Cara Kirim Uang ke Rekening Bisnis di China untuk Bayar Supplier

Ringkasan Utama

  • Individu maupun badan usaha di Indonesia bisa mengirim uang ke rekening perusahaan di China untuk membayar supplier, selama menggunakan penyelenggara transfer dana resmi dan memiliki dasar transaksi yang jelas.
  • Pilihan metode pembayaran meliputi Bank Transfer, SWIFT, Letter of Credit, dan e-wallet China. Bank Transfer cocok untuk transaksi rutin, sedangkan SWIFT atau L/C lebih sesuai untuk nominal besar.
  • Pastikan nama perusahaan, nama pemilik rekening, invoice, business license, mata uang, dan detail bank cocok dengan satu sama lain agar dana tidak ditahan atau ditolak.
  • Invoice umumnya diperlukan untuk pembayaran barang atau jasa. Untuk transfer di atas USD 50,000 atau setara, dokumen underlying transaction dapat diwajibkan sesuai ketentuan Bank Indonesia per Juli 2026.
  • Melalui Topremit, pembayaran ke China tersedia dalam CNY atau USD lewat Bank Transfer, SWIFT, hingga e-wallet Alipay, dengan biaya flat, limit berbeda, serta estimasi mulai sekitar 20 menit hingga 2 hari kerja.

Ingin berbisnis impor ke China tapi belum tahu cara membayar supplier di sana? Atau sudah menerima invoice dari supplier di China, tetapi masih bingung bagaimana cara membayarnya?

Pembayaran ke rekening bisnis di China memang sedikit berbeda dengan pengiriman dana ke rekening bank perseorangan, jenis pembayaran ini membutuhkan ketelitian dan detail informasi yang lebih banyak. Selain itu, karena transaksi ini melibatkan rekening perusahaan dan pembayaran lintas negara, kamu perlu memilih metode transfer yang tepat untuk mendukung pengiriman ke rekening perusahaan tersebut.

Artikel ini akan membahas cara terbaik kirim uang ke rekening bisnis di China, pilihan metode pembayaran, dokumen yang perlu disiapkan, biaya, limit, hingga tips menjaga keamanan transaksi dengan supplier.

Apakah Bisa Kirim Uang ke Rekening Bisnis di China dari Indonesia?

Individu maupun badan usaha di Indonesia dapat mengirim uang ke rekening perusahaan di China untuk berbagai keperluan bisnis.

Jika pengirimnya adalah individu dan penerimanya merupakan badan usaha, transaksi ini biasanya disebut C2B (Customer-to-Business). Sementara itu, jika pengirim dan penerima sama-sama berbentuk badan usaha, transaksinya termasuk B2B (Business-to-Business). Bank Indonesia menjelaskan bahwa transfer dana lintas negara memang bisa dilakukan antarindividu maupun antarperusahaan, selama disalurkan lewat penyelenggara transfer dana yang berizin.

Yang membedakan rekening bisnis dengan rekening personal biasanya ada di sisi administrasi penerima di mana rekening bisnis terdaftar atas nama badan hukum (bukan nama perorangan), sehingga detail seperti nama penerima di rekening harus cocok dengan nama perusahaan pada dokumen resmi seperti invoice dan business license. Ini penting supaya bank penerima di China tidak menahan atau menolak dana kamu karena data tidak sinkron.

Di sisi China, regulator devisa mereka, SAFE (State Administration of Foreign Exchange), mengategorikan pembayaran untuk perdagangan barang dan jasa, sebagai transaksi current account. SAFE juga menegaskan bahwa transfer dana lintas batas wajib memiliki dasar transaksi yang nyata dan bisa dipertanggungjawabkan, dan bank yang menangani transaksi tersebut wajib memverifikasi keaslian serta kesesuaian dokumen pendukungnya. Jadi, semakin rapi dokumen transaksi kamu, semakin mulus juga prosesnya di kedua sisi.

Pilihan Metode untuk Membayar Rekening Bisnis di China

Metode pembayaran yang paling tepat sebenarnya tergantung pada mata uang yang ditulis di invoice, nominal transaksi, jenis rekening supplier, waktu penyelesaian, dan tingkat keamanan yang dibutuhkan. Berikut beberapa metode yang dapat digunakan untuk membayar supplier di China.

Layanan Bank Transfer

Bank Transfer cocok untuk kamu yang ingin mengirim dana langsung ke rekening bank supplier dalam CNY maupun USD.

Prosesnya relatif sederhana. Kamu perlu memasukkan informasi seperti nama perusahaan penerima, nomor rekening, nama bank, mata uang, dan detail tambahan yang diminta oleh penyedia layanan. Setelah itu, dana akan diproses melalui jaringan perbankan atau mitra pembayaran lokal di negara tujuan.

Kelebihan:

  • Proses relatif cepat dan dapat tiba pada hari kerja yang sama
  • Biaya umumnya ditampilkan di awal.
  • Cocok untuk pembayaran supplier secara rutin.
  • Dana masuk langsung ke rekening bank penerima.

Kekurangan:

  • Terdapat batas maksimal per transaksi.
  • Nama rekening harus sesuai dengan nama perusahaan yang terdaftar di bank.
  • Tidak semua rekening dapat menerima mata uang yang sama.

Contoh penyedia layanan: Topremit, Bank of China Indonesia, dan Wise.

Layanan SWIFT

SWIFT dapat dipertimbangkan untuk transaksi bernilai lebih besar atau ketika supplier meminta pembayaran melalui jalur transfer bank internasional. Layanan ini memungkinkan pengiriman CNY maupun USD dengan limit yang lebih tinggi. Prosesnya bekerja dengan mengirim instruksi pembayaran via jaringan SWIFT ke bank penerima di China, yang kemudian akan diteruskan ke rekening penerima.

Layanan SWIFT umumnya dapat digunakan untuk mengirim CNY atau USD dengan limit yang lebih tinggi dibandingkan metode transfer tertentu. Karena itu, metode ini sering digunakan untuk pembayaran supplier dengan nominal besar.

Khusus untuk pengiriman mata uang Yuan (CNY), transaksi tersebut nantinya akan diproses melalui CIPS (Cross-Border Interbank Payment System). Ini adalah sistem khusus dari Bank Sentral Tiongkok (People's Bank of China) yang berfungsi untuk mengurus dan menyelesaikan pembayaran mata uang Yuan antarnegara.  

Kelebihan:

  • Limit transaksi relatif tinggi.
  • Diterima secara luas oleh bank-bank di China.
  • Cocok untuk pembayaran bisnis bernilai besar.
  • Dapat digunakan ketika supplier meminta pembayaran dalam USD.

Kekurangan:

  • Dapat dikenakan biaya bank koresponden.
  • Waktu pemrosesan bisa lebih lama dibandingkan Bank Transfer melalui jaringan lokal.
  • Data seperti SWIFT code, nama bank, dan alamat bank harus diisi dengan tepat.

Contoh penyedia layanan: Topremit, BCA, dan Wise.

Letter of Credit (L/C)

Letter of Credit atau L/C cocok digunakan untuk transaksi impor bernilai besar, terutama ketika kamu baru pertama kali bekerja sama dengan supplier dan membutuhkan jaminan pembayaran dari bank.

Untuk menggunakan L/C, pembeli perlu mengajukan pembukaan Letter of Credit melalui bank devisa di Indonesia. Bank tersebut kemudian menerbitkan jaminan pembayaran kepada bank supplier di China. Dana akan dibayarkan setelah supplier memenuhi persyaratan dokumen yang telah disepakati, seperti invoice, packing list, bill of lading, atau dokumen pengiriman lainnya.

Kelebihan:

  • Memberikan perlindungan bagi pembeli dan supplier.
  • Pembayaran baru dilakukan setelah persyaratan dokumen dipenuhi.
  • Cocok untuk membangun kepercayaan dengan supplier baru.
  • Lebih sesuai untuk transaksi impor bernilai besar.

Kekurangan:

  • Proses pengajuan dan pemeriksaan dokumen lebih rumit.
  • Biaya lebih tinggi dibandingkan transfer biasa.
  • Waktu penyelesaian dapat memakan beberapa hari hingga beberapa minggu.
  • Hanya tersedia melalui bank devisa, bukan penyedia remitansi biasa.

Contoh penyedia layanan: CIMB, BCA, dan BNI.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Letter of Credit dan Telegraphic Transfer

E-Wallet China

Pembayaran melalui e-wallet dapat digunakan untuk transaksi dengan supplier kecil atau individu yang lebih terbiasa menerima dana melalui e-wallet seperti Alipay. 

Proses pembayaran melalui metode ini umumnya dilakukan dengan memasukkan ID akun, nomor telepon, atau informasi rekening yang terhubung dengan akun penerima. Sebelum mengirim, pastikan akun penerima mendukung penerimaan transfer lintas negara dan dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi yang kamu pilih.

Kelebihan:

  • Proses pengiriman relatif cepat.
  • Dana dapat diterima dalam hitungan menit.
  • Praktis untuk transaksi bernilai kecil hingga menengah.
  • Cocok jika supplier memang meminta pembayaran melalui metode tersebut.

Kekurangan:

  • Terdapat limit transaksi per penerima.
  • Tidak semua akun e-wallet dapat menerima pembayaran bisnis.
  • Beberapa layanan hanya mendukung akun milik individu.
  • Penerima mungkin perlu menyelesaikan verifikasi tambahan.

Contoh penyedia layanan: Topremit dan Wise.

Tabel Perbandingan Metode Pengiriman ke China

Berikut perbandingan biaya, kecepatan dan tingkat keamanan transaksi dari keempat layanan di atas:

Metode

Kisaran Biaya

Kecepatan

Tingkat Keamanan

Bank Transfer

Mulai sekitar IDR 100,000-IDR 300,000 per transaksi

Beberapa jam hingga 1 hari kerja, tergantung mata uang, waktu cut-off, dan bank penerima

Tinggi, karena dana dikirim melalui bank atau penyelenggara transfer dana resmi

SWIFT

Mulai sekitar IDR 400,000, termasuk biaya pengiriman dan bank koresponden

Hari kerja yang sama hingga 2 hari kerja

Tinggi, menggunakan jaringan bank internasional yang diterima secara luas

Letter of Credit (L/C)

Mulai sekitar 0.25% dari nilai L/C, dengan minimum sekitar USD 50 atau IDR 700,000

Beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pemeriksaan dan kelengkapan dokumen

Sangat tinggi, karena pembayaran dilakukan setelah dokumen memenuhi ketentuan L/C

Alipay 

Mulai sekitar IDR 100,000 per transaksi

Sekitar 20 menit, tergantung verifikasi dan waktu transaksi

Cukup tinggi, tetapi hanya cocok untuk akun penerima yang memenuhi ketentuan dan limit layanan

Untuk pembayaran rutin ke supplier, Bank Transfer biasanya menjadi pilihan yang paling praktis karena alurnya lebih sederhana dan biaya dapat diketahui sejak awal.

Sementara itu, SWIFT lebih cocok untuk transaksi bernilai besar atau ketika supplier meminta pembayaran ke rekening USD. Letter of Credit dapat dipertimbangkan jika kamu membutuhkan jaminan tambahan dari bank, sedangkan e-wallet lebih sesuai untuk pembayaran tertentu dengan nominal kecil hingga menengah.

Metode pengiriman via Bank Transfer, SWIFT, dan Alipay tersedia di aplikasi remitansi Topremit dengan biaya, kemudahan dan kecepatan transfer yang lebih baik, Jadi kamu dapat memilih langsung sesuai dengan kebutuhan transaksi kamu saat ini.

Alasan Topremit Menjadi Pilihan Terbaik Kirim Uang ke China

Saat memilih penyedia layanan transfer, kamu tidak hanya perlu mempertimbangkan biaya. Kecepatan, mata uang, limit transaksi, legalitas, dan metode penerimaan juga perlu diperhatikan. 

Berikut beberapa alasan mengapa jasa remitansi Topremit dapat dipertimbangkan untuk pembayaran ke supplier di China:

Uang Cepat Sampai

Kalau kamu pakai layanan e-wallet Alipay, uang bisa sampai ke penerima dalam hitungan menit. Sementara untuk Bank Transfer dan SWIFT, uang kamu umumnya sampai di hari kerja yang sama asalkan transaksi diselesaikan sebelum waktu cut-off layanan.

Tersedia untuk Transfer CNY atau USD

Kamu bisa memilih mata uang sesuai kesepakatan dengan supplier, mau CNY biar langsung diterima dalam Yuan, atau USD kalau invoice supplier memang dibuat dalam Dolar AS.

Biaya Transfer Flat dan Transparan

Berapa pun nominal yang kamu kirim, biaya transfernya tetap sama (flat fee), dan sudah ditampilkan di awal transaksi sebelum kamu melakukan pembayaran, jadi tidak ada biaya tersembunyi yang bikin kamu kaget belakangan.

Limit Transaksi Tinggi

Untuk kebutuhan bisnis dengan nominal besar, metode pengiriman di Topremit bisa menampung transaksi hingga puluhan ribu CNY dan ratusan ribu USD per transaksi, cukup fleksibel untuk berbagai skala usaha, dari UMKM sampai importir dengan volume transaksi lebih besar.

Berpengalaman & Diakui Bank Indonesia

Topremit sudah beroperasi sejak 2009 dan mengantongi lisensi resmi sebagai Penyelenggara Transfer Dana dari Bank Indonesia. Legalitas ini penting karena memastikan transaksi kamu berjalan lewat jalur resmi yang diawasi, bukan jalur informal yang berisiko.

Nah, karena transaksi ke China ini menyangkut dana bisnis yang biasanya bernilai tidak kecil, penting juga buat kamu untuk memastikan keamanan transaksinya dari sisi lain, yaitu memastikan kamu benar-benar mengirim ke pihak yang tepat. Berikut tipsnya.

Tips untuk Memastikan Keamanan Transaksi Bisnis ke Supplier di China

Selain memilih metode transfer yang tepat, kamu juga perlu memastikan uang benar-benar sampai ke supplier yang sah, bukan pihak yang menyamar. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan.

Cocokkan Nama Perusahaan dan Nama Rekening

Periksa apakah nama pada invoice, quotation, business license, rekening bank, dan profil supplier saling sesuai satu sama lain. Nama toko yang tertera di marketplace kadang berbeda dengan nama legal perusahaan yang terdaftar, jadi kalau kamu menemukan perbedaan, jangan ragu meminta penjelasan tertulis dari supplier sebelum melakukan pembayaran.

Verifikasi Identitas Perusahaan

Sebelum transfer nominal besar, ada baiknya kamu meminta beberapa dokumen berikut dari supplier:

  • Business license
  • Unified Social Credit Code (kode identitas badan usaha di China)
  • Alamat perusahaan
  • Nama legal representative
  • Website atau profil resmi di marketplace
  • Informasi rekening resmi perusahaan

Kamu bisa mencocokkan data ini lewat National Enterprise Credit Information Publicity System (GSXT) yang dikelola oleh State Administration for Market Regulation (SAMR), semacam database resmi status registrasi perusahaan di China. Untuk supplier baru yang belum pernah kamu ajak transaksi, panduan sourcing dari platform B2B seperti Global Sources juga secara konsisten merekomendasikan pengecekan business license, rekening bank, sertifikasi, riwayat transaksi, hingga fasilitas produksi sebelum benar-benar melakukan pembayaran.

Waspadai Perubahan Rekening Mendadak

Kalau tiba-tiba supplier mengganti informasi rekening lewat email atau chat, terutama menjelang waktu pembayaran, jangan langsung transfer. Konfirmasikan dulu lewat saluran komunikasi lain (misalnya telepon langsung ke nomor resmi perusahaan) sebelum mengirim dana. Kewaspadaan ini jadi sangat penting untuk transaksi bernilai besar, karena modus penipuan lewat "pembajakan email" (business email compromise) cukup umum terjadi di transaksi B2B lintas negara.

Dokumen dan Data yang Perlu Disiapkan untuk Transaksi Bisnis ke China

Dokumen yang diperlukan dapat berbeda-beda tergantung nominal, tujuan pembayaran, pihak pengirim, pihak penerima, metode transfer, dan hasil pemeriksaan risiko. 

Untuk pembayaran barang atau jasa melalui Topremit, dokumen yang umumnya diminta adalah invoice yang telah dilengkapi tanda tangan atau stempel. Kamu juga perlu memilih kategori tujuan transaksi yang sesuai.

Kategori tujuan transaksi dapat mencakup:

  • Pembelian barang
  • Biaya pengiriman
  • Jasa teknologi informasi
  • Biaya konsultasi manajemen
  • Pembayaran jasa lainnya

Pastikan kategori yang dipilih sesuai dengan transaksi sebenarnya. Hindari menggunakan kategori yang berbeda hanya agar proses transfer terlihat lebih sederhana.

Dari sisi regulasi Indonesia, Bank Indonesia memang mengatur soal underlying transaction dan dokumen pendukung untuk transaksi valuta asing tertentu. Per Juli 2026, Bank Indonesia menurunkan ambang batas kewajiban penyampaian dokumen pendukung transfer dana keluar dari sebelumnya di atas USD 100,000 menjadi di atas USD 50,000

Artinya, kalau transaksi kamu ke China bernilai lebih dari USD 50,000 (atau setara), bank atau penyelenggara transfer dana berhak meminta dokumen yang menunjukkan dasar transaksi (underlying transaction) sebelum dana diproses. 

Dokumen pendukung yang dapat diminta antara lain:

  • Invoice
  • Purchase order
  • Kontrak pembelian atau kontrak jasa
  • Dokumen pengiriman
  • Dokumen lain yang menjelaskan tujuan dan nilai pembayaran

Walaupun nominal transaksi masih berada di bawah ambang batas tersebut, penyedia layanan tetap dapat meminta dokumen tambahan apabila terdapat data yang perlu diverifikasi.

Cara Kirim Uang ke Rekening Bisnis China dengan Topremit

Layanan transfer internasional Topremit dapat kamu andalkan untuk kirim uang ke China karena kemudahan, kecepatan dan keamanan transaksinya.

Berikut langkah-langkah kirim uang ke China lewat layanan Topremit:

  1. Unduh aplikasi Topremit di App Store atau Play Store, lalu lakukan registrasi dan verifikasi akun.
  1. Klik “Kirim” (ikon pesawat kertas) untuk memulai transaksi. Kamu bisa bertransaksi internasional ke satu atau ke banyak penerima sekaligus.
  1. Pilih "China" sebagai negara tujuan, lalu masukkan nominal yang ingin dikirim. Jangan lupa pilih layanan yang sesuai dengan metode transaksi yang kamu butuhkan (Bank Transfer, SWIFT, atau e-wallet).
  1. Isi data penerima dengan benar termasuk nomor rekening penerima, serta detail tambahan seperti tujuan transaksi dan lainnya. Lalu klik "Pilih pembayaran".
  1. Terakhir, lakukan pembayaran dan uang kamu siap dikirim!

Setelah tahu langkah-langkahnya, sekarang mari lihat detail biaya, limit, dan estimasi waktu tiap layanan supaya kamu bisa memilih yang paling pas dengan kebutuhan transaksi kamu.

Biaya, Limit, dan Estimasi Waktu Pengiriman ke China di Topremit

Berikut hal-hal terkait metode pengiriman uang ke China yang tersedia di Topremit. Kamu bisa pilih sesuai kebutuhan transaksi kamu.

Layanan

Mata Uang

Biaya

Limit per Transaksi

Estimasi Waktu

Bank Transfer

CNY

IDR 100,000 

Hingga CNY 50,000

Hari kerja yang sama (sebelum cut-off)

Bank Transfer

USD

IDR 295,000

Hingga USD 100,000

Hari kerja yang sama (sebelum cut-off)

SWIFT

USD

IDR 75,000 + IDR 300,000 (biaya bank koresponden)

Hingga USD 100,000

Hari kerja yang sama (sebelum cut-off)

Alipay

CNY

IDR 100,000

Sesuai limit akun penerima

Sekitar 20 menit

WeChat Pay

CNY

IDR 100,000

Hingga CNY 50,000 (ke rekening bank tertaut)

Sekitar 20 menit

Angka di atas mengacu pada informasi layanan pengiriman uang ke China yang tersedia di halaman resmi Topremit dan bisa berubah sewaktu-waktu. Supaya kamu dapat angka paling akurat sesuai transaksi yang sedang kamu lakukan, cek langsung di aplikasi Topremit atau tanya tim Customer Support sebelum transfer.

Hal yang Perlu Diketahui Untuk Memastikan Transfer ke Rekening Bisnis China Berhasil

Supaya transaksi kamu tidak tertunda atau bahkan gagal, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Nama penerima wajib sesuai dengan yang terdaftar di rekening bank atau akun e-wallet tujuan, termasuk penulisan dalam aksara China untuk rekening lokal.
  • Pastikan rekening tujuan bisa menerima mata uang yang kamu kirim. Rekening CNY tidak otomatis bisa menerima USD, begitu juga sebaliknya.
  • Hindari kesalahan mengisi nomor rekening. Satu digit saja salah bisa membuat dana gagal masuk atau bahkan tersalur ke rekening yang salah.
  • Lengkapi dokumen yang dibutuhkan, baik saat mengisi detail transaksi maupun jika diminta menyusul (follow-up) oleh pihak bank atau penyelenggara transfer dana.
  • Pastikan tujuan transfer (purpose) yang kamu pilih sudah sesuai dengan jenis transaksi sebenarnya, misalnya pembelian barang, jasa, atau biaya pengiriman.
  • Perhatikan waktu cut-off dan hari libur bank, baik di Indonesia maupun di China, supaya kamu tahu kapan transaksi akan diproses.

Satu hal penting, hindari memecah satu transaksi besar jadi beberapa transaksi kecil semata-mata untuk menghindari limit atau pemeriksaan dokumen. SAFE (State Administration of Foreign Exchange) secara eksplisit melarang praktik transaksi fiktif atau pemecahan transaksi untuk menghindari pengawasan valuta asing, dan pelanggarannya bisa dikenai sanksi finansial yang cukup besar dari otoritas devisa China.

FAQ

Apakah individu bisa mengirim ke rekening perusahaan di China? 

Bisa. Transaksi ini termasuk kategori C2B (customer-to-business) dan didukung oleh berbagai metode transfer, mulai dari bank transfer, SWIFT, sampai e-wallet, tergantung jenis rekening penerima.

Bisakah membayar supplier Alibaba atau 1688 langsung ke rekening bank? 

Bisa, selama supplier memberikan detail rekening bank resmi atas nama perusahaan. Pastikan nama pada rekening cocok dengan nama di invoice dan profil toko sebelum kamu transfer.

Lebih baik mengirim CNY atau USD? 

Tergantung kesepakatan dengan supplier. Kalau invoice dibuat dalam CNY, kirim CNY langsung supaya menghindari konversi ganda. Kalau supplier meminta pembayaran dalam USD (umumnya untuk transaksi ekspor-impor skala besar), kirim dalam USD.

Apakah harus menggunakan akun Topremit for Business? 

Tidak selalu. Transaksi bisnis seperti C2B bisa dilakukan lewat akun Topremit personal. Untuk kebutuhan transaksi B2B atau B2C dengan nominal pengiriman lebih besar, kamu bisa mempertimbangkan Topremit for Business.

Apakah invoice wajib? 

Untuk transaksi tujuan pembelian barang atau jasa, invoice umumnya diminta sebagai dokumen pendukung, apalagi untuk nominal yang lebih besar atau di atas ambang batas dokumen pendukung yang ditetapkan Bank Indonesia.

Bagaimana jika nama toko berbeda dengan nama rekening? 

Jangan langsung transfer. Minta penjelasan tertulis dari supplier dan cocokkan dengan business license mereka, nama toko di marketplace memang kerap berbeda dengan nama legal perusahaan yang terdaftar.

Referensi

Read more

Cara Cepat dan Murah untuk Bayar Supplier di China dari Indonesia
Mau bayar supplier China dari Indonesia dengan lebih cepat dan hemat? Simak caranya dan layanan transfer yang tepat di sini.
Cara Terbaik Kirim Uang ke China: Update 2026!
Ketahui pilihan terbaik untuk kirim uang ke China. Cek opsi remitansi, biaya, limit, syarat, dan tips pentingnya di sini.
10 Negara yang Menjadi Tujuan Remitansi Terbesar di Dunia
Kenali 10 negara yang menjadi tujuan remitansi terbesar di dunia saat ini dan faktor pendorongnya di sini.
Apa Itu Remitansi?
Remitansi adalah sebuah proses pengiriman uang lintas negara yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Yuk, pelajari lebih di bawah ini!