Top 8 Negara Asal Ekspatriat Terbanyak di Indonesia: Insight Penting Untuk Bisnis Kamu

Menurut data dari Kementerian Ketenagakerjaan yang dirangkum oleh Databoks Katadata, hingga akhir 2024, jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia tercatat mencapai 183,964 orang. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan gambaran nyata peluang pasar ekspatriat yang terus berkembang di Indonesia. 

Data kami juga didukung dari hasil survey Expat Insider 2024 dari InterNations yang menempatkan Indonesia di posisi ke-3 dari 53 negara tujuan ekspatriat. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dinilai tidak hanya menarik untuk destinasi bekerja, tetapi juga cukup nyaman untuk ditinggali. Karena itu, daftar 8 negara asal ekspatriat pekerja terbesar di Indonesia berikut ini penting untuk dicermati, terutama bagi pelaku bisnis yang ingin memahami kebutuhan dan preferensi segmen ini dengan lebih tepat.

8 Negara Penyumbang Ekspatriat Terbanyak di Indonesia Beserta Profil Sosialnya

China

Menurut Databoks Katadata, ekspatriat asal China mendominasi jumlah tenaga kerja asing di Indonesia dengan angka mencapai 101,953 orang dari total 183,964 tenaga kerja asing (TKA). Tingginya angka ini sangat berkaitan dengan masifnya investasi China dalam proyek strategis nasional di Indonesia, terutama yang bersifat infrastruktur dan industri, contohnya seperti berbagai proyek di Kawasan Industri Konawe (Sulawesi Tenggara) dan proyek pembuatan baterai kendaraan listrik oleh perusahaan Harita Nickel (Maluku Utara). 

Kehadiran mereka juga dilatarbelakangi banyaknya proyek yang menggunakan mesin dan teknologi langsung dari China dengan instruksi berbahasa Mandarin dan spesifikasi khusus. Ditambah lagi, skema investasi dari China biasanya turnkey project, dimana investor membawa modal, teknologi, hingga tenaga ahli sekaligus untuk memastikan proyek selesai tepat waktu sesuai perjanjian. Jadi TKA dari China mendominasi jumlah ekspatriat, namun pada proyek tertentu, mereka tidak diperbolehkan tinggal lebih dari 6 bulan.

Jepang

Berbeda dengan tenaga kerja berbasis proyek seperti China, kehadiran ekspatriat Jepang cenderung lebih stabil dan berorientasi jangka panjang. 

Di Indonesia jumlah ekspatriat Jepang di Indonesia mencapai sekitar 14,982 orang. Dominasi mereka sangat terlihat di sektor manufaktur dan otomotif, di mana perusahaan seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, dan Suzuki menjadi perusahaan utama asal Jepang yang mengundang kedatangan para ekspatriat. Untuk menjaga standar global, perusahaan Jepang biasanya mendatangkan tenaga ahli langsung dari negara asal, terutama dalam bidang produksi, quality control, dan manajemen operasional. Selain itu, mereka juga aktif di sektor perbankan (MUFG, SMBC) dan infrastruktur seperti MRT Jakarta serta pelabuhan Patimban.

Korea Selatan

Indonesia menjadi salah satu tujuan utama ekspansi industri Korea Selatan di Asia Tenggara, khususnya pada sektor teknologi tinggi dan industri masa depan. Hal ini turut mendorong meningkatnya jumlah ekspatriat Korea Selatan di Indonesia yang kini mencapai sekitar 12,948 orang.

Salah satu pendorong utama kedatangan mereka di Indonesia adalah pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV), di mana perusahaan seperti Hyundai membangun fasilitas produksi mobil listrik dan baterai. Selain itu, investasi besar juga hadir di sektor baja (POSCO) dan petrokimia (Lotte Chemical) yang membutuhkan tenaga ahli dari Korea.

Di luar industri berat, ekspatriat Korea juga aktif di sektor manufaktur elektronik, konstruksi, hingga industri kreatif dan lifestyle.

India

Seiring berkembangnya ekonomi digital Indonesia, kebutuhan tenaga ahli di bidang teknologi dan manajemen juga terus meningkat. Hal ini turut mendorong bertambahnya jumlah ekspatriat India di Indonesia hingga sekitar 9,388 orang.

India dikenal sebagai salah satu pusat talenta IT global, sehingga banyak perusahaan startup dan multinasional di Indonesia merekrut tenaga ahli dari sana. Posisi yang biasanya mereka isi antara lain seperti software engineer, data scientist, hingga konsultan teknologi dengan keunggulan standar global dan biaya yang lebih kompetitif dibanding tenaga ahli negara Barat.

Selain sektor teknologi, ekspatriat India juga banyak menempati posisi manajemen senior (C-level), konsultan bisnis, serta tenaga pendidik di sekolah internasional

Malaysia

Kehadiran ekspatriat Malaysia banyak didorong oleh investasi besar di sektor perkebunan kelapa sawit, di mana perusahaan seperti Sime Darby, KLK, dan Felda memiliki operasi luas di Indonesia. Selain itu, mereka juga aktif di sektor perbankan (CIMB Niaga, Maybank), telekomunikasi (XL Axiata), serta logistik dan infrastruktur. Di bidang tersebut, ekspatriat Malaysia sering mengisi posisi manajerial dan strategis, terutama karena tujuan untuk menyelaraskan operasi di kantor regional.

Saat ini terdapat sekitar 6,274 orang ekspatriat asal Malaysia yang tinggal di Indonesia. Karena kedekatan budaya dan bahasa dengan Indonesia, mereka cenderung beradaptasi lebih mudah dibandingkan ekspatriat dari negara lain. 

Filipina

Ekspatriat Filipina di Indonesia telah mencapai sekitar 4,631 orang di tahun 2025. Dengan keunggulan utama pada kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik di antara negara Asia Tenggara lainnya menjadikan mereka salah satu tenaga kerja asing yang paling dicari di sektor pendidikan dan jasa profesional.

Mereka banyak bekerja sebagai guru di sekolah internasional, profesional di bidang komunikasi bisnis, serta akuntan dan auditor dengan sertifikasi global (CPA). Selain itu, ekspatriat Filipina juga cukup menonjol di sektor industri kreatif, seperti musik, desain grafis, dan hiburan.

Australia

Didorong oleh kedekatan geografis serta hubungan ekonomi yang kuat antara kedua negara, Indonesia menjadi salah satu negara penting untuk ekspansi bisnis Australia di kawasan Asia Tenggara.

Jumlah ekspatriat Australia di Indonesia tercatat sekitar 3,106 orang. Mereka banyak terlibat di sektor pertambangan dan energi, mengingat Australia merupakan pemimpin global dalam teknologi pertambangan (METS). Selain itu, mereka juga aktif di sektor pendidikan, pariwisata, serta konsultasi pembangunan melalui berbagai program kerja sama.

Amerika Serikat

Sekitar 2,949 ekspatriat asal Amerika Serikat kini berada di Indonesia, mayoritas sebagai tenaga profesional tingkat tinggi di sektor strategis yang mendukung investasi besar yang telah lama berjalan.

Perusahaan seperti Freeport-McMoRan, ExxonMobil, dan Chevron membawa tenaga ahli dari AS untuk mengisi posisi penting di sektor pertambangan dan energi. Selain itu, mereka juga aktif di sektor pendidikan internasional, konsultasi bisnis, hukum, serta teknologi digital.

Itulah 8 negara asal ekspatriat terbesar di Indonesia. Meski sama-sama tinggal dan bekerja di Indonesia, setiap ekspatriat tentu memiliki tujuan, kebiasaan, serta gaya hidup yang berbeda-beda. Karena itu, jika usaha kamu ingin menjangkau pasar ekspatriat, penting untuk memahami kebutuhan mereka secara umum terlebih dahulu.

Kebutuhan Utama Ekspatriat di Indonesia

Meski datang dari negara, budaya, dan latar belakang yang berbeda, ekspatriat di Indonesia umumnya memiliki kebutuhan yang serupa saat beradaptasi di lingkungan baru, seperti:

  1. Kemudahan Finansial & RemitansiMengirim uang ke negara asal selalu menjadi kebutuhan dasar bagi ekspatriat yang masih memiliki keluarga atau kewajiban finansial di luar negeri. Oleh karena itu mereka selalu mencari layanan yang cepat, transparan, dan minim biaya transfer. Contohnya seperti aplikasi remitansi Topremit, yang menyediakan opsi pengiriman ke 90+ negara yang bisa diproses mulai dalam hitungan menit dengan biaya terjangkau.
  2. Hunian yang Nyaman & AmanMulai dari apartemen hingga rumah keluarga, ekspatriat cenderung mencari tempat tinggal dengan standar internasional, keamanan tinggi, dan fasilitas lengkap. Jadi, semakin lengkap sarana dan prasarana di lingkungan tempat tinggal mereka, maka semakin nyaman mereka berada di sana. 
  3. Akses Komunitas & Gaya HidupSetiap ekspatriat pasti setidaknya merindukan hal-hal dari negara asal mereka. Oleh karena itu membuka restoran autentik, membangun komunitas sesama negara, hingga mencari fasilitas hiburan yang mendukung gaya hidup mereka menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan hidup di negara baru. Tidak heran jika banyak ekspatriat tersebar di daerah-daerah yang mendukung fasilitas tersebut, seperti Jakarta, Bali dan Sumatera.
  4. Layanan Praktis & EfisienEkspatriat di Indonesia sangat menghargai layanan yang memudahkan kehidupan sehari-hari, mulai dari transportasi, layanan kesehatan, hingga solusi digital yang cepat dan mudah digunakan.

Nah, itulah berbagai kebutuhan wajib para ekspatriat yang dapat dijadikan peluang untuk lebih terhubung dengan mereka. Perlu kamu ketahui, pasar ekspatriat bukan hanya besar, tetapi juga memiliki daya beli dan kebutuhan spesifik yang bisa menjadi peluang pertumbuhan bisnis.

Kirim Uang ke Luar Negeri Lebih Mudah dengan Topremit

Salah satu kebutuhan paling krusial bagi ekspatriat adalah mengirim uang ke keluarga di negara asal dengan aman dan efisien. Sayangnya, banyak layanan konvensional masih menghadirkan kendala seperti biaya tinggi, proses lama, atau transparansi yang kurang jelas.

Di sinilah Topremit hadir sebagai solusi. Dengan proses pengiriman yang sepenuhnya online, ekspatriat bisa mengirim uang ke luar negeri dengan lebih praktis tanpa perlu proses yang rumit.

Topremit juga menawarkan biaya flat yang transparan, proses cepat yang bisa dilakukan dalam hitungan menit, serta pengalaman transfer yang lebih nyaman dan aman. Bagi ekspatriat yang membutuhkan solusi remitansi modern, Topremit menjadi pilihan yang relevan untuk mendukung kebutuhan finansial lintas negara secara lebih efisien.

Referensi

Read more

Apa Itu Remitansi?
Remitansi adalah sebuah proses pengiriman uang lintas negara yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Yuk, pelajari lebih di bawah ini!
Mengenal Ekspatriat: Definisi, Keuntungan & Tantangannya
Yuk kenali definisi ekspatriat, peran hingga keuntungan dan tantangannya saat bekerja di luar negeri.
Apa Bedanya Ekspatriat dan Pekerja Migran? Ini Penjelasan Lengkapnya
Ekspatriat dan pekerja migran sama-sama bekerja di luar negeri, tapi punya berbagai perbedaan. Yuk pelajari lebih di sini.