Cara Terbaik Kirim Uang ke China: Update 2026!

China bukan hanya negara dengan diaspora terbesar di dunia, namun juga termasuk pusat tujuan perdagangan internasional. Oleh karena itu tidak heran jika arus remitansi ke negara ini cukup padat dan harus melewati sistem pemeriksaan yang ketat. 

Saat ini sudah cukup banyak layanan remitansi yang aman dan mampu terintegrasi baik dengan sistem keuangan di China yang tertutup. Namun, tidak semua mampu menawarkan kurs dan biaya transfer yang murah, proses transaksi yang mudah dan pengiriman yang cepat. 

Lalu apakah ada layanan yang mampu mengatasi permasalahan transaksi di atas? Yuk, kita ulas terlebih dahulu berbagai rekomendasi opsi pengiriman uang ke China di bawah ini.

Opsi Pengiriman Uang ke China yang Bisa Kamu Pilih

Layanan Remitansi Online

Layanan ini berbentuk website remitansi atau aplikasi, dan tersedia dalam 2 jenis kepemilikan, ada yang berasal dari bank melalui aplikasi mobile banking (seperti OCTO dari Bank CIMB Niaga), maupun non-bank melalui website dan aplikasi seperti Topremit.

Bertransaksi melalui layanan remitansi online cenderung jauh lebih efisien karena sistem digitalnya. Bahkan, karena prosesnya yang lebih sederhana dan menghemat sumber daya, biaya transfer layanan ini bisa jauh lebih murah daripada melalui cara konvensional. 

Berikut kelebihan dan kekurangan layanan remitansi online yang perlu kamu ketahui sebelum memilih opsi ini untuk mengirim uang ke China.

Kelebihan:

  • Biaya sangat rendah: Umumnya lebih murah karena tidak melewati jaringan SWIFT.
  • Kurs kompetitif: Menawarkan nilai tukar yang mendekati kurs tengah (mid rate).
  • Kecepatan real-time: Dana seringkali sampai dalam hitungan menit atau jam.
  • Kenyamanan 24/7: Transaksi bisa dilakukan kapan saja melalui smartphone tanpa perlu keluar rumah.

Kekurangan:

  • Ketergantungan teknologi: Membutuhkan koneksi internet yang stabil dan pemahaman aplikasi.
  • Limit pengiriman: Biasanya memiliki kesempatan transaksi harian/bulanan yang lebih terbatas/ketat dibandingkan bank.
  • Layanan mandiri: Tidak semua layanan memiliki tim Customer Support yang mudah dihubungi.

Transfer Melalui Bank 

Metode ini umum digunakan terutama untuk transaksi dalam bentuk USD. Kamu perlu datang di hari dan jam kerja untuk bisa bertransaksi. Ada beberapa formulir yang perlu diisi manual, jadi kalau kamu memilih opsi ini, wajib membekali diri dengan data informasi pengirim dan penerima yang detail. Proses pengiriman uang via layanan ini cenderung lebih lama karena melewati berbagai bank perantara, jadi biaya transfernya bisa lebih mahal untuk membayar administrasi di pihak bank perantara juga. 

Kalau kamu mau memilih opsi transfer melalui bank untuk mengirim uang ke China, ini dia beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu kamu ketahui.

Kelebihan:

  • Keamanan tinggi: Dianggap paling aman karena diatur ketat oleh otoritas keuangan pusat dan didukung infrastruktur perbankan yang stabil.
  • Limit nominal transfer bisa sangat besar: Cocok untuk pembayaran bisnis, pendidikan, atau pembelian aset dengan nominal tinggi.
  • Bukti Transaksi Resmi: Memberikan dokumentasi perbankan yang kuat untuk keperluan hukum atau perpajakan.

Kekurangan:

  • Biaya mahal: Ada biaya admin, biaya bank perantara (intermediary fee), dan markup kurs yang besar.
  • Proses transfer lambat: Pengiriman internasional bisa memakan waktu 2–5 hari kerja.
  • Kurang fleksibel: Seringkali mengharuskan nasabah datang ke kantor cabang pada jam kerja untuk transaksi tertentu.

Transfer Melalui Agen Remitansi 

Pilihan ini bisa kamu gunakan kalau ingin uang diterima dalam bentuk tunai. Untuk membuat transaksi, kamu bisa mengunjungi konter fisik agen remitansi seperti Western Union atau MoneyGram yang biasanya tersebar di banyak lokasi, mulai dari bank, kantor pos, hingga minimarket. Metode ini juga cocok jika penerima kamu tidak memiliki rekening bank atau berada di lokasi yang jauh dari jangkauan bank, sehingga membutuhkan uang diterima langsung secara tunai. 

Sebelum memilih opsi ini untuk mengirim uang ke China, berikut kelebihan dan kekurangan transfer melalui agen remitansi yang perlu kamu ketahui.

Kelebihan:

  • Opsi tunai: Memungkinkan pengirim membayar tunai dan penerima mengambil uang tunai tanpa perlu rekening bank.
  • Akses luas: Tersedia hingga ke daerah pelosok yang tidak terjangkau mesin ATM atau internet stabil.
  • Bantuan langsung: Petugas di lokasi dapat membantu mengisi formulir dan memproses transaksi secara langsung.

Kekurangan:

  • Biaya variatif & tinggi: Terkadang biaya admin lebih mahal dibandingkan versi online karena beban operasional kantor fisik.
  • Selisih kurs besar: Margin keuntungan dari nilai tukar seringkali tidak se-kompetitif platform online.
  • Risiko keamanan fisik: Membawa uang tunai dalam jumlah besar ke lokasi agen memiliki risiko keamanan pribadi.

Tabel Perbandingan Layanan Remitansi

Berikut perbandingan lengkap antara remitansi online, transfer bank, dan agen fisik:

Kriteria

Remitansi Online

Transfer Bank

Agen Remitansi

Biaya Transfer

Paling murah. Biaya transfer cenderung rendah dan transparan. 

Mahal: Ada biaya admin bank pengirim + biaya bank perantara.

Sedang - mahal: Tergantung lokasi dan kecepatan layanan.

Kecepatan Transfer

Sangat cepat: Mulai dari hitungan menit hingga maksimal 3 hari.

Lambat: 2 - 5 hari kerja (tergantung jaringan antarbank).

Instan: Bisa langsung diambil dalam hitungan menit.

Nilai Kurs

Layanan non-bank: Rendah, karena menggunakan kurs jual atau kurs tengah (real-time) dengan margin sangat tipis.

Layanan bank:
Tinggi, kursnya real-time namun mengambil markup yang tetap lebih tinggi dari layanan non-bank

Tinggi: Markup kurs cukup tinggi (selisih jauh dari kurs pasar).

Bervariasi: Biasanya lebih mahal dari kurs remitansi online.

Metode uang diterima

Rekening bank, e-wallet.

Rekening bank saja.

Rekening bank, pengambilan tunai

Akses layanan

Kapan saja (24/7) melalui aplikasi/website.

Di hari kerja bank saja

Terbatas di jam buka lokasi agen (kantor pos, minimarket, atau outlet).

Limit transfer

Bervariasi tiap platform, beberapa cukup untuk kebutuhan rutin, dan dapat dipakai untuk kebutuhan bisnis.

Cocok untuk transaksi dalam nominal miliaran

Terbatas (Biasanya khusus untuk kiriman personal/keluarga).

Layanan rekomendasi

Topremit, Wise

BNI, Mandiri

Western Union, MoneyGram

Cara Terbaik Kirim Uang ke China 

Setelah melihat berbagai opsi pengiriman uang di atas, dapat disimpulkan bahwa cara terbaik kirim uang ke China adalah dengan menggunakan layanan remitansi online non-bank yang sudah berlisensi resmi

Bukan hanya terjamin keamanannya, layanan remitansi online non-bank juga cenderung memiliki alur pengiriman uang yang jauh lebih singkat dan tidak membutuhkan banyak bank perantara, jadi tidak heran jika proses transaksinya lebih cepat dan biaya transfernya lebih murah, seperti layanan Topremit.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Kirim Uang ke China

Setelah memilih layanan remitansi yang tepat, langkah berikutnya adalah memahami ketentuan pengiriman uang ke China. Sebab, persyaratannya tidak hanya bergantung pada kelengkapan data, tetapi juga pada status penerima, baik Warga Negara China maupun Warga Negara Asing, serta metode pengiriman yang digunakan. Berikut ketentuan yang perlu kamu perhatikan:

  1. Isi Identitas Penerima yang Jelas

Saat mengisi detail transaksi, pastikan untuk memasukkan nama lengkap penerima sesuai yang terdaftar di rekening bank tujuan. 

  1. Bedakan Pengiriman ke Warga Negara China Berbeda dengan Pengiriman ke Warga Negara Asing

China sangat ketat dengan aturan Anti Money Laundering. Bukan hanya itu, penyebaran mata uang asing juga dijaga ketat oleh State Administration of Foreign Exchange (SAFE). Salah satu dari praktik tersebut diimplementasikan dengan membatasi uang yang bisa diterima warga negara China dan warga negara asing di China, jadi saat kamu kirim uang ke China ingat ketentuan di bawah ini:

  • Penerima Warga Negara China: Bisa menerima uang secara instan dalam Yuan (CNY) melalui metode Pre-Settlement ke bank atau e-wallet (Alipay/WeChat) dengan syarat memiliki kartu identitas Warga Negara China atau Mainland Travel Permit.
  • Penerima Warga Negara Asing: Bisa menerima uang via metode SWIFT yang lebih lambat (2-5 hari), memerlukan data kode SWIFT bank, dan penerima biasanya harus mengonversi mata uang secara manual di bank.
  1. Sediakan Dokumen Pendukung (Underlying)

Untuk pengiriman uang di atas limit transaksi tertentu atau untuk kebutuhan bisnis, wajib melampirkan invoice atau bukti transaksi yang sah seperti Sales Contract atau Packing List.

  1. Wajib Verifikasi Akun Penerima (KYC) untuk Transaksi ke Alipay/WeChat Pay

Penerima di China wajib sudah melakukan verifikasi identitas di aplikasi mereka (Alipay/WeChat Pay) dan harus melakukan konfirmasi saat uang akan masuk agar tidak tidak dinyatakan gagal/otomatis refund.

  1. Sesuaikan Tujuan Transaksi

Saat bertransaksi ke China, kita wajib memilih kategori transaksi yang tepat (seperti contohnya Gift for Family/Friend untuk keluarga atau Purchase goods & services untuk bisnis) agar tidak ditolak oleh otoritas keuangan China.

  1. Pastikan Penerima Transaksi Masih Dapat Menerima Dana

Pemerintah China membatasi setiap warga negaranya untuk menerima dana dari luar negeri maksimal setara USD 50,000/tahun. Jadi, pastikan penerima belum melewati batas tersebut sebelum kamu membuat transaksi.

  1. Masalah "Frozen Account" (Rekening Beku)

China sangat ketat dalam memantau pencucian uang. Kalau kamu menggunakan jasa perorangan/agen tidak resmi (black market) yang menggunakan rekening perantara mencurigakan, maka hal ini dapat menyebabkan rekening penerima dibekukan oleh polisi China.

Untuk terhindar dari masalah ini, cukup gunakan layanan resmi seperti Topremit yang sudah memiliki jalur legal langsung ke sistem keuangan di China agar rekening penerima tetap aman.

  1. Nama Penerima Harus Presisi (Pinyin vs Karakter)

Untuk transfer ke rekening bank biasanya nama wajib diinput dalam huruf Mandarin. Lalu, untuk transfer ke Alipay/WeChat, nama penerima diisi menggunakan nama Pinyin (huruf alfabet). Jangan gunakan singkatan saat memasukkan nama penerima. Jika di akunnya tertulis "Li Xiao Long", jangan tulis "L. Xiao Long".

  1. Jam Operasional & Hari Libur

China memiliki hari libur nasional yang panjang (seperti Libur Nasional Oktober atau Tahun Baru Imlek). Selama masa ini, proses transfer ke rekening bank akan mengalami keterlambatan. Selain itu, meskipun mengirimkan uang melalui aplikasi bisa dilakukan selama 24/7, proses masuknya dana ke rekening di China tetap mengikuti jam operasional bank setempat.

Jadi, pastikan untuk transfer uang jauh sebelum jadwal hari libur nasional di China. Selain itu, kalau mau tetap mengirim uang, kamu bisa memilih layanan yang menyediakan pengiriman ke e-wallet di China (Alipay/WeChat Pay).

Kenapa Topremit Jadi Pilihan Terbaik untuk Kirim Uang ke China?

Mengirim uang ke China memang punya tantangan tersendiri, mulai dari sistem pembayaran yang berbeda, regulasi ketat, hingga risiko transfer gagal. Karena itu, memilih layanan remitansi yang tepat jadi kunci.

Topremit hadir sebagai solusi karena sudah terintegrasi langsung dengan sistem keuangan di China, serta menawarkan proses yang lebih praktis, cepat, dan transparan. Berikut keunggulan utamanya:

1. Transfer Langsung ke Alipay & WeChat Pay

China adalah negara dengan penggunaan cashless terbesar di dunia. Mayoritas transaksi sehari-hari bahkan tidak lagi menggunakan rekening bank, melainkan e-wallet seperti Alipay dan WeChat Pay. Nah, layanan Topremit mendukung pengiriman langsung ke 2 e-wallet paling populer tersebut. 

  • Alipay: Bisa kirim uang ke akun e-wallet Alipay maupun ke rekening bank yang terhubung dengan Alipay. Topremit juga memiliki fitur scan QR untuk memudahkan pengisian data penerima.
  • WeChat Pay: Bisa kirim uang ke akun WeChat Pay atau ke rekening bank yang terhubung ke WeChat Pay.

2. Biaya Flat & Transparan

Topremit tidak mematok biaya transfer progresif. Berapapun nominal yang dikirim pengguna, biaya transfernya akan tetap sama tergantung opsi layanan yang dipilih.

3. Proses Pengiriman Cepat 

Topremit menyediakan beberapa pilihan layanan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kecepatan transfer kamu. Untuk pengiriman uang ke China, kamu bisa memilih opsi pengiriman instan agar uang kamu bisa sampai ke penerima dalam waktu 20 menit. Bahkan untuk opsi pengiriman lainnya, uang kamu paling lama tiba di hari yang sama sejak membuat transaksi.  

4. Lebih Aman & Minim Risiko Gagal

Sejak berdiri di tahun 2009, Topremit sudah dilisensi oleh Bank Indonesia. Proses transaksinya ke China juga menggunakan jalur resmi melalui mitra pembayaran yang terhubung dengan jaringan pembayaran lokal di China, sehingga mengurangi risiko transaksi ditolak, ditahan, atau rekening penerima dibekukan.

5. Mendukung Kebutuhan Bisnis

Ada 2 pilihan mata uang yang bisa kamu pilih untuk bertransaksi ke China dengan Topremit, yaitu CNY dan USD. Limit transaksinya juga termasuk besar untuk memenuhi kebutuhan membayar supplier atau partner bisnis kamu ke China. Untuk CNY, limit transaksi mencapai CNY 50,000 dan untuk USD mencapai USD 100,000.

Cara Kirim Uang ke China via Topremit

Layanan transfer internasional Topremit dapat kamu andalkan untuk kirim uang ke China karena kemudahan, kecepatan, dan keamanan transaksinya. Berikut cara praktis kirim uang ke China dengan Topremit: 

1) Download aplikasi Topremit melalui App Store/Play Store. Lalu, lakukan registrasi dan verifikasi akun.

2) Pilih China sebagai negara tujuan dan masukkan nominal yang ingin dikirim.

3) Pilih layanan yang tersedia sesuai kebutuhan kamu, kemudian masukkan data penerima dengan benar.

4) Lengkapi detail tambahan lalu klik ‘Lanjutkan’. Seluruh detail transaksi akan ditampilkan dengan jelas sehingga kamu bisa memastikan data yang diisi sudah sesuai.

5) Terakhir, lakukan pembayaran dan uang kamu siap dikirim! 

Mudah kan cara pakainya? Yuk, bikin transaksi kamu jadi lebih nyaman ke China dengan Topremit.

FAQ

1) Apa bedanya CNY, RMB, dan CNH?

RMB adalah nama mata uangnya. CNY adalah kurs untuk transaksi di dalam China, sedangkan CNH adalah kurs untuk transaksi di luar China (lepas pantai).

2) Berapa lama uang sampai?

  • Topremit: bisa sampai dalam 20 menit hingga di hari yang sama.
  • Transfer via Bank: umumnya membutuhkan 2-5 hari kerja.

3) Berapa biaya transfer ke China?

Mulai dari IDR 100,000 (flat) di Topremit. Tapi, pada beberapa layanan biasanya masih memiliki biaya admin, selisih kurs (markup), dan biaya bank perantara (untuk SWIFT).

4) Bisa kirim uang ke Alipay atau WeChat Pay?

Bisa, jika menggunakan aplikasi remitansi khusus (seperti Topremit). Bank biasa umumnya hanya bisa ke rekening bank.

5) Berapa limit transaksi ke China?

Penerima individu di China dibatasi maksimal USD 50,000/tahun. Per transaksi aplikasi biasanya dibatasi CNY 50,000.

Referensi

Read more

10 Negara yang Menjadi Tujuan Remitansi Terbesar di Dunia
Kenali 10 negara yang menjadi tujuan remitansi terbesar di dunia saat ini dan faktor pendorongnya di sini.
Apa Itu Remitansi?
Remitansi adalah sebuah proses pengiriman uang lintas negara yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Yuk, pelajari lebih di bawah ini!