi, kalau kamu mau kirim uang ke UEA yang aman dan cepat, Topremit bisa jadi solusi yang kamu andalkan.
Referensi
- Prinsip Mengenal Nasabah dan Anti Pencucian Uang | OJK
- Daftar Lembaga Berizin | Bank Indonesia
- Cek! Ini Kriteria Layanan Remitansi yang Aman | Topremit
- Kenapa Perlu Ada Limit Transfer? | ATM Bersama
Read more







