Cara Bayar Biaya Kuliah di Jepang dari Indonesia: Cepat, Aman & Praktis

Ketahui cara bayar biaya kuliah di Jepang dari Indonesia. Mulai dari cek rekening kampus, kurs JPY, biaya transfer, dan langkah mudahnya di sini.

Pemandangan Gunung Fuji dan bunga sakura di Jepang sebagai ilustrasi panduan pembayaran biaya kuliah di Jepang

Ringkasan Utama

  • Pembayaran kuliah ke Jepang bisa dilakukan langsung dari Indonesia melalui layanan remitansi, tanpa harus punya rekening bank Jepang.
  • Sebelum transfer, pastikan rekening kampus, nominal tagihan, student ID/payment reference, dan instruksi pembayaran sudah sesuai dengan invoice universitas.
  • Perhatikan kurs Yen, biaya transfer, cut-off time, serta estimasi dana tiba, terutama jika pembayaran mendekati tanggal jatuh tempo.
  • Biaya kuliah tahun pertama di Jepang umumnya lebih tinggi karena mencakup uang pangkal dan uang kuliah, dengan nominal yang berbeda tergantung jenis universitas dan program studi.
  • Melalui Topremit, pembayaran dapat dikirim lewat Bank Transfer (JPY) atau SWIFT (USD) dengan proses di hari kerja yang sama selama memenuhi ketentuan waktu dan transaksi.

Waktu pembayaran uang kuliah dari universitas di Jepang sudah dibuka? Kalau begitu kamu perlu mencari cara transfer Yen dengan cepat dan aman ke rekening universitas. 

Nah, untuk calon mahasiswa, maupun para mahasiswa yang berkuliah di Jepang, kamu bisa loh transfer uang kuliah bukan hanya dari bank di Jepang. Kamu bisa memanfaatkan layanan remitansi sebagai jembatan transaksi bank lintas negara.  

Untuk kirim uang ke Jepang dibutuhkan tiga hal penting, yaitu detail rekening kampus yang benar, nomor referensi pembayaran (student ID atau application number), dan layanan transfer yang bisa kirim Yen langsung ke rekening bank Jepang. 

Selain itu perhatikan beberapa hal penting di bawah ini untuk membantu kelancaran pembayaran uang kuliah kamu di Jepang.

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Bayar Kuliah ke Jepang?

Mahasiswa menyiapkan dokumen dan formulir pembayaran biaya kuliah sebelum melakukan transfer ke universitas di Jepang

Sebelum membuat transaksi ke Jepang, ada lima hal yang perlu kamu pastikan dulu agar transaksi kamu berjalan lancar dan tidak terhambat.

Pastikan Universitas Menerima Pembayaran dari Luar Jepang

Hampir semua universitas di Jepang terbiasa menerima mahasiswa asing, tapi cara mereka menerima pembayaran dari luar negeri bisa berbeda-beda. 

Tapi kabar baiknya, banyak kampus Jepang punya dua rekening terpisah, satu khusus untuk furikomi (振込, transfer antarbank domestik Jepang) dan satu lagi khusus untuk pembayaran dari luar negeri. 

Selain itu kampus di Jepang juga bisa punya instruksi transfer internasional yang jelas di invoice atau portal mahasiswa, sebagian lagi mewajibkan pembayaran lewat penyedia tertentu.

Contohnya, Waseda University punya panduan resmi soal pembayaran uang kuliah yang menjelaskan bahwa mahasiswa asing pada dasarnya tetap diarahkan membayar lewat rekening bank di Jepang begitu mereka terdaftar, meski di tahap awal pendaftaran pembayaran dilakukan lewat transfer internasional atau kartu kredit. 

Karena aturan ini beda-beda tiap kampus, langkah paling aman adalah cek dulu instruksi pembayaran di invoice, email penerimaan, atau langsung tanya ke bagian keuangan (finance/accounting office) kampus tujuan.

Cek Invoice dan Nominal Pembayaran

Umumnya invoice kampus di Jepang biasanya memecah tagihan jadi beberapa komponen, bukan satu angka bulat:

Komponen

Kapan dibayar

Uang pangkal / biaya masuk

Sekali saja, saat masuk

Uang kuliah

Per semester atau per tahun

Biaya fasilitas/laboratorium

Umumnya per tahun (kampus swasta)

Biaya ujian masuk

Saat mendaftar

Biaya penanganan transfer luar negeri

Sebagian kampus menambahkannya

Terkadang beberapa universitas juga memasukkan biaya penanganan transfer luar negeri. Contohnya, di panduan prosedur masuk Waseda misalnya mewajibkan pembayar dari luar negeri mengirim uang kuliah dan handling fee ¥2,500, plus seluruh biaya bank yang muncul. 

Catat juga tanggal jatuh tempo pembayaran uang kuliah dalam JST (Japan Standard Time) bukan WIB (Waktu Indonesia Barat) kalau kamu bertransaksi di Indonesia. 

Jepang lebih cepat 2 jam dari Jakarta, jadi deadline "23:59 JST" artinya 21:59 WIB di hari yang sama. Pastikan transaksi kamu tidak terlambat karena salah memperhitungkan waktu, ya.

Siapkan Detail Rekening Penerima

Untuk transfer Yen langsung ke rekening bank Jepang, data yang dibutuhkan sedikit berbeda dari transfer ke negara lain. Berikut informasi yang dibutuhkan:

  • Nama bank dan nama cabang (branch name)
  • Kode cabang bank (branch code)
  • Nomor rekening. Untuk Japan Post Bank, nomor di buku tabungan sering ditulis seperti 14360-9744793; yang dipakai hanya 143 sebagai kode cabang dan 9744793 sebagai nomor rekening. Lima digit pertama itu khusus transfer domestik Jepang dan tidak perlu diisi.
  • Nama pemilik rekening dalam huruf Latin, walaupun kampusnya lembaga Jepang, nama rekening tetap ditulis alfabet, bukan kanji atau katakana.
  • Pastikan ke pihak kampus apakah jenis rekening kampus menyediakan tipe 普通 (futsuu, rekening tabungan biasa) agar bisa bertransaksi lebih mudah via penyedia layanan remitansi apapun.
  • Kalau invoice yang diberikan berjenis rekening 当座 (touza, rekening giro), gunakan transaksi jalur SWIFT.
  • Alamat dan nomor telepon penerima, sesuai yang terdaftar di bank. Ini persyaratan regulasi Jepang, dan alamat yang tidak lengkap adalah penyebab paling umum transaksi tertahan.

Kalau di invoice kampus hanya mencantumkan kode SWIFT/BIC (kode identitas bank internasional), itu tandanya kampus mengharapkan pembayaran lewat jalur SWIFT.

Siapkan Student ID atau Payment Reference

Ini bagian yang paling menentukan apakah pembayaranmu dikenali atau memerlukan verifikasi ulang. 

Rekening kampus menerima ratusan transfer per hari. Satu-satunya cara mereka mencocokkan uang masuk dengan nama mahasiswa adalah lewat kode referensi. 

Jadi, diharapkan mahasiswa atau pengirim transaksi menuliskan nomor referensi 10 digit di depan nama mahasiswa pada kolom pengirim, misalnya 1234567890 BUDI SANTOSO.

Kode ini bisa berupa application number, reference number, atau student ID, tergantung tahap pendaftaran kamu. Cek di surat penerimaan atau invoice. 

Kalau kolom "catatan/keterangan" di aplikasi transfer terbatas jumlah karakternya, prioritaskan nomor referensi lebih dulu, baru nama. Agar lebih aman, kirimkan juga bukti transfer ke universitas kamu untuk verifikasi transaksi, banyak kampus memang mewajibkannya.

Cek Kurs Saat Membuat Transaksi

Nilai kurs dan biaya transfer yang diterapkan layanan pengiriman uang menentukan berapa rupiah yang keluar dari rekeningmu, sedangkan estimasi waktu pengiriman membantu kamu memperhitungkan lama transaksi.

Kurs mata uang Yen bergerak setiap hari. Per 15 September 2026, kurs transaksi Bank Indonesia mencatat JPY 100 = IDR 11,479.48 atau sekitar IDR 114 per Yen. 

Selisih kurs IDR 2 per Yen mungkin terlihat kecil. Namun, jika kamu harus membayar JPY 100,000, selisihnya sudah menjadi IDR 200,000. Karena itu, sebaiknya selalu hitung biaya berdasarkan nominal Yen yang harus dibayar, lalu konversikan ke Rupiah dengan kurs terbaru.

Bandingkan Biaya Transfer Layanan

Biasanya layanan pengiriman uang memiliki 2 jenis biaya transfer, yaitu biaya flat (nominalnya tetap berapa pun yang kamu kirim) dan biaya progresif (biaya berubah mengikuti nominal transfer dan layanan). 

Nah, kalau kamu mau membayar uang kuliah dengan nominal transfer yang lumayan besar, memilih layanan remitansi yang menawarkan biaya flat akan lebih menguntungkan karena kamu tidak perlu khawatir dengan biaya transfer yang berubah menjadi sangat mahal untuk sekali transaksi.

Pastikan Estimasi Waktu Pengiriman Sesuai Kebutuhan Transaksi

Untuk transaksi ke Jepang, kamu perlu perhitungkan lama waktu yang dibutuhkan sampai uang tiba di rekening kampus. Banyak layanan remitansi menyediakan pengiriman uang di hari yang sama untuk ke Jepang. 

Oiya, kamu sangat disarankan untuk tidak mengirim uang di akhir pekan, hari libur nasional Jepang, dan libur panjang seperti Golden Week (akhir April–awal Mei) serta pergantian tahun (31 Desember-3 Januari), dan usahakan untuk tidak mengirim di H-1 jatuh tempo pembayaran. 

Hal ini untuk menghindari transaksi yang terlalu lama dan transaksi ditolak.

Apa Saja Biaya Kuliah yang Perlu Dibayar di Jepang?

Mahasiswa Waseda University di Jepang berjalan bersama di area kampus

Membayar uang kuliah di tahun pertama selalu paling mahal, karena ada uang pangkal yang hanya dibayar sekali. 

Mulai tahun kedua, tagihanmu akan turun signifikan. Selain itu, biaya kuliah di Jepang relatif terjangkau dibanding Amerika atau Inggris, tapi biaya hidup di Tokyo bisa lebih besar daripada uang kuliahnya sendiri.

Umumnya rata-rata biaya pendidikan di tahun pertama program S1 adalah sebagai berikut:

Jenis institusi

Perkiraan biaya tahun pertama

Universitas negeri (National)

±JPY 820,000

Universitas publik daerah (Local Public)

±JPY 910,000

Universitas swasta (selain kedokteran, kedokteran gigi, dan farmasi)

±JPY 1,300,000

Universitas swasta (kedokteran, kedokteran gigi, dan farmasi)

±JPY 3,800,000

Sekolah bahasa Jepang

±JPY 610,000-1,900,000

* Sumber: STUDY in JAPAN

Perlu kamu ketahui bahwa angka universitas negeri tidak lagi seragam. Standar ¥535,800 ditetapkan pemerintah sejak 2005, tapi kampus negeri boleh menaikkannya hingga 120% dari standar. 

University of Tokyo juga resmi menaikkan uang kuliahnya menjadi JPY 642,960 per tahun mulai angkatan April 2025, dan beberapa kampus negeri lain mengambil langkah serupa. 

Jadi jangan asumsikan angka yang sama pada semua kampus, cek halaman resmi kampus tujuan untuk nominal pastinya.

Cara Transfer Biaya Kuliah ke Jepang dengan Topremit

Aplikasi Topremit untuk transfer uang dari Indonesia ke Jepang melalui smartphone

Kalau di invoice kampusmu mencantumkan rekening bank Jepang, kamu bisa mengirim Yen langsung dari Indonesia lewat Topremit, tanpa perlu ke kantor cabang bank dan tanpa harus membuat rekening bank Jepang atas namamu sendiri.

Topremit adalah layanan remitansi berizin Penyelenggara Transfer Dana dari Bank Indonesia, yang bisa kamu verifikasi langsung di situs BI. 

Untuk transaksi ke Jepang, layanan Topremit menyediakan mode pengiriman Bank Transfer (JPY) yang mengirim Yen langsung ke rekening penerima, dan SWIFT (USD) kalau rekening yang diberikan kampus menerima mata uang USD. 

Kedua mode pengiriman ini bisa mengirim uang kamu di hari yang sama. Jadi, kamu bisa sesuaikan dengan kebutuhan transaksi kamu.

Berikut cara praktis kirim uang ke Jepang dengan Topremit: 

  1. Download aplikasi Topremit melalui App Store/Play Store. Lalu, lakukan registrasi dan verifikasi akun.
Tampilan aplikasi Topremit di App Store sebagai langkah pertama untuk membayar biaya kuliah di Jepang
  1. Pilih Jepang sebagai negara tujuan dan masukkan nominal yang ingin dikirim.
Tampilan beranda Topremit dengan tombol 'Kirim' untuk memulai transfer biaya kuliah ke Jepang sebagai langkah ke-2
  1. Pilih layanan yang tersedia sesuai kebutuhan kamu, kemudian masukkan data penerima dengan benar.
Tampilan simulasi transfer IDR ke JPY dan pilihan layanan Bank Transfer di aplikasi Topremit sebagai langkah ke-3
  1. Lengkapi detail tambahan lalu klik ‘Lanjutkan’. Seluruh detail transaksi akan ditampilkan dengan jelas sehingga kamu bisa memastikan data yang diisi sudah sesuai.
Tampilan konfirmasi detail transaksi dan tombol 'Pilih pembayaran' di aplikasi Topremit sebagai langkah ke-4
  1. Terakhir, bayar ke rekening Topremit dan simpan bukti transfer.
Tampilan pilihan bank dan tombol 'Lakukan pembayaran' untuk menyelesaikan transfer ke Jepang melalui Topremit sebagai langkah ke-5.

Biaya, Limit, dan Estimasi Transfer ke Jepang

Layanan

Mata uang

Biaya

Limit per transaksi

Estimasi tiba

Bank Transfer

JPY

IDR 140,000

JPY 150 - JPY 1,000,000

Hari kerja yang sama

SWIFT

USD

IDR 405, 000

USD 100,000

Hari kerja yang sama

*Sumber: Topremit.com

Oiya, transaksi kamu akan diproses di hari yang sama asalkan pembayarannya selesai sebelum pukul 08.30 (GMT+7) untuk layanan Bank Transfer (JPY) dan sebelum pukul 12.00 (GMT+7) untuk layanan SWIFT (USD). Lewat dari itu, transaksi masuk ke antrean hari kerja berikutnya.

Untuk pembayaran nominal besar, sebaiknya siapkan juga invoice atau dokumen pendidikan sebagai bukti tujuan transaksi, karena sejak 1 Juli 2026 Bank Indonesia mewajibkan dokumen pendukung untuk transfer valas ke luar negeri dengan nilai setara di atas USD 25,000. 

Kalau biaya kuliahmu besar, siapkan dokumennya dari awal supaya transfer tidak tertunda.

Kalau kamu ingin proses kirim biaya kuliah lebih praktis tanpa perlu bolak-balik cek rekening atau kurs manual, kamu bisa pertimbangkan layanan kirim uang ke Jepang dari Topremit sebagai salah satu opsi.

Tapi bukan cuma uang kuliah, Topremit juga bisa dipakai untuk mendukung kebutuhan pribadi kamu maupun keluarga kamu selama di Jepang. Karena transaksinya lebih mudah, murah, dan cepat!

Jadi tunggu apa lagi? Yuk, download Topremit sekarang!

FAQ

Apakah saya harus punya rekening bank di Jepang untuk membayar uang kuliah? 

Tidak. Kamu bisa mengirim Yen langsung dari Indonesia ke rekening kampus di Jepang lewat layanan transfer internasional berizin, tanpa rekening bank Jepang atas namamu.

Nama pengirim harus nama mahasiswa atau boleh nama orang tua? 

Umumnya boleh nama siapa pun, karena kampus mencocokkan pembayaran lewat nomor referensi. Tetap cantumkan nomor referensi di kolom keterangan dan kirimkan bukti transfer ke bagian keuangan kampus.

Berapa lama uang sampai ke rekening kampus di Jepang? 

Bisa sampai di hari kerja bank yang sama jika pembayaranmu selesai sebelum pukul 08.30 untuk layanan Bank Transfer (JPY) dan sebelum pukul 12.00 (GMT+7) untuk layanan SWIFT (USD). Di luar jam itu, atau saat akhir pekan dan libur nasional Jepang, proses berlanjut ke hari kerja berikutnya.

Bagaimana kalau tagihan kuliah melebihi limit JPY 1,000,000 per transaksi? 

Kamu bisa memecahnya jadi beberapa transaksi atau memakai jalur SWIFT, tapi konfirmasi dulu ke kampus apakah mereka menerima pembayaran terpisah dengan referensi yang sama.

Apakah nominal yang diterima kampus bisa berkurang dari yang saya kirim? 

Pada transfer yen non-SWIFT tidak ada potongan bank koresponden, sehingga nominal yen yang kamu masukkan itulah yang diterima. Pada jalur SWIFT potongan bisa terjadi, dan sebagian kampus juga menambahkan handling fee tersendiri untuk pembayaran dari luar negeri, periksa invoicemu.

Referensi

Read more

Mau Kirim Uang ke Jepang? Ini Dia Cara Terbaiknya (Update 2026)
Ketahui cara kirim uang ke Jepang yang cepat, aman, dan hemat. Cek opsi transfer, syarat penerima, biaya, dan tips pentingnya di sini.
Top 8 Negara Asal Ekspatriat Terbanyak di Indonesia: Insight Penting Untuk Bisnis Kamu
Ketahui 8 negara asal ekspatriat terbanyak di Indonesia serta insight kebutuhan mereka untuk peluang bisnis kamu.
Apa Bedanya Ekspatriat dan Pekerja Migran? Ini Penjelasan Lengkapnya
Ekspatriat dan pekerja migran sama-sama bekerja di luar negeri, tapi punya berbagai perbedaan. Yuk pelajari lebih di sini.