Mengenal Apa Itu Kurs, Jenis, Serta Faktor - Faktor Yang Memengaruhi
Cari tahu apa itu kurs, jenis-jenisnya, dan faktor yang membuat nilai tukarnya berubah dalam transaksi internasional.
Kamu mungkin sudah tidak- asing dengan istilah kurs. Kurs adalah salah satu faktor penting dalam transaksi internasional. Kurs merujuk pada nilai tukar mata uang sebuah negara dengan mata uang negara lain. Nah, khusus transaksi valas, ada 3 jenis kurs yang paling umum digunakan. Di bawah ini kita akan membahas lebih jauh apa saja jenis-jenis kurs tersebut.
Jenis - Jenis Kurs Berdasarkan Fungsinya
Kurs Beli
Kurs beli adalah jenis kurs yang umum digunakan oleh bank, pedagang valas, atau money changer saat membeli mata uang asing. Jenis kurs ini juga dapat dikatakan sebagai harga pembelian mata uang negara lain dengan menggunakan mata uang lokal. Nilai kurs beli sendiri ditentukan oleh bank dan pedagang valuta asing. Jadi nilainya bisa berbeda-beda.
Kurs Jual
Kurs jual adalah kurs yang digunakan untuk menjual mata uang asing dari pihak bank, remitansi, dan money changer. Kurs jual biasanya digunakan saat kamu ingin membeli mata uang asing. Nilai kurs jual ditentukan oleh pihak bank dan pedagang valas, itulah sebabnya nilai kurs jual dapat berbeda-beda dan biasanya cenderung lebih tinggi dari kurs beli karena adanya margin keuntungan.
Kurs Tengah
Kurs tengah adalah nilai tukar mata uang yang berada di antara kurs beli dan jual. Kurs jenis ini hanya berfungsi sebagai patokan untuk menentukan kurs jual dan kurs beli. Berbeda dengan kurs jual dan kurs beli, nominal dari kurs tengah sudah ditentukan, misalnya di Indonesia sendiri kurs tengah ditentukan oleh Bank Indonesia.
Tabel Perbedaan Berbagai Jenis Kurs
Faktor yang Dapat Memengaruhi Nilai Kurs

Nilai kurs selalu mengalami perubahan di setiap waktu. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya sebagai berikut:
- Permintaan dan Penawaran Mata Uang
Nilai tukar suatu mata uang menunjukkan seberapa besar keinginan orang untuk membeli (permintaan) atau menjual (penawaran) mata uang tersebut dibandingkan dengan mata uang lainnya.
Kalau kurs naik, artinya banyak orang atau perusahaan ingin membeli mata uang tersebut, misalnya untuk berinvestasi atau membeli barang dari negara itu.
Kalau kurs turun, artinya permintaan untuk mata uang itu tidak banyak, malah yang tinggi adalah penawarannya agar orang-orang membeli dalam mata uang negara tersebut.
- Aktivitas neraca pembayaran
Neraca perdagangan pada dasarnya mencatat aliran masuk dan keluar uang dari aktivitas perdagangan internasional. Ketika nilai ekspor suatu negara lebih besar daripada impornya (surplus perdagangan) menunjukkan potensi lebih banyak mata uang asing yang ditukar menjadi mata uang lokal, jadi permintaan terhadap mata uang lokal meningkat, sehingga kurs cenderung naik.
Sebaliknya, kalau aktivitas impor lebih besar daripada ekspor (defisit perdagangan), artinya menimbulkan lebih banyak mata uang lokal ditukar untuk membeli barang atau jasa dari luar negeri, akhirnya penawaran mata uang lokal di pasar jadi tinggi dan menyebabkan nilai tukarnya melemah, kurs pun ikut turun.
- Kebijakan pemerintah
Adanya kebijakan pemerintah seperti pembatasan aliran dana hingga barang impor dapat menyebabkan penurunan nilai kurs dikarenakan permintaan mata uang asing yang juga ikut menurun. Biasanya hal ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan produk dari luar dan dengan harapan bisa memperkuat atau mempertahankan nilai mata uang lokal.
- Perbedaan suku bunga
Suku bunga menentukan seberapa mahal pinjaman atau seberapa besar keuntungan dari nasabah yang menyimpan uang di bank lokal. Bank sentral suatu negara, seperti Bank Indonesia atau The Fed di AS biasanya sudah menetapkan nilai suku bunga.
Kalau suku bunga tinggi, akan membuat investor asing tertarik menabung di bank lokal negara tersebut jadi permintaan mata uang lokal meningkat dan kurs jadi ikut naik. Kalau suku bunga rendah cenderung kurang disukai investor asing karena akan memengaruhi keuntungan mereka dari menabung di bank lokal, dan mata uang lokal jadi kurang diminati.
- Inflasi
Tingkat inflasi juga memengaruhi kurs. Kalau inflasi rendah, biasanya membawa nilai kurs mata uang meningkat, karena daya beli mata uang tersebut lebih stabil dan produk negara tersebut lebih kompetitif di pasar global. Sedangkan jika inflasi tinggi, daya beli mata uang dalam negeri akan melemah dan kurang menarik di pasar internasional, sehingga kurs cenderung turun.
- Ekspektasi
Perkiraan nilai tukar di masa yang akan datang seperti kabar terjadinya inflasi di suatu negara juga dapat memengaruhi kuat lemahnya kurs valuta suatu negara.
Penggunaan Kurs dalam Remitansi

Bagi kamu yang sering mengirim uang ke luar negeri atau menerima uang dari luar, kamu pasti menyadari bagaimana arus kurs memainkan peran yang sangat penting dalam transaksi internasional. Nilai kurs menentukan berapa rupiah yang harus kamu bayarkan dan berapa jumlah mata uang asing yang akan diterima penerima di negara tujuan. Karena kurs berubah setiap saat, penting untuk memilih layanan remitansi yang transparan, cepat, dan menawarkan nilai tukar kompetitif.
Contohnya seperti layanan Topremit yang memiliki kurs kompetitif dan biaya transfer yang flat. Jadi, kamu bisa hemat lebih banyak ketika ingin kirim uang ke luar negeri.
Referensi
- Mengenal Apa Itu Kurs Beli dan Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi | Topremit
- Kenali Apa itu Mid Rate Untuk Transaksi Valas | Topremit
- Pengaruh Kurs Terhadap Kegiatan Ekspor-Impor | SIP Law Firm
- Pengaruh Arus Modal Asing terhadap Rupiah | Maybank Sekuritas Indonesia
- Yuk, Pahami Penyebab Nilai Tukar Mata Uang Sering Berubah! | Dupoin
Read more





