Bagaimana Nilai Tukar Memengaruhi Transfer Uang Internasional? Cek di Sini

Ketahui bagaimana nilai tukar memengaruhi transfer uang internasional, biaya, hingga cara memilih kurs dan layanan yang tepat.

Ilustrasi orang memantau pergerakan nilai tukar mata uang di pasar keuangan

Ringkasan Utama

  • Nilai tukar (kurs) ikut memengaruhi jumlah akhir yang diterima, terutama pada transfer bernominal besar atau transaksi yang dilakukan secara rutin.
  • Kurs yang tersedia dapat berbeda antar penyedia karena acuan kurs, margin, waktu pembaruan, dan mekanisme penguncian kurs yang digunakan tidak selalu sama.
  • Selain kurs, jalur transfer, bank koresponden, waktu konversi, dan mata uang perantara juga dapat memengaruhi total biaya serta jumlah yang sampai ke penerima.
  • Nilai tukar terus bergerak karena berbagai faktor, seperti permintaan dan penawaran, suku bunga, inflasi, kondisi geopolitik, sentimen pasar, dan likuiditas mata uang.
  • Saat memilih layanan transfer, jangan hanya membandingkan biaya transfer. Perhatikan kurs final, total biaya, dan jumlah yang akan diterima, serta hindari menunda transaksi hanya demi kurs yang lebih baik jika dana dibutuhkan segera.

Setiap kali kamu mengirim uang ke luar negeri, nilai tukar (kurs) ikut menentukan berapa banyak mata uang tujuan yang diterima penerima atau berapa besar nominal yang perlu kamu bayarkan untuk mengirim jumlah tertentu.

Nilai tukar di pasar dapat terus bergerak sepanjang hari. Karena itu, perubahan kurs bisa membuat jumlah yang perlu kamu bayar atau jumlah yang diterima penerima berbeda, tergantung kapan kurs transaksi ditetapkan.

Nah, di artikel ini kita bahas tuntas apa saja yang menentukan seberapa besar pengaruh kurs terhadap transfer kamu, kenapa nilai tukar bisa berubah-ubah setiap waktu, dan bagaimana cara menyiasatinya supaya uang yang kamu kirim sampai ke tujuan dengan maksimal.

7 Faktor yang Memengaruhi Dampak Kurs pada Transfer Internasional

Berbagai uang kertas dan koin mata uang asing untuk transfer internasional

Ada beberapa hal yang menentukan seberapa besar pengaruh kurs terhadap jumlah yang kamu keluarkan dan jumlah akhir yang diterima penerima. Yuk, kita bahas satu per satu di bawah ini.

Jumlah Uang yang Dikirim

Selisih kurs biasanya dihitung dalam bentuk persentase dan diterapkan pada nominal yang kamu kirim. Jadi, semakin besar jumlah uang yang dikirim, semakin besar juga nilai selisih yang muncul dalam nominal uang.

Misalnya, selisih kurs sebesar 1% pada transfer senilai IDR 20,000,000 setara dengan IDR 200,000. Untuk transfer yang lebih kecil, dampaknya mungkin tidak terlalu terlihat dalam satu transaksi, tetapi bisa semakin terasa jika kamu rutin mengirim uang setiap bulan.

Pasangan Mata Uang dan Tingkat Likuiditasnya

Likuiditas pasangan mata uang yang digunakan dalam proses konversi juga dapat memengaruhi kurs yang tersedia. 

Pasangan mata uang yang aktif diperdagangkan biasanya memiliki likuiditas (kemudahan diperjualbelikan ke mata uang asing) lebih tinggi dan selisih harga jual-beli pasar yang lebih tipis dibanding pasangan dengan volume perdagangan yang lebih rendah.

Sebagai contoh, Yen Jepang (JPY) termasuk salah satu mata uang yang paling aktif diperdagangkan secara global. Namun, tingkat likuiditas USD/JPY tidak sama dengan IDR/JPY, dan penyedia layanan juga dapat membentuk kurs IDR/JPY menggunakan pasangan mata uang lain sebagai perantara.

Karena itu, pasangan mata uang, kondisi pasar, serta cara penyedia menentukan kurs transaksi dapat memengaruhi kurs yang tersedia saat kamu melakukan transfer.

Nilai Tukar yang Ditawarkan Penyedia Layanan Transfer

Pernah membandingkan dua aplikasi transfer di waktu yang sama, tetapi kursnya berbeda? Salah satu penyebabnya adalah acuan kurs dan margin yang digunakan setiap penyedia tidak selalu sama.

Ada tiga jenis kurs yang perlu kamu ketahui dalam transaksi valuta asing;

Jenis Kurs

Kapan Dipakai

Contoh Situasi

Kurs beli

Saat bank atau penyedia membeli mata uang asing dari kamu.

Kamu menukar USD menjadi Rupiah (IDR).

Kurs jual

Saat kamu membeli mata uang asing dari bank atau penyedia.

Kamu menukar Rupiah (IDR) menjadi USD.

Kurs tengah (mid-market rate)

Nilai tengah antara harga beli dan harga jual mata uang di pasar yang biasa digunakan sebagai kurs referensi.

Kurs referensi dapat ditemukan melalui berbagai platform dan penyedia data pasar seperti LSEG, Bloomberg, atau Xe.

Mid-market rate adalah nilai tengah antara harga beli (bid) dan harga jual (ask) suatu pasangan mata uang di pasar. 

Kurs ini sering digunakan sebagai referensi untuk membandingkan nilai tukar, tetapi belum tentu merupakan kurs yang dapat digunakan langsung oleh pengguna untuk melakukan transaksi.

Untuk transaksi valuta asing melalui bank, bank biasanya menggunakan kurs beli dan kurs jual. Sementara itu, penyedia layanan transfer dapat menetapkan kurs transaksi sendiri berdasarkan sumber data pasar, waktu pembaruan, metode perhitungan, serta margin atau markup terhadap kurs acuannya.

Karena itu, dua aplikasi yang diperiksa pada waktu hampir bersamaan tetap bisa menampilkan kurs transaksi yang berbeda.

Jadi, saat membandingkan layanan transfer internasional, jangan hanya melihat biaya transfer. Perhatikan juga kurs yang ditawarkan serta total yang perlu kamu bayarkan dan jumlah akhir yang akan diterima penerima.

Waktu Nilai Tukar Transfer Dikunci

Kurs dapat berubah sepanjang hari. Karena itu, penting untuk mengetahui kapan kurs transaksi ditetapkan atau dikunci oleh penyedia layanan.

Secara umum, mekanismenya dapat berbeda di setiap penyedia layanan:

  • Kurs dikunci: Penyedia menetapkan kurs pada titik tertentu dalam proses transaksi, misalnya saat transaksi dikonfirmasi atau setelah pembayaran diterima. Beberapa penyedia juga memberikan batas waktu tertentu agar kurs tersebut tetap berlaku.
  • Kurs belum dikunci: Nilai akhir baru ditentukan ketika konversi dilakukan. Artinya, kurs yang digunakan masih dapat berubah mengikuti kondisi pasar hingga proses konversi berlangsung.

Karena itu, sebelum mengonfirmasi transaksi, periksa kurs, biaya, masa berlaku kurs jika ada, dan estimasi jumlah yang akan diterima. Informasi tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai nilai transaksi kamu.

Jika kurs sudah dikunci, perubahan nilai tukar pasar setelahnya tidak akan mengubah kurs transaksi selama periode penguncian tersebut masih berlaku dan ketentuannya terpenuhi.

Waktu Konversi Mata Uang Dilakukan

Durasi transfer tidak selalu menentukan apakah kurs akan berubah. Yang lebih penting adalah kapan mata uang dikonversi dan apakah kurs sudah dikunci sebelumnya.

Misalnya, sebuah transfer internasional dapat membutuhkan beberapa hari untuk sampai ke rekening penerima, tetapi kursnya mungkin sudah ditetapkan sejak transaksi dibuat. Sebaliknya, jika konversi baru dilakukan beberapa jam atau hari kemudian, kurs yang digunakan masih dapat berubah selama periode tersebut.

Jadi, jika kurs belum dikunci, semakin lama jeda antara pembuatan transaksi dan proses konversi, semakin besar eksposur terhadap perubahan nilai tukar. Perubahannya bisa menguntungkan atau merugikan pengirim, tergantung arah pergerakan kurs.

Jalur Transfer dengan Bank Koresponden

Transfer internasional tidak selalu dikirim langsung dari bank pengirim ke bank penerima.

Dalam jaringan SWIFT, dana terkadang perlu melewati satu atau beberapa bank koresponden sebelum sampai ke rekening tujuan. Bank perantara tersebut dapat mengenakan biaya tambahan dan, pada kondisi tertentu, mata uang juga dapat dikonversi selama proses transfer.

Biaya atau konversi tambahan tersebut tidak selalu memengaruhi kurs awal yang ditawarkan penyedia, tetapi dapat memengaruhi jumlah akhir yang diterima penerima. Karena itu, selain kurs, penting juga untuk mengecek apakah ada potensi biaya bank koresponden atau bank penerima.

Mata Uang yang Dilibatkan Selama Transfer

Untuk beberapa pasangan mata uang, proses konversi tidak selalu dilakukan secara langsung. Penyedia atau institusi keuangan dapat menggunakan mata uang perantara (vehicle currency), seperti Dolar AS (USD), untuk membentuk kurs atau menyelesaikan transaksi.

Sebagai ilustrasi, proses di belakang layar dapat menggunakan jalur:

IDR > USD > JPY

alih-alih konversi langsung:

IDR > JPY

Namun, penggunaan mata uang perantara tidak otomatis berarti pengguna dikenakan dua kali biaya konversi. Penyedia tetap dapat menampilkan satu kurs transaksi IDR/JPY kepada pengguna, meskipun proses internalnya melibatkan mata uang lain.

Karena itu, bagi pengguna, yang lebih penting adalah membandingkan kurs transaksi, total biaya, dan jumlah akhir yang akan diterima penerima.

Kenapa Nilai Tukar Terus Berubah?

Uang Yen Jepang dengan grafik dan panah merah yang menunjukkan penurunan nilai tukar

Nilai tukar terus berubah karena permintaan dan penawaran mata uang di pasar dipengaruhi oleh berbagai kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Berikut beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi pergerakan kurs.

Permintaan dan Penawaran

Ketika permintaan terhadap suatu mata uang meningkat dibanding penawarannya, nilainya cenderung menguat terhadap mata uang lain. Sebaliknya, ketika penawaran lebih besar daripada permintaan, nilainya dapat mengalami tekanan.

Suku Bunga dan Kebijakan Bank Sentral

Perubahan suku bunga dan kebijakan bank sentral dapat memengaruhi daya tarik aset dalam suatu mata uang dan pada akhirnya memengaruhi permintaan terhadap mata uang tersebut.

Namun, kenaikan suku bunga tidak otomatis membuat suatu mata uang menguat. Pasar juga mempertimbangkan faktor lain seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, arus modal, serta ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral berikutnya.

Untuk Jepang, misalnya, kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar ketika menilai pergerakan Yen Jepang (JPY).

Inflasi

Inflasi dapat memengaruhi daya beli dan ekspektasi terhadap nilai suatu mata uang. Jika inflasi suatu negara terus meningkat dibanding negara lain, mata uangnya dapat mengalami tekanan karena daya belinya menurun dan ekspektasi pasar terhadap kondisi ekonominya ikut berubah.

Namun, dampaknya terhadap kurs tidak selalu langsung karena pasar juga mempertimbangkan suku bunga, pertumbuhan ekonomi, kebijakan pemerintah, dan faktor lainnya.

Peristiwa Politik dan Geopolitik

Pemilu, perubahan kebijakan, konflik, atau ketegangan geopolitik dapat meningkatkan volatilitas jangka pendek karena memengaruhi persepsi risiko, ekspektasi ekonomi, dan pergerakan arus modal.

Sentimen Pasar dan Risiko Global

Kabar ekonomi, proyeksi pertumbuhan, atau gejolak di pasar keuangan global bisa membuat pelaku pasar cepat memindahkan dana ke mata uang yang dianggap lebih aman, dan ini bisa terjadi hanya dalam hitungan jam.

Likuiditas Pasar Mata Uang

Pasar valuta asing merupakan pasar keuangan terbesar dan paling likuid (mudah diperdagangkan) di dunia. Berdasarkan data BIS, rata-rata transaksi valuta asing global mencapai sekitar USD 9.5 triliun per hari pada April 2025.

Namun, likuiditas tersebut tidak merata pada semua pasangan mata uang. Pasangan mata uang yang lebih aktif diperdagangkan umumnya memiliki spread lebih tipis, sedangkan pasangan dengan volume perdagangan lebih rendah dapat memiliki spread yang lebih lebar.

Karena itu, tingkat likuiditas pasangan mata uang yang kamu gunakan juga dapat memengaruhi kurs yang tersedia saat melakukan transfer.

Berbagai faktor yang memengaruhi nilai tukar di atas pada akhirnya dapat tercermin pada kurs yang tersedia ketika kamu melakukan transaksi.

Bagi orang Jepang yang tinggal atau bekerja di Indonesia, misalnya, salah satu situasi yang umum adalah menerima penghasilan dalam Rupiah (IDR), lalu mengirim sebagian dana tersebut ke rekening bank di Jepang dalam Yen (JPY). 

Dalam transaksi seperti ini, yang perlu diperhatikan bukan hanya kurs yang ditawarkan, tetapi juga berapa Rupiah yang harus dibayarkan untuk mengirim jumlah Yen yang sama serta biaya tambahan yang mungkin dikenakan oleh penyedia layanan, bank perantara, atau bank penerima.

Karena itu, untuk mengetahui total biaya transfer yang sebenarnya, kurs dan biaya transfer perlu dilihat secara bersamaan. Keduanya dapat memengaruhi berapa banyak uang yang kamu keluarkan dan berapa banyak yang akhirnya diterima penerima.

Nilai Tukar vs Biaya Transfer: Bagaimana Mereka Saling Mempengaruhi?

Seseorang menghitung uang Rupiah, biaya, dan pengeluaran menggunakan kalkulator

Banyak orang hanya melihat biaya transfer saat membandingkan layanan. Padahal, selisih kurs juga dapat menjadi komponen biaya yang cukup besar dan dalam beberapa transaksi bahkan bisa lebih tinggi daripada biaya transfer itu sendiri.

Misalnya, sebuah layanan dapat menawarkan biaya transfer IDR 0 tetapi menggunakan kurs yang lebih tinggi dari kurs referensi pasar. Sebaliknya, layanan lain mungkin mengenakan biaya transfer tetapi menawarkan kurs yang lebih mendekati kurs tengah (mid market rate).

Karena itu, biaya transaksi secara keseluruhan sebaiknya dilihat dari beberapa komponen:

Estimasi biaya total = biaya transfer + biaya akibat selisih kurs + biaya perantara atau penerima jika berlaku

Cara paling praktis untuk membandingkannya adalah dengan melihat total uang yang perlu kamu bayar untuk jumlah penerimaan yang sama.

Supaya lebih jelas, begini simulasinya kalau kamu mengirim JPY 500,000 ke Jepang dari Indonesia via 2 layanan berbeda. Sebagai ilustrasi, kita gunakan kurs JPY 1 = IDR 111.58:

Komponen

Layanan A

(margin kurs tinggi)

Layanan B

(margin kurs rendah)

Target jumlah yang diterima

JPY 500,000

JPY 500,000

Kurs tengah sebagai acuan

IDR 111.58/JPY

IDR 111.58/JPY

Margin dari kurs acuan

3%

0.5%

Estimasi kurs transaksi

IDR 114.9274/JPY

IDR 112.1379/JPY

Rupiah untuk JPY 500,000

IDR 57,463,700

IDR 56,068,950

Biaya transfer

IDR 0

IDR 140,000

Estimasi biaya implisit dari selisih kurs

IDR 1,673,700

IDR 278,950

Estimasi total biaya

IDR 1,673,700

IDR 418,950

Estimasi total yang perlu dibayar

IDR 57,463,700

IDR 56,208,950

*Simulasi di tabel hanya digunakan sebagai ilustrasi untuk menunjukkan dampak perbedaan kurs dan biaya transfer. Kurs, margin, dan biaya aktual dapat berbeda tergantung penyedia dan waktu transaksi.

Dari tabel ini terlihat, layanan yang mengklaim “gratis biaya transfer” belum tentu paling hemat.

Untuk mengirim JPY 500,000, layanan A memang tidak mengenakan biaya transfer, tetapi margin kurs 3% membuat pengirim mengeluarkan biaya tambahan sekitar IDR 1,673,700 atau setara JPY 15,000. 

Sementara itu, meskipun layanan B mengenakan biaya transfer sebesar IDR 140,000, dengan asumsi margin kurs 0.5%, total biaya yang dikeluarkan hanya sekitar IDR 418,950 atau setara JPY 3,755.

Artinya, dalam simulasi ini, menggunakan layanan B dapat menghemat sekitar IDR 1,254,750 atau setara JPY 11,245.

Perlukah Menunggu Nilai Tukar yang Lebih Baik Sebelum Mengirim Uang?

Perempuan menggunakan smartphone dan laptop untuk melakukan transfer uang internasional secara online

Setelah melihat bagaimana perbedaan kurs dapat memengaruhi biaya transfer, kamu mungkin bertanya-tanya apakah sebaiknya menunggu kurs yang lebih baik sebelum mengirim uang.

Jawabannya bergantung pada kebutuhan penerima, nominal transfer, dan seberapa fleksibel waktu yang kamu miliki.

Untuk transfer besar yang tidak mendesak, misalnya memindahkan tabungan ke rekening sendiri atau membayar supplier dengan tenggat yang masih cukup lama, kamu bisa memantau pergerakan kurs terlebih dahulu.

Namun, untuk kebutuhan mendesak seperti biaya hidup keluarga, tagihan yang sudah jatuh tempo, atau kondisi darurat, kepastian uang tiba tepat waktu biasanya lebih penting daripada mencoba menebak arah kurs.

Tidak ada jaminan kurs akan bergerak sesuai perkiraan. Karena itu, daripada hanya mencoba mencari “kurs terbaik”, lebih penting memilih layanan yang transparan mengenai kurs, biaya, dan jumlah akhir yang akan diterima.

Topremit menampilkan kurs transaksi, biaya transfer, dan estimasi jumlah yang akan diterima sebelum transaksi dikonfirmasi. Dengan begitu, kamu dapat melihat rincian transaksi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengirim uang. 

Selain itu, kamu bisa memantau pergerakan kurs dengan mengaktifkan fitur Rate Alert di aplikasinya. Jadi, kamu bisa membandingkan angka yang tersedia terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengirim uang. 

Mau cobain Topremit? Kamu bisa download langsung di App Store/Play Store.

FAQ

Kurs mana yang dipakai saat kirim uang ke luar negeri, kurs jual atau kurs beli?

Jika kamu mengirim Rupiah ke mata uang asing melalui bank, biasanya yang digunakan adalah kurs jual. 

Namun, layanan remitansi dapat menetapkan kurs transaksi sendiri sehingga nilainya bisa berbeda dari kurs jual bank.

Kenapa kurs di aplikasi transfer berbeda dengan kurs yang muncul di Google?

Kurs di Google umumnya merupakan kurs referensi pasar, sedangkan aplikasi transfer dapat menggunakan sumber data, waktu pembaruan, dan margin yang berbeda.

Apakah kurs bisa berubah setelah saya konfirmasi transfer?

Tergantung penyedia layanan. Jika kurs sudah dikunci, nilainya tetap selama ketentuannya masih berlaku; jika belum, kurs masih bisa berubah hingga proses konversi dilakukan.

Apakah mata uang yang lebih sering diperdagangkan selalu lebih stabil?

Tidak selalu. Likuiditas yang tinggi biasanya membuat spread lebih tipis, tetapi nilai mata uang tetap bisa berfluktuasi karena kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan sentimen pasar.

Lebih baik kirim uang sekarang atau menunggu kurs yang lebih baik?

Kalau dana dibutuhkan segera, kepastian waktu sampai biasanya lebih penting. Jika tidak mendesak, kamu bisa memantau kurs terlebih dahulu, tetapi tidak ada jaminan kurs akan bergerak sesuai perkiraan.

Referensi

Read more

Mengenal Apa Itu Kurs, Jenis, Serta Faktor - Faktor Yang Memengaruhi
Cari tahu apa itu kurs, jenis-jenisnya, dan faktor yang membuat nilai tukarnya berubah dalam transaksi internasional.
Kenali Apa itu Mid Rate Untuk Transaksi Valas
Kenali apa itu mid rate atau kurs tengah dalam transaksi valas, termasuk cara menghitung dan faktor yang memengaruhi nilainya.
Remitansi vs. Money Changer: Apa Sih Perbedaannya?
Remitansi dan money changer adalah 2 jasa transaksi valas yang memiliki fungsi berbeda. Yuk, kenali fungsi, izin, dan cara kerjanya di sini.