Apa itu Importir? Pengertian, Contoh dan Peraturannya
Kenali lebih jauh apa itu importir, jenis, hingga peraturan berbisnis impor di Indonesia.
Dalam kegiatan ekonomi khususnya perdagangan internasional, importir berperan penting sebagai pemasok barang yang kita beli dari luar negeri. Kata importir sendiri mungkin sering kamu dengar di dunia perdagangan internasional. Namun sebenarnya apa itu importir? Untuk mengenal lebih dekat apa itu importir lengkap dengan contohnya, mari kita simak dengan cermat pemaparannya berikut ini.
Definisi Importir

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, importir adalah orang atau serikat dagang (perusahaan) yang memasukkan barang-barang dari luar negeri. Lebih lengkapnya, importir adalah orang, perusahaan, atau lembaga yang mendatangkan barang dari luar negeri ke dalam negeri, baik untuk konsumsi maupun bahan baku produksi. Nah, kegiatan mendatangkan barang dari luar negeri ini disebut kegiatan impor, yang tercatat resmi dalam UU No. 17 Tahun 2006.
Importir punya peran vital dalam perdagangan internasional karena menjadi penghubung antara produsen luar negeri dan pasar domestik. Dengan meningkatnya kebutuhan produk global, bisnis importir yang berusaha menjaga ketersediaan barang tentunya bisa mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Tipe-Tipe Importir

Terdapat beberapa tipe importir yang memiliki fungsi dan kegiatan impor yang berbeda-beda, antara lain berikut ini:
Approved-Traders
Approved-Traders merupakan pengusaha impor yang ditunjuk langsung oleh pemerintah untuk melakukan kegiatan impor terhadap komoditas tertentu sesuai kebijakan perdagangan yang berlaku. Penunjukan ini biasanya dilakukan karena adanya kebutuhan strategis atau program khusus pemerintah terhadap komoditas tersebut.
Import-Merchant
Import Merchant adalah badan usaha yang memiliki izin impor resmi dari pemerintah melalui Nomor Induk Berusaha (NIB), yang juga berfungsi sebagai Angka Pengenal Importir (API). Import Merchant mengimpor barang dari luar negeri untuk tujuan perdagangan kembali. Jenis barang yang dapat diimpor harus memenuhi ketentuan peraturan impor yang berlaku, seperti ketentuan larangan dan pembatasan (lartas), standar teknis, serta persyaratan instansi terkait.
Apabila barang yang diimpor tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka proses pemasukan barang dapat ditolak oleh otoritas kepabeanan.
Sole Agent Importer
Sole Agent Importer adalah perusahaan/agen tunggal yang ditunjuk secara eksklusif oleh produsen luar negeri untuk mewakili dan mengekspor produknya ke negara lain. Biasanya, perusahaan/agen lokal ini berperan sebagai agen tunggal yang memasarkan serta mendistribusikan produk tersebut di dalam negeri.
Importir Umum
Importir Umum merupakan perusahaan impor yang berfungsi khusus untuk mengimpor aneka macam barang dagang. Umumnya perusahaan yang memperoleh status sebagai importir umum hanyalah persero niaga yang sering disebut dengan trading house atau wisma dagang. Nantinya trading house atau wisma dagang ini dapat mengimpor barang-barang yang diperlukan mulai dari barang kelontong sampai instalasi lengkap suatu pabrik.
Importir Terbatas
Importir terbatas adalah perusahaan seperti PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) yang diberikan izin khusus oleh pemerintah untuk melakukan kegiatan impor mesin-mesin dan bahan baku yang diperlukan untuk kebutuhannya sendiri dan tidak untuk diperjualbelikan. Izin khusus yang diberikan pemerintah pada pihak importir ini diberikan dalam bentuk API-T (Angka Pengenal Importir Terbatas), yang dikeluarkan oleh BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) atas nama Menteri Perdagangan.
Keuntungan Menjadi Importir

Bisnis impor bukan hanya membuka akses ke produk luar negeri, tapi juga memperluas peluang ekonomi. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapat:
Potensi keuntungan yang besar
Produk luar negeri yang unik, berkualitas, atau belum banyak dijual di pasar lokal bisa memberikan margin keuntungan tinggi, apalagi jika kamu menargetkannya ke calon konsumen spesifik yang memang mengincar produk kamu. Misalnya, smart air purifier portable yang kamu impor dari Jepang akan berpotensi laku keras di lingkungan masyarakat yang tinggal di kawasan industri atau yang memiliki masalah alergi dan pernafasan. Dengan perencanaan pasar, harga dan logistik yang tepat, importir juga bisa meraup keuntungan besar.
Meningkatkan Daya Saing Bisnis Lokal
Importir memungkinkan pelaku usaha di Indonesia untuk menawarkan produk dengan standar global, yang mendorong inovasi dan efisiensi di pasar domestik. Semakin banyak produk baru yang masuk, semakin tinggi pula dorongan bagi bisnis lokal untuk beradaptasi dan memperbaiki kualitasnya.
Memperluas Jangkauan Pasar dan Diversifikasi Produk
Indonesia memiliki pasar yang besar dan beragam, dari kebutuhan bahan industri hingga gaya hidup. Dengan kegiatan impor, pelaku bisnis bisa memenuhi kebutuhan pasar yang berbeda-beda di setiap lapisan masyarakat, setiap daerah, dan setiap situasi, jadi tidak bergantung hanya pada jenis produk yang itu-itu saja.
Akses terhadap Produk dan Teknologi Baru
Seiring berkembang pesatnya teknologi, produk-produk luar negeri seringkali menghadirkan inovasi yang bisa melengkapi kebutuhan pasar Indonesia. Jadi, mengambil produk dari luar negeri yang sudah canggih dan cocok mendukung aktivitas post-modern tentu akan menjadi nilai jual tinggi dan berpotensi mendorong inovasi dalam industri dalam negeri. Dengan menjadi importir yang menyediakan produk inovasi seperti itu, kamu secara langsung bisa memperkenalkan teknologi baru sekaligus menjadi pionir di pasar.
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi global, produk-produk luar negeri kerap menghadirkan inovasi yang bisa melengkapi kebutuhan pasar Indonesia. Dengan menjadi importir yang menghadirkan produk berteknologi baru, kamu bisa membantu memperkenalkan inovasi tersebut sekaligus menjadi pionir di pasar dalam negeri
Membangun Jaringan Internasional
Menjalankan bisnis impor secara konsisten membuka peluang kolaborasi jangka panjang dengan produsen dan distributor luar negeri. Relasi ini tidak hanya bermanfaat secara komersial, tetapi juga memperluas wawasan dan kredibilitas usaha kamu di kancah global.
Syarat Menjadi Importir di Indonesia

Untuk dapat menjadi importir yang resmi, kamu perlu memenuhi beberapa syarat berikut ini.
Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
SIUP adalah izin resmi dari pemerintah yang menyatakan bahwa bisnis kamu sah secara hukum untuk melakukan kegiatan perdagangan, termasuk impor. Pengajuan SIUP dilakukan melalui Kementerian Perdagangan atau Dinas Perdagangan setempat.
Mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Yup, NPWP tentu wajib dimiliki oleh individu atau badan usaha yang terlibat dalam aktivitas impor. Dokumen ini digunakan untuk pelaporan dan pembayaran pajak terkait kegiatan impor. Kamu bisa membuat NPWP langsung ke Direktorat Jenderal Pajak.
Terdaftar sebagai Importir Terbatas atau Umum (API)
Kementerian Perdagangan membedakan dua jenis Angka Pengenal Importir (API):
- API-U (Umum): untuk importir yang menjual barang impor kepada pihak lain.
- API-P (Produsen): untuk importir yang menggunakan barang impor sebagai bahan baku produksi sendiri.
Jadi, importir wajib memilih jenis API yang sesuai dengan kegiatan usahanya. API menjadi identitas utama yang harus dicantumkan dalam setiap dokumen impor. API untuk impor bisa diajukan melalui sistem OSS (Online Single Submission) di oss.go.id.
Menyiapkan Tempat Penyimpanan Barang
Barang impor biasanya harus melewati proses pemeriksaan atau penyimpanan sementara. Karena itu, memiliki gudang penyimpanan dengan izin yang sah menjadi salah satu syarat penting agar barang tidak tertahan di pelabuhan.
Memahami Dokumen dan Regulasi Impor
Nah, ini dia beberapa dokumen penting untuk kegiatan impor yang perlu kamu sediakan agar mematuhi regulasi:
- PIB (Pemberitahuan Impor Barang): Laporan resmi tentang barang yang masuk ke daerah pabean.
- SKA (Surat Keterangan Asal): Menyatakan negara asal barang, penting untuk penetapan tarif preferensi.
- Invoice dan Packing List: Detail transaksi dan isi barang.
- Bill of Lading (B/L) atau Air Waybill: Bukti pengiriman dari negara asal.
- Kontrak Jual Beli dan Bukti Pembayaran: Menjadi dasar audit kepabeanan.
- Izin sesuai jenis produk impor: Beberapa kategori produk impor memerlukan izin tambahan, seperti BPOM pada makanan, SNI pada produk keamanan, dan lainnya.
Importir juga wajib mengecek daftar barang larangan dan pembatasan impor (Lartas) agar tidak melanggar peraturan ekspor-impor yang berlaku. Tanpa dokumen lengkap, barang bisa tertahan di pelabuhan atau bahkan dianggap impor ilegal oleh Bea Cukai.
Memiliki Rekening Bank atas Nama Perusahaan
Transaksi pembayaran impor harus dilakukan atas nama entitas resmi. Dengan rekening perusahaan, pembayaran ke pemasok luar negeri (melalui remitansi atau transfer internasional) dapat dilakukan dengan lebih aman dan terverifikasi.
Tantangan yang Sering Dihadapi Importir

Menjadi importir memang bisa membawa keuntungan besar, tapi bukan berarti memulai usahanya tanpa tantangan. Ini dia beberapa permasalahan yang sering dialami para importir terutama saat memulai usaha.
1. Memahami Aturan & Regulasi Impor
Tidak sedikit importir yang gagal membawa masuk barang impor yang sudah dibeli karena tidak paham atau ketinggalan update terbaru aturan impor yang berlaku. Oleh karena itu, penting bagi importir untuk mempelajari regulasinya dan tetap up-to-date dengan perubahannya.
Pastikan untuk mengetahui kategori barang impor yang mau dipesan apakah termasuk barang larangan/terbatas atau membutuhkan izin dan dokumen khusus sebelum masuk.
2. Salah Memasukkan HS Code & Memperkirakan Biaya Impor
Menebak HS Code berpotensi membuat pengeluaran transaksi impor membengkak karena waktu dan biaya untuk mengurus legalitas produk dan transaksi akan terkuras habis.
Selain salah memasukkan HS Code, salah memperkirakan biaya impor juga sering jadi penyebab importir merugi saat mengimpor produk luar negeri. Oleh karena itu, penting bagi importir untuk memahami alur dasar impor dan mengetahui berbagai jenis biaya dalam transaksi impor.
Untuk menentukan HS Code, gunakan sumber resmi Bea Cukai di INSW atau tanya forwarder untuk verifikasi HS Code yang benar. Setelah identitas dan dokumen yang dibutuhkan produk sudah pasti, kalkulasikan total biaya impor, termasuk pajak hingga perkiraan biaya penanganan.
3. Memilih Supplier Yang Dapat Diandalkan
Importir mungkin sering memburu supplier yang mampu menawarkan harga yang murah untuk kategori produk yang diinginkan. Namun, fokus pada menekan harga tanpa meminta keterangan langsung dari supplier atau meminta sampel produk bisa sangat merugikan.
Oleh karena itu, saat mencari supplier di luar negeri, pastikan memilih yang sudah dipercaya dan memiliki banyak review positif dari pembeli. Pilih supplier yang bisa diajak berkomunikasi dengan lancar. Saat memesan barang, pastikan verifikasi kembali barang ke supplier sebelum order. Minta sampel agar produk yang dipesan sesuai ekspektasi.
4. Salah Pilih Metode Pengiriman Barang
Hal yang jadi tantangan bagi importir juga adalah memilih metode pengiriman yang paling sesuai. Dimulai dari memilih transportasi antara jalur laut atau udara, lalu saat memesan satu kontainer penuh untuk produk impor (Full Container Load) atau mengambil satu spot dari container jasa pengangkutan (Less Container Load).
Selain itu, importir juga perlu teliti menghitung volume barang untuk diangkut (CBM), karena hal ini sangat menentukan ongkos kirim. Kalau salah perkiraan, biaya bisa jauh lebih tinggi dari ekspektasi.
Untuk menghindari masalah ini, importir bisa memanfaatkan website kalkulator CBM Topremit untuk menghitung CBM sebelum pengiriman dan konsultasi dengan jasa forwarder untuk memilih metode yang tepat untuk mengangkut produk impor.
5. Salah Pilih Forwarder & Jasa Remitansi
Banyak importir pemula mencoba mengurus proses impor sendiri tanpa bantuan profesional, yang berujung pada dokumen tidak lengkap, jadwal pengiriman berantakan, atau biaya tambahan tak terduga. Kurangnya pemahaman terhadap aturan bea cukai dan prosedur impor membuat proses jadi lebih rumit dari perkiraan. Karena itu, penting untuk menggunakan jasa forwarder profesional atau konsultan impor yang paham regulasinya di Indonesia. Mereka dapat membantu memeriksa HS Code, menghitung total biaya impor, dan mengurus seluruh dokumen agar proses berjalan lancar dan efisien.
Selain itu, memilih jasa remitansi internasional yang tepat juga tidak kalah penting. Banyak importir kesulitan menyelesaikan pembayaran ke supplier di luar negeri karena perbedaan mata uang, biaya transfer yang mahal, hingga transaksi yang terlalu lama. Oleh karena itu pilih jas remitansi terpercaya yang menawarkan kurs kompetitif, biaya rendah, dan waktu transfer cepat agar pembayaran ke luar negeri tetap aman dan tidak menghambat kelancaran bisnis.
Peran dan Fungsi Remitansi Bagi Importir

Untuk mengatasi tantangan pembayaran lintas negara, banyak importir kini mengandalkan layanan remitansi, yaitu sistem pengiriman uang antarnegara yang aman dan lebih efisien pada umumnya.
Apalagi, jika kamu memilih layanan remitansi yang tepat seperti Topremit, bukan hanya pengiriman lebih aman, tapi juga:
- Kamu bisa mempercepat proses pembayaran ke supplier luar negeri, bahkan mulai dari hitungan menit.
- Kamu bisa menekan biaya transfer dibandingkan metode perbankan konvensional.
- Kamu bisa nyaman bertransaksi karena transparansi layanan yang juga menyediakan pelacakan pengiriman real-time.
- Tidak perlu khawatir perubahan nilai tukar uang karena kurs langsung dikunci saat kamu membuat transaksi.
- Kamu bisa membangun kepercayaan dengan pemasok, karena pembayaran dapat dikonfirmasi lebih cepat dan tepat.
Remitansi bukan hanya sekadar alat transfer dana, tetapi juga strategi keuangan yang membuat bisnis impor lebih efisien dan tepercaya. Karena itu memilih layanan remitansi yang tepat menjadi hal yang penting untuk kamu tentukan.
Dengan memilih Topremit untuk membayar ke supplier di luar negeri, kamu sudah menemukan solusi untuk 3 faktor penting usahamu, yaitu efisiensi biaya transfer, hubungan baik dengan supplier, dan kenyamanan transaksi bagi kamu sendiri.
Itu dia penjelasan lengkap tentang apa itu importir beserta contoh, peraturan dan syarat yang perlu dipenuhi bagi importir. Dengan pengetahuan ini, kegiatan impor barang akan jauh lebih mudah untuk kamu lakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Semoga bermanfaat, ya!
Referensi
- Peran Penting Importir dalam Perdagangan Internasional | CIMB Niaga
- Apa Itu Importir? Ini Pengertian, Jenis dan Peraturannya | Asia Commerce
- Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan | Database Peraturan JDIH BPK
- Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi | OSS
- Barang-Barang yang Dilarang ketika Impor Barang (Lartas Impor) | Topremit
- Wajib Pajak dan NPWP | Direktorat Jenderal Pajak
Read more

