Mau Kirim Uang ke Jepang? Ini Dia Cara Terbaiknya (Update 2026)
Dengan berkembangnya zaman, proses kirim uang ke Jepang kini tidak lagi memakan waktu berhari-hari. Bahkan, cukup dengan klik-klik di layar ponsel, uang kamu sudah bisa segera ditransfer ke Jepang.
Namun, agar transaksi tetap aman dan lancar, kamu perlu memahami cara kerja layanan yang digunakan, biaya transfer, hingga izin resminya. Yuk, simak cara kirim uang ke Jepang yang praktis, cepat, dan aman di artikel ini.
3 Metode Populer Kirim Uang ke Jepang & Alasannya
Kirim uang ke Jepang dari Indonesia bisa dilakukan melalui berbagai opsi layanan. Berikut beberapa layanan populer yang bisa kamu pilih.
Layanan Remitansi Online
Layanan remitansi online merupakan layanan pengiriman uang berbasis teknologi (Fintech) baik dalam bentuk website maupun aplikasi. Ada 2 tipe kepemilikan layanan remitansi online ini, ada yang milik bank (contohnya Wondr oleh Bank BNI, OCTO oleh CIMB) dan ada non-bank (seperti Topremit dan Wise). Layanan remitansi online ini adalah pilihan paling efisien karena dapat diakses 24/7 dan pengguna tidak perlu pergi ke bank untuk bertransaksi. Semua ada dalam satu platform.
Berikut kelebihan dan kekurangan layanan remitansi online yang perlu kamu ketahui sebelum memilih opsi ini untuk mengirim uang ke Jepang.
Kelebihan:
- Biaya sangat terjangkau: Pada umumnya lebih hemat karena tidak melalui jaringan SWIFT.
- Kurs yang kompetitif: Menawarkan nilai tukar yang mendekati kurs tengah (mid rate).
- Transaksi nyaris real-time: Uang bisa tiba hanya dalam hitungan menit atau beberapa jam saja.
- Bisa transaksi kapan saja: Prosesnya bisa dilakukan 24/7 langsung dari smartphone, tanpa perlu keluar rumah.
Kekurangan:
- Bergantung pada teknologi: Membutuhkan koneksi internet yang stabil serta kemampuan dasar dalam menggunakan aplikasi.
- Limit transaksi lebih ketat: Pada beberapa platform ada batas pengiriman harian maupun bulanan yang lebih terbatas dibandingkan bank konvensional.
- Layanan mandiri: Tidak semua platform memiliki tim Customer Support yang mudah dihubungi saat ada kendala.
Transfer Melalui Bank
Transfer melalui bank bisa jadi pilihan kalau kamu ingin mengirim USD dalam jumlah besar ke Jepang. Namun, prosesnya biasanya harus dilakukan langsung di kantor cabang saat jam operasional bank, yaitu Senin-Jumat sekitar pukul 08:00-15:00. Saat membuat transaksi, kamu perlu mengisi formulir berisi nominal dana, tujuan transfer, data penerima, dan kode bank tujuan. Karena itu, pastikan semua data pengirim dan penerima sudah lengkap sebelum datang ke bank.
Perlu diingat, transfer lewat bank biasanya memakan waktu lebih lama karena dana harus melewati beberapa bank perantara. Biayanya juga bisa lebih tinggi karena ada kemungkinan dikenakan biaya tambahan dari bank perantara.
Kalau kamu mau memilih opsi transfer melalui bank untuk mengirim uang ke Jepang, ini dia beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu kamu ketahui.
Kelebihan:
- Transaksi terjamin aman: Salah satu opsi paling aman karena berada di bawah pengawasan otoritas keuangan dan memiliki sistem perbankan yang kuat.
- Memiliki limit pengiriman yang besar: Sesuai untuk kebutuhan transfer bernilai tinggi, seperti pembayaran transaksi bisnis atau pembelian aset.
- Bukti transaksi resmi: Menyediakan dokumen transaksi dari bank yang bisa digunakan untuk kebutuhan hukum maupun perpajakan.
Kekurangan:
- Biaya lebih mahal: Bank cenderung mengenakan berbagai macam biaya seperti administrasi, bank perantara (intermediary fee), serta markup kurs yang tinggi.
- Proses lebih lambat: Transaksi ke luar negeri melalui bank umumnya membutuhkan waktu sekitar 2-5 hari kerja.
- Kurang fleksibel: Nasabah perlu datang langsung ke kantor cabang bank pada jam operasional untuk membuat transaksi.
Transfer Melalui Agen Remitansi
Pilihan ini cocok jika kamu ingin uang diterima dalam bentuk tunai. Kamu bisa mengunjungi konter fisik agen remitansi seperti Western Union atau MoneyGram yang tersebar di berbagai lokasi dari bank, kantor pos, hingga minimarket untuk bertransaksi. Di sisi penerima, konter pengambilan di Jepang juga cukup banyak tersedia di convenience store seperti 7-Eleven dan FamilyMart yang bermitra dengan layanan tertentu.
Sebelum memilih opsi ini untuk mengirim uang ke Jepang, berikut kelebihan dan kekurangan transfer melalui agen remitansi yang perlu kamu ketahui.
Kelebihan:
- Bisa pakai tunai: Pengirim dapat membayar secara tunai, dan penerima langsung mengambil uang tanpa perlu memiliki rekening bank dengan datang ke agen pembayaran menunjukkan ID Card/Zairyu Card (di Jepang).
- Jangkauan luas: Tersedia hingga ke pelosok daerah yang belum terjangkau ATM maupun internet yang memadai.
- Dibantu petugas langsung: Staf di lokasi siap membantu mengisi formulir dan memproses transaksi di tempat.
Kekurangan:
- Biaya bervariasi dan cenderung lebih tinggi: Biaya administrasi bisa lebih mahal dibanding layanan online karena adanya beban operasional kantor fisik.
- Selisih kurs kurang kompetitif: Margin dari nilai tukar yang ditawarkan biasanya tidak sebaik platform digital.
- Risiko keamanan fisik: Membawa uang tunai dalam jumlah besar ke lokasi agen menyimpan risiko keamanan yang perlu diwaspadai.
Tabel Perbandingan Layanan
Berikut perbandingan lengkap antara remitansi online, transfer bank, dan agen fisik untuk pengiriman uang ke Jepang:
| Kriteria | Remitansi Online | Transfer Bank | Agen Remitansi |
|---|---|---|---|
| Biaya Transfer | Paling terjangkau, biaya cenderung rendah dan transparan tanpa biaya tersembunyi. | Cukup mahal, mencakup biaya admin bank pengirim ditambah biaya bank perantara. | Sedang-mahal, tergantung lokasi konter dan jenis layanan yang dipilih. |
| Kecepatan Transfer | Sangat cepat, bisa tiba dalam hitungan menit s/d 3 hari. | Relatif lambat, proses pengiriman internasional membutuhkan 2-5 hari kerja tergantung jaringan antarbank. | Cukup cepat, penerima bahkan bisa mengambil uangnya dalam hitungan menit setelah transaksi berhasil. |
| Nilai Kurs |
Kompetitif untuk layanan non-bank, menggunakan kurs jual atau kurs tengah real-time dengan margin yang sangat tipis.
Sedikit lebih tinggi untuk layanan berbasis bank, meski kursnya tetap real-time. |
Kurang kompetitif, kurs memang real-time, namun markup yang dikenakan tetap lebih besar dibanding layanan non-bank. | Paling tidak kompetitif, markup kurs cukup tinggi dengan selisih yang jauh dari kurs pasar. Besarannya pun bervariasi tergantung lokasi agen. |
| Metode Penerimaan | Rekening bank atau e-wallet. Beberapa layanan tertentu juga mendukung pengambilan tunai. | Rekening bank saja. | Rekening bank atau pengambilan tunai langsung di konter. |
| Akses Layanan | Fleksibel 24/7, bisa dilakukan kapan saja lewat smartphone atau laptop. | Terbatas pada hari dan jam kerja bank. | Terbatas pada jam buka lokasi agen, seperti kantor pos, minimarket, atau outlet mitra. |
| Limit Transfer | Bervariasi tiap platform, sebagian besar cukup untuk kebutuhan rutin hingga transaksi bisnis. | Paling tinggi, ideal untuk transaksi bernominal besar hingga miliaran rupiah. | Terbatas, umumnya lebih cocok untuk kiriman personal atau keluarga. |
| Layanan Rekomendasi | Topremit, Wise | BNI, Mandiri | Western Union, MoneyGram |
Opsi Terbaik Transfer Uang ke Jepang
Dari berbagai opsi pengiriman uang di atas, dapat disimpulkan bahwa cara terbaik kirim uang ke Jepang adalah melalui layanan remitansi online non-bank. Layanan remitansi online non-bank cenderung memiliki alur pengiriman uang yang jauh lebih singkat karena sistemnya lebih canggih dan tidak membutuhkan banyak bank perantara, jadi tidak heran jika proses transaksinya lebih cepat dengan biaya transfer lebih ringan.
Namun, meskipun cepat, kamu perlu memastikan apakah layanan yang kamu pilih aman atau tidak. Cukup cek status lisensi dari Bank Indonesia di layanan remitansi yang kamu pilih apakah sudah berizin sebagai penyelenggara transfer dana atau tidak melalui website Bank Indonesia.
Aplikasi remitansi online yang sudah berlisensi resmi, biasanya telah melewati proses uji sistem untuk memperoleh izin resmi dengan memastikan pengiriman uang berjalan lancar ke tujuan transaksi, contohnya seperti Topremit.
Syarat Kirim Uang ke Jepang agar Terhindar dari Terlambat Transfer
Sistem perbankan Jepang terkenal ketat dan tidak toleran terhadap data yang tidak lengkap atau salah. Beda dengan transfer ke negara lain yang relatif simpel, kirim uang ke Jepang butuh informasi yang lebih spesifik. Ini beberapa syarat yang wajib kamu siapkan:
- Format Rekening 3-7
Nomor rekening bank Jepang terdiri dari dua bagian: 3 digit kode cabang (Tenpo Bango) dan 5-8 digit nomor rekening. Keduanya wajib diisi, tanpa kode cabang, uang tidak akan sampai meski nomor rekeningnya benar.
- Jenis Rekening
Kamu harus tahu jenis rekening penerima yang akan jadi tujuan transaksi kamu. Salah pilih jenis rekening bank bisa membuat transaksi kamu ke Jepang ditolak secara otomatis. Jadi pastikan memilih rekening:
- Futsuu (普通) untuk transaksi reguler seperti bayar kebutuhan pribadi maupun supplier bisnis kecil hingga menengah.
- Touza (当座): untuk pengiriman dengan rekening Giro, biasanya untuk transaksi formal/perusahaan.
- Penulisan Nama Penerima
Sistem kliring Jepang (Zengin) hanya mengenal nama dalam huruf Katakana. Meskipun begitu pada beberapa layanan remitansi dapat menerima nama rekening penerima dalam bentuk alfabet. Hal yang paling penting adalah ikuti aturan penulisan yang disarankan pada layanan remitansi dan tidak salah menulis nama penerima.
- Penulisan Alamat Penerima
Saat mengirim uang ke Jepang, alamat penerima wajib diisi lengkap sesuai aturan layanan remitansi yang berlaku. Jika alamat tidak lengkap bisa berisiko membuat transaksi kamu ditolak atau mengalami kendala saat diproses.
Alamat juga harus ditulis dengan huruf Latin atau Romaji, bukan Kanji, Hiragana, atau Katakana. Isi alamat wajib mencakup:
- Provinsi/Prefektur: Pilih nama prefektur (misalnya Tokyo Prefecture atau Osaka-fu).
- Kota/Distrik: Pilih kota (shi), distrik (ku), kota kecil(machi), atau desa(mura).
- Alamat jalan: Isi nomor lengkap chōme-ban-gō dan nama area.
- Detail gedung/unit: Isi dengan nama gedung, nomor lantai, dan nomor unit/ruangan (jika ada).
- Kode pos: Isi kode pos 7 digit dengan format NNNNNNN (hanya angka).
- Limit Transfer & Dokumen Pendukung
Mengikuti PBI No. 21/15/PBI/2019, pengiriman di atas USD 100,000 wajib dilengkapi dokumen pendukung seperti invoice biaya pendidikan, kontrak kerja, atau tagihan rumah sakit. Untuk platform digital seperti Topremit, biasanya ada limit per transaksi. Kalau perlu kirim lebih dari itu, siapkan bukti sumber dana seperti slip gaji atau mutasi rekening.
- Tujuan Transaksi
Agar transaksi kamu lebih mudah diproses, pastikan untuk mengisi tujuan transaksi yang lebih spesifik seperti “Living Expenses”, “Education Fee”, atau “Business Payment”.
Tujuan yang terlalu umum bisa membuat proses pengecekan menjadi kurang jelas, terutama jika transaksi membutuhkan verifikasi tambahan. Biasanya, di platform digital sudah tersedia berbagai opsi, jadi kamu tinggal pilih sesuai kebutuhan kamu saja.
Tips Agar Transaksi ke Jepang Tiba Lebih Cepat
Ini dia beberapa hal yang perlu kamu ikuti agar bisa menikmati transaksi cepat ke Jepang:
- Verifikasi akun dari jauh-jauh hari
Jangan baru daftar aplikasi saat sudah mendekati deadline kirim uang. Proses verifikasi KTP dan liveness check di platform online bisa memakan waktu hingga 1x24 jam. Jadi, selesaikan verifikasi sebelum mendekati deadline transaksi supaya akun kamu sudah siap pakai kapanpun dibutuhkan.
- Pakai remitansi online, bukan metode konvensional
Transfer lewat bank konvensional apalagi via jaringan SWIFT bank bisa memakan waktu 2-5 hari kerja karena harus melewati beberapa bank koresponden di tengah jalan. Tapi, kalau dengan aplikasi remitansi online seperti Topremit, proses pengirimannya bisa lebih singkat dan tiba di hari yang sama langsung ke rekening penerima di Jepang.
- Selesaikan transaksi sebelum waktu cut-off
Waktu cut-off adalah batas waktu penerimaan transaksi yang ditentukan oleh layanan pengiriman uang agar transaksi bisa diproses sesuai estimasi waktu tiba.
Contohnya, layanan Bank Transfer (Mode Normal) Topremit ke Jepang punya waktu cut-off di pukul 08:30 (GMT+7) agar uang tiba di hari yang sama. Jika pembayaran dilakukan setelah lewat waktu cut-off tersebut, misalnya pukul 09:30 (GMT+7) maka uang akan dikirim dan tiba pada hari kerja berikutnya.
Cara Kirim Uang ke Jepang dengan Cepat (Step-by-Step)
Layanan remitansi digital seperti Topremit dapat kamu andalkan untuk kirim uang ke Jepang karena kemudahan, kecepatan dan keamanan transaksinya.
Berikut cara praktis kirim uang ke Jepang dengan Topremit:
1) Download aplikasi Topremit melalui App Store/Play Store. Lalu, lakukan registrasi dan verifikasi akun.
2) Pilih Jepang sebagai negara tujuan dan masukkan nominal yang ingin dikirim.
3) Pilih layanan yang tersedia sesuai kebutuhan kamu, kemudian masukkan data penerima dengan benar.
4) Lengkapi detail tambahan lalu klik ‘Lanjutkan’. Seluruh detail transaksi akan ditampilkan dengan jelas sehingga kamu bisa memastikan data yang diisi sudah sesuai.
5) Terakhir, lakukan pembayaran dan uang kamu siap dikirim!
Mudah kan cara pakainya? Yuk, bikin transaksi kamu jadi lebih nyaman ke Jepang dengan Topremit.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah ada batasan jumlah pengiriman ke Jepang?
Ada, maksimal pengiriman setara USD 100,000/transaksi. Kalau lebih dari nominal tersebut biasanya memerlukan dokumen pendukung seperti invoice atau bukti sumber dana.
2. Apa yang harus dilakukan jika uang tidak sampai?
Periksa kembali detail transfer kamu. Jika ada kesalahan (misalnya kode cabang), segera hubungi customer support layanan remitansi untuk pelacakan transaksi.
3. Apakah bisa kirim uang ke bank digital Jepang?
Bisa. Bank seperti Rakuten Bank, Minna no Bank, dan sejenisnya umumnya sudah didukung oleh layanan remitansi online modern seperti Topremit.
Referensi
- Peran Izin Penyelenggara Transfer Dana untuk Jasa Remitansi | Topremit
- Daftar Lembaga Berizin | Bank Indonesia
- Mengirim Uang ke Jepang | Help Topremit
- Peraturan Bank Indonesia Nomor 21/15/PBI/2019 Tahun 2019 | Database Peraturan BPK
- Mengirim Uang ke Jepang | Help Topremit
- Bagaimana Cara Mengisi Informasi Bank Dengan Lengkap Untuk Mengirim Uang ke Jepang? | Help Topremit
- Bagaimana penulisan alamat penerima untuk mengirim uang ke Jepang? | Help Topremit
- Smart Remittance | BNI
- Business Payments in Local and Foreign Currencies | OCBC
- Transfer Valas ke Bank Lain via myBCA | BCA