Ini yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Kirim Uang ke Arab Saudi

Untuk kirim uang ke Arab Saudi sebenarnya kamu cukup menyiapkan identitas resmi dan memastikan jumlah yang dikirim tidak melebihi limit transfer yang ditetapkan oleh layanan remitansi atau bank.

Baik untuk kirim uang untuk keluarga, teman, atau urusan bisnis di Riyadh atau Jeddah, yang penting adalah memahami syarat dan limit transaksi agar pengiriman aman dan tidak tertahan di tengah proses transaksi.

Syarat Umum Kirim Uang ke Arab Saudi

Untuk kirim uang ke Arab Saudi, biasanya layanan remitansi atau bank akan meminta data berikut:

  • KTP atau Paspor: untuk verifikasi identitas pengirim.
  • NPWP: umumnya diminta jika kamu kirim dana besar (di atas Rp 100 juta).
  • Bukti sumber dana (opsional, tapi bisa diminta): seperti slip gaji atau rekening koran.

Data penerima yang perlu disiapkan:

  • Nama lengkap sesuai rekening di Arab Saudi.
  • Nomor rekening bank penerima.
  • Kode SWIFT (dibutuhkan saat kamu menggunakan layanan SWIFT untuk transaksi internasional. Kamu bisa cek kode SWIFT penerima sudah valid atau tidak di layanan cek kode SWIFT/BIC Topremit).
  • Alamat penerima (kadang diminta oleh sistem).

Limit Maksimal Kirim Uang ke Arab Saudi

Layanan remitansi wajib menyediakan limit maksimal transaksi karena menerapkan aturan AML (Anti-Money Laundering) dan KYC (Know Your Customer) demi menjaga keamanan transaksi pengguna dan reputasi layanan mereka. 

Nah, sebagai bagian dari kepatuhan dan keamanan transaksi itu, masing-masing penyedia remitansi biasanya menetapkan limit transaksi mereka sendiri. Limit ini bisa berbeda-beda, tergantung pada kebijakan internal layanan juga. 

Di Indonesia, ini beberapa layanan rekomendasi untuk kirim uang lintas negara yang memberikan limit transaksi tinggi ke Arab Saudi:

Layanan

Limit Maksimum

Topremit

SAR 70,000 / transaksi (setara ± IDR 300 juta)

Transfez

SAR 50,000 / transaksi (setara ± IDR 220 juta)

Bank Lokal

Bisa lebih besar, tapi wajib dokumen & laporan sumber dana

Tujuan dari Menetapkan Limit Transaksi

Limit transaksi bukan hanya formalitas. Tujuannya antara lain untuk:

  1. Mematuhi Regulasi Anti-Pencucian Uang (APU-PPT)
    • Diwajibkan oleh Bank Indonesia dan lembaga global seperti FATF
    • Dana besar harus bisa dijelaskan asal-usul dan tujuannya
  1. Mencegah Penyalahgunaan Sistem
    • Tanpa limit transaksi, sistem bisa disalahgunakan untuk penggelapan, pendanaan ilegal, atau transaksi fiktif.
  1. Mempermudah Verifikasi Transaksi bagi Penyedia Layanan
    • Adanya limit maksimal transaksi membuat penyedia layanan remitansi bisa menyaring transaksi dengan efisien. Bila melebihi batas, pengguna harus menyediakan dokumen pendukung agar transaksi bisa diterima. 
  1. Melindungi Pengguna
    • Kalau transaksi tidak dibatasi, bagi kamu yang menggunakan layanan remitansi yang menyediakan tabungan/saldo (seperti Bank atau e-wallet), kerugiannya bisa besar tanpa batas tersebut. Uang kamu kemungkinan bisa ditarik lebih dari yang kamu harapkan.

Rekomendasi Bank Tujuan di Arab Saudi untuk Transaksi Antarnegara

Memang hampir semua bank di Arab Saudi terbuka untuk transaksi dari luar negeri, tapi bank-bank di bawah ini cenderung lebih stabil, cepat, dan minim masalah untuk terima transferan:

Bank

Keterangan

Riyad Bank

Relatif cepat, IBAN akurat, mendukung penerimaan dalam USD dan SAR

Saudi British Bank (SABB)

Anak perusahaan HSBC, sistem global, kuat untuk transfer lintas negara

Samba Bank (sekarang merger ke SNB)

Dikenal baik dalam penanganan transfer internasional

Alinma Bank

Sistem modern, digital-friendly, dan cukup responsif pada transaksi masuk

Tips agar Transfer ke Bank Saudi Lancar

Ini dia 3 tips agar transaksi ke Arab Saudi lancar. Tips ini juga bisa kamu terapkan untuk memenuhi syarat saat kirim uang ke UEA juga.

  • Pastikan nama penerima 100% sesuai rekening (tanpa singkatan atau typo)
  • Gunakan IBAN dan SWIFT code yang valid
  • Hindari kirim USD ke rekening SAR (dan sebaliknya) tanpa konfirmasi dulu ke penerima
  • Untuk pengiriman besar, siapkan dokumen sumber dana bila diminta

Tips Aman Kirim Uang ke Arab Saudi

Sebenarnya, transaksi ke Arab Saudi sangat aman, asalkan kamu pakai layanan resmi dan semua data pengirim/penerima valid. 

Ini dia tips untuk menjaga keamanan transfer kamu:

  • Gunakan layanan yang terdaftar di Bank Indonesia

Kamu bisa cek dengan mudah apakah layanan yang kamu pilih sudah dilisensi resmi dari BI melalui laman “Daftar Lembaga Berizin” di website Bank Indonesia.

  • Cek data pengirim dan penerima

Banyak bank di luar negeri sulit penerima transaksi masuk karena ketidaksesuaian nama penerima dengan yang terdaftar di rekening bank mereka. Jadi, kamu bisa hindari risiko gagal transfer ini dengan memastikan langsung ke penerima untuk akun bank mereka  

  • Gunakan media komunikasi resmi dari layanan remitansi 

Layanan remitansi resmi akan menyediakan layanan customer support yang responsif untuk membantu penggunanya saat transfer uang ke luar negeri. Contohnya seperti layanan CS Topremit yang menyediakan banyak media komunikasi yang langsung aktif saat dihubungi agar memudahkan pengguna terhubung dan mengkomunikasikan kebutuhannya. 

  • Waspadai penawaran kurs terlalu murah atau transfer gratis tanpa syarat

Apabila ada layanan remitansi yang menawarkan transaksi ke luar negeri dengan kurs yang sangat rendah atau transfer gratis tanpa syarat, pastikan untuk periksa layanannya apakah sudah terdaftar resmi atau tidak di BI. 

  • Pahami kebijakan bank di Arab Saudi

Bank-bank di Arab Saudi menerapkan aturan juga terkait aliran dana yang masuk ke negaranya. Kalau transaksi kamu tidak sesuai regulasi atau melebihi limit transfer tanpa dokumen pendukung, uang bisa tertahan sementara.h terdaftar resmi atau tidak di BI.

Cara Aman & Praktis Kirim Uang ke Arab Saudi

Kirim uang ke Arab Saudi itu aman dan tidak sulit, asal kamu tahu cara memastikan layanan remitansi yang kamu pilih aman.

Setelah memilih layanan yang aman, kamu perlu memastikan beberapa hal ini:

  1. Pastikan detail penerima sudah sesuai (termasuk nomor rekening, nama penerima sesuai dengan yang terdaftar di bank, alamat penerima, nomor telepon, kode cabang bank, dan lainnya).
  2. Pastikan mengirim dalam jumlah yang tidak melebihi limit transaksi.
  3. Apabila transfer melalui SWIFT, pastikan untuk mengecek kembali kode SWIFT bank tujuan.

Mungkin, bagi sebagian orang menyiapkan detail informasi seperti ini bisa ribet. Oleh karena itu, untuk mendukung transaksi ke luar negeri lebih efisien, terutama bagi mereka yang rutin bertransaksi, layanan Topremit bisa jadi opsi terbaik untuk kamu .

Topremit memiliki fitur Buat Ulang Transaksi' untuk memudahkan transaksi rutin ke penerima yang sama. Jadi, kamu hanya perlu memastikan apabila ada informasi yang perlu di-update.

Oiya, kalau dengan Topremit, transaksi ke Arab Saudi cuma dalam 1 hari kerja aja. Biaya transfernya juga murah dan flat, artinya berapapun jumlah yang kamu kirim, biaya tetap sama.

Jadi, kalau mau transaksi yang aman, mudah, dan cepat, pakai Topremit aja!

Referensi:

Read more

Kenapa Transfer Uang ke Luar Negeri Gagal? Ini Penyebab & Solusinya
Transfer uang ke luar negeri gagal? Kenali penyebabnya, cara mengatasi, dan tips agar transaksi kamu lancar kedepannya.
Catat! Ini Faktor Penyebab Transaksi ke Luar Negeri Lama Sampai
Ketahui faktor penyebab transaksi ke luar negeri lama sampai. Simak juga tips dan cara mengatasinya di sini.
Apa Itu Remitansi?
Remitansi adalah sebuah proses pengiriman uang lintas negara yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Yuk, pelajari lebih di bawah ini!