Kenali SWIFT Code/BIC dan IBAN Buat Kirim Uang ke Luar Negeri!

Kalau kamu pernah transfer uang ke luar negeri, pasti pernah diminta untuk memasukkan SWIFT Code/BIC atau IBAN. Yap, kode-kode tersebut penting dimasukkan karena berguna untuk mengidentifikasikan kebenaran rekening bank penerima. Tapi, kedua kode ini memiliki fungsi, arti, dan waktu penggunaan yang berbeda. 

Yuk, bahas satu per satu biar gak salah isi dan transaksi kamu bisa sampai dengan aman dan cepat.

SWIFT Code/ BIC

Definisi

SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) Code yang disebut juga BIC (Business Identifier Code)  adalah kode unik yang dipakai untuk mengidentifikasi bank di seluruh dunia saat melakukan transaksi internasional via jaringan SWIFT. 

Istilah SWIFT Code lebih umum dipakai di luar dunia perbankan, sedangkan BIC digunakan di dokumen resmi internasional. SWFT Code/ BIC adalah kode pengenal bank yang terdiri dari 8-11 karakter angka. Kode ini digunakan untuk memastikan bahwa uang yang dikirimkan dalam transaksi internasional mencapai tujuannya dengan tepat.

Kode ini diterbitkan dan dikelola oleh lembaga SWIFT yang berbasis di Belgia dan digunakan oleh lebih dari 11.000 institusi keuangan di 200+ negara.

Bentuk & Struktur Kode

SWIFT Code/BIC terdiri dari 8 hingga 11 karakter, dengan format:

Penjelasannya:

  • AAAA → Kode Bank (4 huruf pertama)
  • BB → Kode Negara (2 huruf)
  • CC → Kode Lokasi (2 huruf/angka)
  • DDD → Kode Cabang (opsional)

Contoh: 

  • CENAIDJA -> Kode Bank BCA di kantor pusat di Jakarta (Tidak memerlukan kode cabang karena merupakan kantor pusat)
  • BMRIIDJA853 -> Kode Bank Mandiri di kota Medan (Memiliki kode cabang karena merupakan kantor cabang)

Contoh SWIFT Code/BIC Beberapa Negara SEPA

Ini ada contoh referensi dari kode SWIFT:

Negara Nama Bank SWIFT Code (BIC) Kota Catatan
Prancis BNP PARIBAS SA BNPAFRPH Paris Kode pusat (head office). Beberapa cabang bisa memiliki 3 digit akhir berbeda.
Jerman DEUTSCHE BANK AG DEUTDE5FESG Frankfurt am Main Kode untuk cabang Deutsche Bank AG di kota Frankfurt, Jerman.
Italia INTESA SANPAOLO SPA BCITITM1052 Milano Kode untuk cabang INTESA SANPAOLO SPA di Milano, Italia.
Monako BARCLAYS BANK PLC MONACO BARCMCMX Monaco Kode pusat (head office). Beberapa cabang bisa memiliki 3 digit akhir berbeda.
Belanda ABN AMRO BANK N.V. ABNANL2A Amsterdam Kode pusat (head office). Beberapa cabang bisa memiliki 3 digit akhir berbeda.

Oiya, kode SWIFT/BIC kamu biasanya tercantum di rekening koran atau internet banking. Selain itu kamu juga bisa telusuri kode SWIFT/BIC melalui situs resmi bank, atau menggunakan fitur pencari kode SWIFT online di laman ‘Cek Kode SWIFT/BIC Kamu’ dari layanan Topremit. 

IBAN

Definisi

IBAN adalah nomor rekening internasional yang digunakan di Eropa dan beberapa negara lain untuk memastikan rekening tujuan benar. Berbeda dengan SWIFT/BIC yang mengidentifikasi bank, IBAN mengidentifikasi rekening penerima secara spesifik.

IBAN diatur oleh standar internasional ISO 13616 agar format rekening di Eropa seragam dan mudah diverifikasi. Kode ini adalah penentu utama agar uang kamu sampai ke rekening bank yang tepat. IBAN Code diperlukan dalam transaksi ke negara-negara Eropa yang tergabung dalam SEPA (Single Euro Payments Area).

Bentuk & Struktur Kode

IBAN terdiri dari maksimal 34 karakter alfanumerik, dengan format umum. Mari kita bahas karakter-karakter penting dalam IBAN Code:

  • Country Code (Kode Negara): Kode negara ini terdiri dari dua karakter dan merupakan kode ISO yang mengidentifikasi negara tempat rekening bank disimpan. Misalnya, "DE" untuk Jerman atau "FR" untuk Prancis.
  • Check Digits (Digit Validasi): Ini adalah dua digit yang digunakan untuk memastikan IBAN kamu valid sebelum pembayaran diproses. 
  • Bank Code (Kode Bank): Kode ini digunakan untuk mengidentifikasi institusi dari rekening bank penerima. Ini membantu memastikan bahwa uang kamu sampai pada bank yang benar.
  • Branch Code (Kode Cabang): Kode cabang, juga dikenal sebagai sort code, digunakan untuk mengidentifikasi cabang dari rekening bank penerima. Ini membantu mempersempit tujuan transaksi kamu hingga ke cabang tertentu.
  • Account Number (Nomor Rekening): Inilah nomor rekening penerima yang sebenarnya. Nomor rekening ini terletak di bagian akhir IBAN Code.

Dengan memahami semua karakter ini, kamu akan memiliki panduan yang kuat untuk mengirim uang ke rekening tujuan dengan akurat saat melakukan transfer ke Eropa. 

Contoh IBAN Code Beberapa Negara SEPA

Ini ada contoh referensi dari kode IBAN:

Negara Nama Bank SWIFT Code (BIC) Kota Catatan
Prancis BNP PARIBAS SA BNPAFRPH Paris Kode pusat (head office). Beberapa cabang bisa memiliki 3 digit akhir berbeda.
Jerman DEUTSCHE BANK AG DEUTDE5FESG Frankfurt am Main Kode untuk cabang Deutsche Bank AG di kota Frankfurt, Jerman.
Italia INTESA SANPAOLO SPA BCITITM1052 Milano Kode untuk cabang INTESA SANPAOLO SPA di Milano, Italia.
Monako BARCLAYS BANK PLC MONACO BARCMCMX Monaco Kode pusat (head office). Beberapa cabang bisa memiliki 3 digit akhir berbeda.
Belanda ABN AMRO BANK N.V. ABNANL2A Amsterdam Kode pusat (head office). Beberapa cabang bisa memiliki 3 digit akhir berbeda.

Pentingnya Kode SWIFT/BIC & IBAN Saat Kirim Uang ke Luar Negeri

Selain data transfer pengirim dan penerima yang lengkap untuk transaksi, saat kamu kirim uang antarnegara, bank dan layanan remitansi perlu tahu 2 hal penting ini agar transaksi berjalan lancar dan tidak tertahan di sistem internasional:

  • SWIFT Code / BIC: Untuk mengidentifikasi bank tujuan secara global. Tanpa kode ini, sistem tidak tahu ke bank mana uang kamu harus dikirim.
  • IBAN: Untuk memastikan rekening penerima benar dan sesuai format negara tujuan. Kalau IBAN salah satu digit saja, uang bisa tertolak atau nyasar ke rekening lain.

Tapi, apakah harus mengisi ketiganya? Tidak juga kok. Tergantung kamu kirim ke negara apa atau dengan layanan apa. Kalau kamu kirim ke:

  • Negara Eropa & UK: Wajib isi SWIFT/BIC dan IBAN.
  • Negara non-Eropa (Asia, Amerika, dll): Biasanya cukup SWIFT Code + nomor rekening biasa.

Untuk memudahkan transaksi kamu, layanan pengiriman uang modern seperti Topremit akan otomatis menyesuaikan syarat transaksi sesuai negara tujuan, jadi kamu hanya perlu menyiapkan data dan jenis kode transaksi (SWIFT Code/BIC atau IBAN) yang dibutuhkan.

Tips Menghindari Kesalahan Saat Mengisi Kode SWIFT/BIC & IBAN 

Sebelum kirim uang ke luar negeri, kamu wajib memastikan kode SWIFT/BIC dan IBAN yang kamu masukkan sudah benar. Kesalahan kecil dalam pengisian kode bisa menyebabkan transfer internasional tertunda, bahkan gagal. Ini dia tips yang bisa kamu ikuti saat mengisi detail kode tersebut:

  • Periksa dua kali kode yang kamu salin sebelum memasukkannya ke data penerima.
  • Gunakan sumber resmi, seperti konfirmasi dari bank penerima atau situs resmi bank.
  • Perhatikan format kode, SWIFT/BIC biasanya 8–11 karakter, sedangkan IBAN panjangnya bisa berbeda tergantung negara.
  • Hindari menebak kode, setiap bank dan cabang punya kode unik.
  • Simpan catatan transaksi agar mudah dilacak jika terjadi kesalahan.

Dengan lebih berhati-hati, kamu bisa menghindari biaya tambahan dan keterlambatan transfer internasional. Selain itu, pastikan kamu kirim uang dengan layanan remitansi yang resmi seperti Topremit. Kalau kamu salah pilih layanan akan berakibat merugikan transaksi kamu.

Semoga informasi ini bisa memandu kamu untuk bertransaksi ke luar negeri dengan lancar, ya.

Referensi