FOB Shipping Point dan FOB Destination, Apa Bedanya?

Dalam perdagangan internasional, istilah Free on Board (FOB) sering kali jadi salah satu poin krusial dalam negosiasi antara penjual dan pembeli. FOB tidak hanya menentukan siapa yang bertanggung jawab atas pengiriman barang, tetapi juga memengaruhi biaya dan risiko yang harus ditanggung oleh masing-masing pihak. 

Nah, daripada penasaran, yuk langsung aja simak informasi lengkap mengenai FOB berikut.

Apa Itu FOB dan Mengapa Penting dalam Perdagangan Internasional?

Free on Board (FOB) adalah istilah dalam Incoterms (International Commercial Terms) yang digunakan untuk menentukan pada titik mana tanggung jawab dan risiko pengiriman barang beralih dari penjual ke pembeli. FOB dibagi atas dua jenis, yakni FOB Shipping Point dan FOB Destination.

FOB secara khusus dipakai saat pengiriman barang melalui transportasi laut atau sungai. Dalam perdagangan internasional, FOB sangat penting karena berperan sebagai:

  1. Penentu tanggung jawab. FOB menjelaskan siapa yang bertanggung jawab atas biaya pengiriman, asuransi, dan risiko kerusakan atau kehilangan barang selama transit.
  2. Salah satu faktor yang memengaruhi biaya. Pemilihan FOB akan memengaruhi biaya yang harus dikeluarkan oleh penjual atau pembeli.
  3. Pencegah konflik. Dengan jelasnya tanggung jawab masing-masing pihak, potensi konflik atau kesalahpahaman dapat diminimalkan.

FOB Shipping Point

Pengertian FOB Shipping Point

Dalam FOB Shipping Point tanggung jawab dan risiko pengiriman barang ditanggung oleh penjual hanya hingga barang dikirimkan ke pelabuhan keberangkatan (port of shipment). Dengan kata lain, begitu barang dimuat ke kapal, pembeli sepenuhnya bertanggung jawab atas biaya dan risiko selanjutnya.

Jika memilih FOB Shipping Point, ada beberapa biaya yang harus dibayarkan oleh importir, yaitu meliputi:

  1. Biaya pengiriman internasional kepada perusahaan logistik atau freight forwarder.
  2. Asuransi pengiriman (opsional, tetapi sangat disarankan).
  3. Bea masuk dan pajak impor kepada bea cukai di negara tujuan.
  4. Biaya pengiriman domestik dari pelabuhan ke gudang importir.

Alur FOB Shipping Point

Adapun alur pengiriman barang dengan FOB Shipping point yaitu:

  1. Penjual (eksportir) mengemas dan mengirim barang ke pelabuhan asal.
  2. Barang dimuat ke kapal, dan kepemilikan serta risiko berpindah ke pembeli.
  3. Importir bertanggung jawab atas biaya pengiriman, asuransi, bea masuk, dan pajak impor.
  4. Barang tiba di pelabuhan tujuan, lalu didistribusikan ke gudang importir.

Kelebihan dan Kekurangan FOB Shipping Point

Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika memilih FOB Shipping Point, di antaranya:

  1. Harga barang lebih murah karena eksportir tidak menanggung biaya pengiriman.
  2. Importir memiliki kontrol penuh terhadap jasa pengiriman dan asuransi.
  3. Mengurangi beban eksportir dalam hal pengiriman internasional.

Selain keuntungan, sayangnya FOB Shipping Point juga hadir dengan beberapa kekurangan, di antaranya:

  1. Risiko kerusakan selama pengiriman ditanggung oleh importir.
  2. Importir harus mengatur sendiri jasa pengiriman dan asuransi.
  3. Jika terjadi masalah selama perjalanan, importir harus mengurus klaim asuransi sendiri.

Baca juga: Ingin Impor Barang dari Luar Negeri? Ini yang Harus Diperhatikan

FOB Destination

Pengertian FOB Destination

FOB Destination berarti tanggung jawab dan risiko pengiriman barang ditanggung oleh pembeli setelah barang tiba di pelabuhan tujuan. Penjual (eksportir) bertanggung jawab atas semua biaya dan risiko hingga barang sampai di tujuan.

Biaya-biaya yang ditanggung eksportir dalam FOB destination meliputi biaya pengiriman ke pelabuhan keberangkatan, biaya pemuatan ke kapal, biaya pengiriman laut, asuransi, dan biaya bongkar di pelabuhan tujuan. Sedangkan biaya yang ditanggung pembeli (importir) adalah biaya impor dan pengiriman dari pelabuhan tujuan ke gudang pembeli.

Alur FOB Shipping Point

Transaksi dengan FOB Destination dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

  1. Penjual (eksportir) mengirim barang ke pelabuhan keberangkatan.
  2. Barang dimuat ke kapal dan dikirim ke pelabuhan tujuan.
  3. Penjual (eksportir) menanggung biaya dan risiko hingga barang tiba di pelabuhan tujuan.
  4. Tanggung jawab dan risiko beralih ke pembeli begitu barang tiba di pelabuhan tujuan.

Kelebihan dan Kekurangan FOB Destination

Sebagai pembeli (importir), jika kamu memilih FOB Destination maka kamu tidak perlu menanggung risiko kerusakan atau kehilangan barang selama transit serta tidak perlu memusingkan biaya pengiriman dan asuransi.

Namun kekurangannya, harga barang yang dibeli bisa lebih mahal karena eksportir menanggung lebih banyak biaya dan importir tidak dapat bebas memilih jasa pengiriman yang digunakan.

Contoh Kasus

Sebagai contoh, kamu adalah pengusaha yang mengimpor barang elektronik dari China ke Jakarta dengan syarat FOB Shipping Point (Shanghai). Nantinya, alur pengiriman barangnya adalah sebagai berikut.

  1. Eksportir di China mengurus pengemasan dan pengiriman barang hingga ke Pelabuhan Shanghai.
  2. Setelah barang dimuat ke kapal di Pelabuhan Shanghai, kepemilikan dan risiko berpindah ke kamu sebagai importir di Indonesia.
  3. Jika terjadi kerusakan selama perjalanan laut, kamu sebagai importir yang akan bertanggung jawab.
  4. Kamu harus membayar biaya pengiriman dari Shanghai ke Pelabuhan Tanjung Priok, asuransi (jika diperlukan), bea masuk dan pajak impor di Indonesia, serta biaya pengiriman ke gudang.

Sebaliknya, jika syaratnya FOB Destination (Jakarta), maka eksportir di China bertanggung jawab sampai barang tiba di Pelabuhan Jakarta.

Baca juga: Rekomendasi Impor Barang dari China untuk Dijual Di Indonesia

Kapan Harus Memilih FOB Destination dan FOB Shipping Point?

Pemilihan antara FOB Shipping Point dan FOB Destination dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pihak, ya. 

Pilih FOB Shipping Point jika kamu sebagai pembeli (importir): 

  • memiliki pengalaman dan jaringan logistik yang kuat untuk mengatur pengiriman barang.
  • ingin mengontrol proses pengiriman dan memilih sendiri penyedia jasa logistik.
  • ingin mengurangi tanggung jawab dan biaya pengiriman.

Kamu bisa memilih FOB Destination jika:

  • tidak ingin menanggung risiko kerusakan atau kehilangan barang selama transit.
  • memiliki jaringan logistik yang lebih baik dan mampu menanggung biaya pengiriman.
  • ingin meminimalkan tanggung jawab dan biaya tambahan.

Nah itu dia informasi mengenai FOB Shipping Point dan FOB Destination. Kalau kamu mau impor barang dari luar negeri wajib banget paham soal ketentuan ini, ya.

Oiya selain tentang FOB, sebagai importir kamu juga harus mengetahui alternatif pembayaran terbaik untuk bisnis impor, nih. Yuk, kenalan sama Topremit!

Topremit adalah layanan remitansi online yang bisa bantu kamu untuk bayar supplier di 90+ negara secara lebih mudah, murah, dan cepat. Kamu bisa buat transaksi kapan aja dan di mana aja lewat handphone dengan biaya transfer flat (mulai dari IDR 45K), jadi mau kirim berapapun biaya transfernya akan tetap sama.

Bukan cuma itu, uang yang dikirim juga bisa sampai ke rekening supplier kamu mulai dalam hitungan menit, lho! Plus, semua transaksi kamu dijamin 100% aman karena Topremit sudah dilisensi oleh Bank Indonesia sejak 2009. 

Jadi tunggu apa lagi? Yuk rasain sendiri mudah, murah, dan cepatnya Topremit untuk berbagai kebutuhan impor kamu!