Kenali 11 Incoterms Terbaru dan Panduan Penggunaannya dalam Bisnis Internasional

Bingung memilih Incoterms? Pelajari 11 jenis Incoterms, fungsi, dan tips menentukan aturan ekspor-impor yang sesuai untuk bisnis kamu.

Kenali 11 Incoterms Terbaru dan Panduan Penggunaannya dalam Bisnis Internasional

Incoterms (International Commercial Terms) adalah standar internasional yang diterbitkan oleh International Chamber of Commerce (ICC) untuk mengatur pembagian tanggung jawab antara penjual dan pembeli dalam transaksi ekspor–impor. Aturan ini mencakup proses pengiriman barang, perpindahan risiko, hingga pengurusan biaya logistik dan bea cukai lintas negara.

Dengan memahami Incoterms, baik importir dan eksportir dapat menghindari biaya tak terduga dan kesalahpahaman yang sering muncul dalam perdagangan lintas negara. Yuk, pelajari penjelasannya lebih lanjut di bawah ini.

11 Jenis Incoterms yang Perlu Kamu Tahu

Incoterms terbagi atas 11 jenis yang dikategorikan berdasarkan jenis moda transportasi. Masing-masing Incoterm tersebut memiliki peran berbeda dalam menentukan siapa yang menanggung biaya, risiko, dan proses pengiriman barang. 

Tapi, sebelum kita membahas lebih lanjut tentang berbagai jenisnya, kamu perlu mengetahui bahwa Incoterms bukan mendefinisikan tanggung jawab biaya antara penjual dan pembeli. Pada akhirnya, pembeli tetap menanggung keseluruhan biaya transaksi, sementara penjual hanya membantu menalangi di awal bagian biaya sesuai kesepakatan Incoterms.

Berikut 11 jenis Incoterm dan penjelasannya di bawah ini.

Incoterms untuk Semua Moda Transportasi

EXW (Ex Works)

EXW adalah Incoterm dengan tanggung jawab paling ringan di pihak penjual. Penjual hanya wajib menyediakan barang di lokasi yang disepakati, biasanya di gudang atau pabrik penjual. Setelah barang siap diambil, seluruh biaya pengiriman, pengurusan dokumen, dan risiko kerusakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembeli.

EXW sebenarnya kurang disarankan untuk importir pemula. Karena importir harus mengurus hampir seluruh proses transaksi logistik dan dokumentasi sejak barang masih di gudang penjual. Hal ini bisa berisiko menambah biaya tak terduga karena pembeli mungkin belum terbiasa dengan regulasi transaksi lintas negara dan aturan kepabeanan.

FCA (Free Carrier)

Pada FCA, penjual bertanggung jawab menyerahkan barang kepada pihak logistik (carrier) yang ditunjuk pembeli. Sejak barang diterima oleh carrier tersebut, risiko kerusakan atau kehilangan barang sepenuhnya berpindah ke pembeli, meskipun barang masih dalam proses pengiriman. Incoterm ini sering dianggap lebih seimbang karena penjual tetap membantu proses awal, sementara pembeli masih memiliki kontrol atas pengiriman utama.

CPT (Carriage Paid To)

CPT berarti penjual menanggung biaya pengiriman hingga ke negara tujuan sesuai kesepakatan. Namun, begitu barang diserahkan ke carrier pertama, risiko kerusakan atau kehilangan langsung berpindah ke pembeli. Jadi, walaupun biaya kirim ditanggung penjual sampai tujuan, pembeli tetap perlu memperhatikan perlindungan risiko selama pengiriman.

CIP (Carriage and Insurance Paid To)

CIP bekerja seperti CPT, tetapi dengan tambahan kewajiban asuransi di pihak penjual. Artinya, jika terjadi kerusakan atau kehilangan di tengah pengiriman, barang tetap memiliki perlindungan sejak awal. Inilah alasan kenapa CIP sering dipakai untuk pengiriman barang bernilai tinggi atau yang risikonya tidak bisa diremehkan.

DAP (Delivered At Place)

Dalam DAP, penjual mengirim barang sampai ke lokasi tujuan akhir. Meski demikian, pembeli tetap bertanggung jawab atas bea masuk dan pajak impor. Skema ini sering dipilih karena relatif praktis tanpa membebankan seluruh proses ke penjual.

DPU (Delivered at Place Unloaded)

Pada DPU, penjual tidak hanya mengirim barang sampai ke lokasi tujuan, tetapi juga memastikan barang sudah diturunkan dari alat angkut. Artinya, pembeli menerima barang dalam kondisi sudah siap dicek, bukan masih di atas truk atau kontainer. Risiko baru berpindah setelah proses bongkar selesai, sehingga Incoterm ini memberi kejelasan soal kondisi barang saat benar-benar diterima, bukan sekadar laporan “sampai di lokasi”.

DDP (Delivered Duty Paid)

DDP adalah Incoterm dengan tanggung jawab paling besar di pihak penjual. Mulai dari pengiriman internasional, pengurusan bea masuk, pajak, hingga barang tiba di tangan pembeli, semuanya diurus penjual. Dari sisi pembeli, skema ini tampaknya paling praktis. Tapi, bagi penjual, DDP akan disetujui jika penjual sudah sepenuhnya memahami regulasi dan biaya impor di negara tujuan, karena kesalahan kecil bisa berujung pada adanya biaya tambahan.

Incoterms untuk Transportasi Laut

FAS (Free Alongside Ship)

Dalam FAS, tugas penjual berakhir saat barang sudah ditempatkan di sisi kapal di pelabuhan muat. Setelah itu, pembeli mengambil alih seluruh risiko dan proses berikutnya. Incoterm ini umum digunakan untuk pengiriman kargo besar atau komoditas curah (jenis barang dagangan yang diangkut dalam jumlah besar tanpa kemasan satuan), di mana barang memang dipersiapkan langsung untuk dimuat ke kapal laut.

FOB (Free On Board)

FOB berarti penjual bertanggung jawab sampai barang benar-benar naik ke atas kapal. Begitu barang berada di kapal, risiko langsung berpindah ke pembeli. Karena itu, meskipun terlihat sederhana, pembeli tetap perlu siap mengelola risiko selama perjalanan laut, termasuk potensi kerusakan atau keterlambatan pengiriman.

CFR (Cost and Freight)

Pada CFR, penjual membayar biaya angkut laut hingga pelabuhan tujuan. Namun, meskipun ongkir ditanggung penjual, risiko barang sebenarnya sudah berpindah ke pembeli sejak barang dimuat ke kapal. Inilah alasan mengapa pembeli dalam skema CFR tetap perlu memikirkan perlindungan tambahan terhadap risiko selama perjalanan.

CIF (Cost, Insurance, and Freight)

CIF bekerja seperti CFR, tetapi dengan tambahan kewajiban asuransi di pihak penjual. Asuransi ini memberi perlindungan dasar bagi pembeli selama pengiriman laut. Karena itu, CIF sering dipilih dalam perdagangan internasional karena dianggap lebih aman, meskipun pembeli tetap perlu memahami batas cakupan asuransi yang diberikan.

Alasan Kenapa Incoterms Penting

Dalam transaksi lintas negara, Incoterms berperan sebagai panduan dan bentuk kesepakatan antara penjual dan pembeli agar tidak ada asumsi sepihak selama proses pengiriman internasional. Yuk, lihat berbagai peran penting Incoterm di bawah ini.

Menentukan Titik Perpindahan Risiko Secara Jelas

Dengan Incoterms, penjual dan pembeli tahu persis kapan risiko kerusakan atau kehilangan barang berpindah tangan.

Membantu Perhitungan Biaya Lebih Akurat

Incoterms membantu pelaku usaha memperkirakan biaya logistik, pajak, dan asuransi sejak awal transaksi. 

Mengurangi Potensi Sengketa Dagang

Kesepakatan Incoterms yang jelas membuat kedua pihak punya acuan yang sama jika terjadi masalah di tengah pengiriman.

Menjadi Informasi Pendukung dalam Dokumen Transaksi Impor-Ekspor

Incoterm adalah salah satu informasi yang perlu dicantumkan dalam berbagai jenis dokumen impor dan ekspor, contohnya seperti dalam commercial invoice, purchase order (PO), dan packing list.

Incoterms bukan sekadar istilah dalam kontrak ekspor–impor, tapi menjadi fondasi pembagian tanggung jawab antara penjual dan pembeli. Kesalahan memilih atau salah memahami Incoterms bisa berdampak langsung pada biaya tak terduga, keterlambatan pengiriman, hingga sengketa pembayaran. Jadi dengan memahami Incoterms sejak awal, pelaku bisnis bisa menyusun strategi logistik, asuransi, dan pembayaran lintas negara dengan lebih rapi.

Cara Memilih Incoterms yang Tepat 

Memilih Incoterms bukan sekadar membahas biaya alur logistik. Keputusan ini akan berpengaruh langsung ke alur kerja transaksi bisnis, mulai dari siapa yang harus mengurus pengiriman, kapan risiko berpindah, sampai bagaimana dan kapan pembayaran lintas negara dilakukan. Karena itu, Incoterms sebaiknya dipilih bukan hanya berdasarkan apa yang umum dipakai, tapi pilih yang paling sesuai untuk kondisi bisnis kamu. Yuk, lihat tips memilihnya di bawah ini.

1. Sesuaikan dengan Pengalaman

Pemilihan Incoterms sebaiknya dimulai dari melihat pihak mana yang lebih memahami proses logistik, kepabeanan, dan pengiriman internasional. Jika salah satu pihak (pembeli/penjual) masih baru, Incoterms dengan tanggung jawab besar ke salah satu pihak seperti EXW (Ex Works) dan DDP (Delivered Duty Paid) justru bisa berisiko tinggi.

Kalau untuk importir pemula, Incoterms dengan pembagian tanggung jawab yang lebih jelas dan tidak semua dibebankan ke importir biasanya pilihan yang lebih aman. Contohnya seperti CIF (Cost, Insurance, and Freight) di mana penjual menanggung biaya angkut dan asuransi hingga pelabuhan tujuan, sehingga pembeli tidak perlu mengurus seluruh proses pengiriman utama sendiri.  

2. Pahami Kapan Risiko Logistik Berpindah

Banyak pelaku usaha fokus pada biaya pengiriman, tapi lupa satu hal penting, yaitu penentuan kapan risiko pengiriman barang berpindah dari penjual ke pembeli

Begitu risiko berpindah, kerusakan atau kehilangan barang bukan lagi tanggung jawab penjual. Karena itu, memahami titik perpindahan risiko sangat penting agar tidak muncul biaya tak terduga atau konflik saat terjadi kendala pengiriman.

3. Pastikan Incoterms Sesuai dengan Moda Transportasi

Tidak semua Incoterms bisa digunakan untuk semua jenis pengiriman. Incoterms seperti FOB (Free On Board), CFR (Cost and Freight), dan CIF (Cost, Insurance, and Freight) hanya berlaku untuk pengiriman laut atau perairan pedalaman, sedangkan Incoterms lainnya bisa digunakan untuk semua moda transportasi.

Kesalahan memilih Incoterms yang tidak sesuai moda bisa menimbulkan kebingungan operasional hingga risiko hukum.

4. Perhatikan Negara Tujuan dan Aturan Impornya

Setiap negara memiliki regulasi impor dan kepabeanan yang berbeda. Jika penjual tidak memahami aturan impor di negara tujuan, lebih baik tidak memilih Incoterms dengan tanggung jawab penuh ke pihak penjual karena akan berpotensi menimbulkan beban administratif dan biaya tambahan tak terduga yang harus ditanggung pembeli. 

Dalam banyak kasus perdagangan lintas negara, Incoterms dengan pembagian tanggung jawab yang lebih seimbang akan membantu meminimalkan risiko ini.

Dalam banyak kasus perdagangan lintas negara, Incoterms dengan pembagian tanggung jawab yang lebih seimbang akan membantu meminimalkan risiko ini.

5. Selaraskan dengan Strategi Bisnis dan Negosiasi

Pemilihan Incoterms juga memengaruhi daya tarik penawaran dalam jual-beli antarnegara. Memilih Incoterms yang lebih sederhana bagi penjual akan mampu membantu untuk menekan harga beli, sementara Incoterms dengan layanan lebih lengkap dapat meningkatkan kenyamanan bagi pembeli.

Dengan memilih Incoterms yang tepat, pelaku usaha bisa menyesuaikan strategi penjualan tanpa mengorbankan kontrol dan keamanan transaksi.

Perubahan Penting pada Incoterms 2020

Incoterms 2020 hadir untuk menjawab kebingungan dan risiko yang sering muncul dalam perdagangan internasional. Salah satu perubahan yang paling terasa adalah penggantian istilah DAT (Delivered at Terminal) menjadi DPU (Delivered at Place Unloaded), agar penyerahan barang tidak lagi terbatas di terminal tertentu dan bisa menyesuaikan kondisi nyata di lokasi tujuan.

Selain itu, standar asuransi pada CIP (Carriage and Insurance Paid To) juga ditingkatkan karena nilai dan risiko pengiriman barang lintas negara semakin besar. Sementara pada FCA (Free Carrier), aturannya diperjelas agar lebih cocok dengan praktik pembayaran menggunakan Letter of Credit, salah satu dari 2 metode pembayaran yang masih banyak digunakan dalam perdagangan internasional.

Semua penyesuaian ini dibuat agar Incoterms tetap relevan, lebih praktis, dan mampu melindungi kepentingan pelaku usaha di tengah pergerakan perdagangan internasional yang terus berubah.

Tips Menjaga Transaksi dalam Incoterm Tetap Lancar 

Selain memilih Incoterm yang tepat, memilih metode pembayaran lintas negara juga berperan penting dalam kelancaran transaksi internasional kamu. Dengan memilih layanan remitansi yang tepat akan membantu kamu memastikan uang sampai sesuai jadwal, biaya tetap transparan, dan proses pembayaran mudah dilacak.

Contohnya seperti Topremit yang dapat menjadi pendukung transaksi bisnis internasional kamu dengan prosesnya yang efisien dan biaya transparan, sehingga setiap pelaku usaha bisa lebih fokus mengembangkan bisnis, tanpa harus khawatir pada urusan pembayaran antarnegara.

Referensi

Read more

Apa itu Importir? Pengertian, Contoh Dan Peraturannya
Temukan beragam informasi seputar transaksi internasional, hingga update dan promo terbaru Topremit di sini
Tips Memulai Bisnis Impor Untuk Pemula ala Topremit
Mau memulai bisnis impor? Yuk, pelajari tips memilih produk, supplier, pengiriman, hingga alur regulasi impor dengan mudah di sini.
Jangan Terlewat! Ini Detail Biaya untuk Impor yang Perlu Kamu Ketahui
Ketahui komponen biaya untuk impor dan cara menghitungnya agar kamu bisa menyiapkan modal usaha dan margin keuntungan dengan tepat.