Edisi 2026: 10 Rekomendasi Produk Impor Terlaris di Indonesia

Ingin mulai usaha impor? Simak 10 rekomendasi produk impor terlaris di Indonesia beserta tips menghemat biaya transfer bisnis.

Interior pusat belanja dengan rak tinggi berisi kardus dan berbagai produk impor.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Januari - Oktober 2025, produk impor di Indonesia masih didominasi oleh bahan baku, barang modal, dan energi. Secara total, nilai impor nasional tercatat sudah mencapai USD 21.84 miliar, naik sekitar 1.15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Struktur ini mencerminkan kuatnya kebutuhan industri dan pembangunan jangka panjang di Indonesia.

Jika ditarik ke level pasar ritel dan konsumsi harian, gambaran yang muncul jadi lebih beragam. Tren penjualan di e-commerce dan media sosial menunjukkan bahwa produk dengan pergerakan paling aktif justru berasal dari kategori-kategori yang cepat mengikuti tren dan dibutuhkan dalam keseharian.

Nah, dari kedua sumber data tersebut, kami berhasil mengumpulkan 10 rekomendasi produk impor untuk kamu yang berencana memulai usaha impor atau mengembangkan usaha kamu. Rekomendasi ini yang tidak hanya disusun berdasarkan data impor nasional, tetapi juga dikombinasikan dengan tren konsumsi digital dan pola belanja masyarakat belakangan ini.

10 Produk Impor Terlaris untuk Bisnis Kamu  

Produk-produk impor di bawah ini disusun mulai dari produk yang ramah importir pemula hingga produk yang cocok bagi importir berpengalaman. 

1. Fashion & Aksesori

Deretan pakaian berbagai model dan warna tergantung rapi di hanger kayu pada rak toko pakaian.

Produk fashion adalah jenis produk yang tidak akan pernah sepi pembeli. Bahkan menurut Databoks Katadata, produk fashion selalu duduk di posisi teratas sebagai produk dengan volume penjualan tertinggi di marketplace Indonesia. Jenis produk ini memiliki perputaran produk yang sangat cepat dan modelnya mudah mengikuti tren global.

Margin keuntungan dari impor produk fashion juga besar, lho! Apalagi variasinya sangat banyak dan konsumen sering membeli lebih dari satu item sekaligus. Produk ini sangat ideal untuk pengusaha UMKM atau penjual baru yang ingin masuk ke dunia impor tanpa modal besar. 

2. Produk Kecantikan & Perawatan Diri

Beberapa produk makeup seperti eyeshadow, lip cream, eyeliner, dan foundation ditata di atas permukaan putih.

Di Indonesia, produk kecantikan selalu jadi salah satu produk yang diincar masyarakat. Jadi, tidak heran jika hal itu membuat Indonesia menjadi salah satu pasar kosmetik terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, tren belanja produk skincare hingga parfum juga tetap kuat di antara berbagai produk kecantikan lain, terutama dengan maraknya konten review di media sosial yang mendukung persebaran informasi lebih luas. Karena sifatnya yang selalu dibutuhkan target pasar, tidak heran jika pertumbuhannya mencapai 204,5% di e-commerce.

Dilihat dari data tersebut, produk kecantikan memiliki prospek jangka panjang yang sangat baik. Tapi ingat, kamu perlu memperoleh izin BPOM terlebih dahulu agar semua produk kosmetik dan skincare impor kamu bisa dipasarkan secara resmi di Indonesia.

3. Peralatan Rumah Tangga

Seorang perempuan sedang meletakkan robot vacuum impor di lantai dalam ruangan rumah modern.

Mulai dari peralatan dapur hingga peralatan kebersihan selalu menjadi produk yang dicari masyarakat Indonesia. Bukan hanya itu, bahkan dengan mulai meningkatnya kebutuhan masyarakat akan gaya hidup praktis, kategori produk modern terus meningkat. 

Contoh produk yang makin banyak dicari adalah vacuum cleaner dan air fryer. Selain itu, produk smart home yang ramah lingkungan seperti solar technology semakin diminati karena rendah emisi karbon.

Yang membuat kategori ini semakin menarik adalah tren e-commerce yang membuat produk-produk elektronik mudah viral dan cepat terjual. Modal yang dibutuhkan juga tidak sebesar impor mesin atau alat industri, sehingga cocok untuk importir pemula. Tapi, perlu kamu tahu untuk mengimpor produk-produk ini membutuhkan sertifikat seperti SNI atau sertifikasi keselamatan listrik sebelum boleh dipasarkan secara resmi di Indonesia.

4. Perlengkapan Elektrik & Elektronik

Berbagai produk gadget dan elektronik impor disusun rapi di atas meja putih.

Usaha perlengkapan elektrik tidak akan pernah mati. Apalagi sejumlah produk elektrik lagi gencarnya diminati masyarakat Indonesia, terutama motor listrik. Di tahun 2025 saja, nilai impor jenis produk ini mendekati USD 26 miliar

Selain kebutuhan industri, popularitas elektronik kecil seperti TWS, charger, LED strip, dan gadget aksesoris menjadikan kategori ini juga dominan di e-commerce

Untuk mengimpor produk ini, pastikan kamu memilih produk yang sudah terjamin aman dari negara asalnya. Oiya, produk elektronik membutuhkan izin impor khusus juga seperti Persetujuan Impor (PI), Laporan Surveyor (LS), dan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk memastikan produk layak secara keamanan dan kualitas ke pasar Indonesia.

5. Kendaraan & Suku Cadang

Area bengkel otomotif dengan rak berisi berbagai suku cadang kendaraan dan mobil di latar belakang.

Dengan meningkatnya populasi masyarakat, peningkatan kebutuhan terhadap kendaraan juga berbanding lurus. Maka dari itu per Oktober 2025, nilai impor kendaraan sudah mencapai USD 9,1 miliar, yang menjadikannya sebagai salah satu kategori impor terbesar di pasar Indonesia.

Di sisi e-commerce, suku cadang motor dan mobil juga termasuk produk yang laris manis dan akan menerima repeat order yang tinggi. Hal itu didorong tren masyarakat sekarang yang sering memodifikasi kendaraan. Contoh produk yang selalu laris manis tentunya lampu LED motor, selanjutnya ada part aftermarket, spion, cover handle, dan aksesoris kabin.

6. Plastik & Barang dari Plastik

Tumpukan wadah plastik impor berwarna oranye dengan label produk di dalam keranjang toko.

Plastik merupakan salah satu bahan baku yang penting dalam industri di Indonesia. Bahkan hingga saat ini, total nilai impor plastik dan turunannya telah mencapai USD 8,6 miliar. Meskipun penggunaan plastik mulai dibatasi, tapi produk ini memang masih akan dibutuhkan dalam jangka panjang, terutama untuk sektor F&B, elektronik, otomotif, dan produk rumah tangga.

Di pasar UMKM, container storage, organizer, dan perlengkapan home-living dari plastik sering jadi best-seller, lho! Tapi perlu diingat, saat kamu memilih untuk impor produk ini, tetaplah bertanggung jawab dalam mengelola limbah plastik dari kegiatan usaha kamu, ya.

7. Bahan & Produk Kimia

Peralatan laboratorium seperti tabung reaksi, gelas ukur, dan labu berisi cairan warna-warni di atas meja.

Komoditas bahan kimia juga menjadi salah satu penyumbang impor terbesar Indonesia, dengan nilai gabungan lebih dari USD 9,4 miliar. Produk kimia organik dan turunan kimia lainnya biasanya diimpor sebagai bahan baku di berbagai sektor industri besar, sehingga permintaannya nyaris tidak pernah turun.

Modal yang perlu kamu siapkan untuk mengimpor produk ini lumayan besar karena termasuk kategori barang lartas (larangan/terbatas) dan membutuhkan sejumlah proses perizinan agar bisa masuk ke pasar Indonesia. Namun, tidak dipungkiri, target pasar untuk produk ini cukup luas dan berskala besar, seperti perusahaan tekstil dan pewarna, industri farmasi (obat dan suplemen), kosmetik, produksi plastik dan resin, hingga industri makanan.

8. Besi & Baja

Tumpukan besi siku dan material baja impor disusun rapi di area penyimpanan luar ruangan.

Besi dan baja adalah komoditas penting, terutama di Indonesia yang masih gencar melakukan proyek pembangunan infrastruktur, kawasan tempat tinggal, hingga gorong-gorong. Nilai impornya masih stabil, bahkan mencapai USD 7,7 miliar

Produk impor dalam kategori ini biasanya berbentuk bahan baku seperti coil, lembaran baja, pipa baja, hingga struktur siap rakit. Untuk kamu yang tertarik masuk bisnis impor ini, perputaran modalnya memang besar, tapi permintaannya juga stabil. Target pasarnya juga luas dan berskala besar, mulai dari perusahaan kontraktor, developer properti, manufaktur mesin, sampai industri otomotif. 

Nah, untuk memulai impor produk ini, pastikan kamu telah memahami regulasi impornya ya, terutama pada produk baja tertentu membutuhkan SNI dan standar keselamatan penggunaannya di Indonesia.

9. Mesin & Peralatan Mekanis

Seseorang mengoperasikan mesin planer impor untuk meratakan permukaan papan kayu di workshop.

Mesin dan peralatan mekanis selalu jadi komoditas impor terbesar Indonesia. Nilai impornya bahkan pernah mencapai lebih dari USD 30 miliar di tahun 2025. Karena kebanyakan produk ini merupakan alat berat yang membutuhkan asuransi hingga izin khusus PI (Persetujuan Impor) maupun SNI (Standar Nasional Indonesia), maka kamu perlu menyediakan modal yang lumayan besar untuk mengimpor barang-barang ini. 

Untuk target pasar, kamu bisa menawarkan produk ini pada berbagai usaha yang memiliki pabrik seperti pabrik manufaktur, industri makanan dan minuman, konstruksi, logistik, hingga perusahaan pengolahan hasil bumi. Contoh produk yang sering dibutuhkan adalah mesin pengemasan, mesin pendingin, conveyor, dan kompresor.

10. Hasil Minyak & Energi

Anjungan minyak lepas pantai dan kapal pendukung di tengah laut pada siang hari.

Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan bakar minyak dan energi. Nilai impor hasil minyak saja masih tinggi, bahkan mencapai USD 18.9 miliar tahun 2025 (berdasarkan data BPS).

Permintaan energi naik setiap tahun karena pertumbuhan kendaraan, industri yang berkembang, dan populasi penduduk yang besar. Oleh karena itu industri ini masih terus berkembang untuk waktu yang lama hingga waktunya digantikan oleh energi terbarukan. 

Kalau kamu siap memulai usaha ini, pastikan kamu memiliki lisensi yang cukup untuk mengimpor produk energi dari luar negeri, seperti Persetujuan Impor (PI) dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu produk yang sering diimpor adalah bitumen, bahan untuk membuat aspal.

Tips Hemat Transaksi Impor ke Luar Negeri

Seseorang memegang ponsel yang menampilkan halaman transfer internasional di aplikasi Topremit.

Memang untuk berbisnis impor bukan hanya membutuhkan perhitungan yang tepat dan matang untuk modal yang dikeluarkan, tapi juga wajib cermat memilih cara terbaik untuk memperoleh keuntungan besar dengan usaha sekecil mungkin. Dengan mencari supplier tangan pertama yang murah dan tepercaya hingga mencari layanan kirim uang ke luar negeri yang aman dan terjangkau akan membantu kamu menghemat pengeluaran yang cukup besar. 

Contohnya saja jika kamu memilih aplikasi Topremit untuk membantu kirim uang dari Indonesia ke luar negeri, kamu tidak perlu membayar biaya transfer ke luar negeri dalam jumlah besar. Karena dengan biaya transfer puluhan ribu rupiah saja dan pastinya flat, uang kamu sudah bisa sampai ke rekening penerima di luar negeri dalam hitungan menit. 

Tertarik cobain Topremit? Yuk, download aplikasinya.

Referensi

Read more

Apa itu Importir? Pengertian, Contoh dan Peraturannya
Apa itu importir? Yuk, pelajari pengertian, jenis, syarat, hingga tantangan dalam berbisnis impor di sini.
Tips Memulai Bisnis Impor Untuk Pemula ala Topremit
Mau memulai bisnis impor? Yuk, pelajari tips memilih produk, supplier, pengiriman, hingga alur regulasi impor dengan mudah di sini.
Apa Itu Remitansi?
Remitansi adalah sebuah proses pengiriman uang lintas negara yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Yuk, pelajari lebih di bawah ini!