Terupdate! Ini 10 Negara Asal Impor Terbesar Indonesia dan Produk Utamanya

Cari tahu 10 negara asal impor terbesar Indonesia 2025 berdasarkan data BPS, lengkap dengan produk utama, dan insight memilih supplier.

Kotak barang impor dengan bendera 10 negara pemasok impor terbesar Indonesia

Ringkasan Utama

  • Berdasarkan data resmi BPS untuk 2025, nilai impor Indonesia mencapai US$241,36 miliar, dan 10 negara pemasok terbesar menyumbang 75,44% dari total nilai impor tersebut.
  • China menjadi negara asal impor terbesar Indonesia dengan nilai US$87,41 miliar, terutama untuk mesin/peralatan mekanis, perlengkapan elektrik, kendaraan, plastik, serta besi dan baja.
  • Setiap negara punya keunggulan produk berbeda: China, Jepang, dan Korea Selatan kuat di mesin/elektronik; Singapura dan Malaysia di energi; Jepang dan Thailand di otomotif; serta Australia di pangan dan bahan baku mineral.
  • Negara dengan nilai impor terbesar belum tentu menjadi sumber supplier terbaik untuk bisnis. Sebelum memilih, bandingkan kategori produk, harga, kualitas, regulasi, dan kemudahan logistik dari beberapa negara.
  • Setelah menentukan supplier, pertimbangkan juga cara pembayaran internasional yang aman, cepat, dan transparan. Topremit dapat digunakan untuk membayar supplier di 90+ negara dengan biaya dan kurs yang dapat dicek sebelum transaksi serta proses yang dilakukan secara online.

Kalau kamu sedang cari supplier luar negeri, mau ekspansi bisnis impor, atau sekadar penasaran dari mana saja asal barang-barang impor yang beredar di Indonesia, artikel ini punya jawaban yang kamu cari. 

Di sini kamu akan menemukan 10 negara yang paling banyak memasok barang impor ke Indonesia sepanjang 2025, lengkap dengan produk andalan masing-masing negara. Bukan cuma soal angka, informasi ini juga bisa jadi insight bisnis yang berguna supaya kamu lebih mudah menentukan ke mana harus mencari pemasok yang sesuai kebutuhan.

Seluruh data dalam artikel ini mengacu pada publikasi resmi terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2026, dengan data impor sepanjang tahun 2025.

10 Negara Pemasok Impor Terbesar Indonesia dan Produk Impornya

Sepanjang 2025, nilai impor Indonesia tercatat US$241,36 miliar, naik 2,62% dibanding 2024. Dari total itu, 10 negara di bawah ini menyumbang 75,44% dari seluruh impor Indonesia, dengan nilai gabungan naik 4,04% dibanding tahun sebelumnya.

Bagian ini akan mengupas nilai impor dan kategori produk utama dari masing-masing negara, supaya kamu punya gambaran lengkap sebelum menentukan langkah bisnis.

China

Bendera China dengan latar gedung pencakar langit sebagai negara asal impor terbesar Indonesia

Nilai impor: US$87,41 miliar dan volume 46.816,4 ribu ton.

Bukan hal yang mengejutkan kalau negeri tirai bambu ini masih jadi pemasok impor terbesar di Indonesia. Bahkan produk impornya menyumbang sekitar 36% dari seluruh nilai impor nasional. Pertumbuhan permintaan impor dari China tetap paling agresif di antara 9 negara lainnya, nilainya naik lebih dari US$13,5 miliar hanya dalam satu tahun. Kalau kamu berencana mencari supplier produk mesin, elektronik, atau komponen kendaraan, China masih bertahan jadi sumber impor utama karena kelengkapan kategori produknya.

Produk utama yang diimpor:

  • Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (Nilai impor: US$19,74 miliar) 
  • Perlengkapan elektrik dan bagiannya (Nilai impor: US$19,04 miliar) 
  • Kendaraan dan bagiannya (Nilai impor: US$4,93 miliar)
  • Plastik dan barang dari plastik (Nilai impor: US$4,07 miliar)
  • Besi dan baja (Nilai impor: US$3,83 miliar)

Singapura

Merlion dengan gedung-gedung Singapura sebagai salah satu negara pemasok impor terbesar Indonesia

Nilai impor: US$19,06 miliar, dengan volume 17,5 juta ton.

Berbeda dari China, karakter produk impor dari Singapura lebih condong ke bidang energi. Contohnya seperti permintaan atas bahan bakar mineral yang mendominasi lebih dari separuh nilai impor dari negara ini. Tapi nilai impornya menurun 17,56% dari tahun sebelumnya. Kalau kamu di industri yang butuh pasokan energi atau instrumen pendukungnya, Singapura layak masuk daftar negara untuk mencari supplier bisnis kamu.

Produk utama yang diimpor:

  • Bahan bakar mineral (Nilai impor: US$9,74 miliar)
  • Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (Nilai impor: US$2,12 miliar)
  • Mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (Nilai impor: US$1,44 miliar)
  • Instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan medis (Nilai impor: US$1,10 miliar)
  • Plastik dan barang dari plastik (Nilai impor: US$859,2 juta)

Jepang

Perempuan mengenakan kimono di Jepang sebagai ilustrasi Jepang sebagai salah satu negara pemasok impor terbesar Indonesia

Nilai impor: US$14,46 miliar, dengan volume 4,6 juta ton.

Jepang identik dengan kualitas mesin dan komponen otomotif presisi tinggi, dan itu terlihat jelas dari komposisi produk impornya. Meski nilai total transaksi impor sedikit menurun dibanding 2024, Jepang tetap jadi rujukan utama kalau kamu mencari mesin industri atau suku cadang kendaraan dengan standar kualitas ketat.

Produk utama yang diimpor:

  • Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (Nilai impor: US$3,11 miliar)
  • Kendaraan dan bagiannya (Nilai impor: US$2,04 miliar)
  • Besi dan baja (Nilai impor: US$1,96 miliar)
  • Mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (Nilai impor: US$1,50 miliar)
  • Karet dan barang dari karet (Nilai impor: US$628,5 juta)

Amerika Serikat

Profesional bisnis dengan bendera Amerika Serikat sebagai ilustrasi AS sebagai negara pemasok impor Indonesia

Nilai impor: US$12,93 miliar, dengan volume 17,8 juta ton.

Impor dari Amerika Serikat didominasi oleh bahan bakar mineral, disusul mesin dan komoditas pertanian seperti biji-bijian yang mengandung minyak. Pertumbuhan impor mesin/perlengkapan elektrik dari negara ini naik hampir 90% dalam setahun, menjadi sinyal kalau permintaan komponen elektronik asal AS lagi naik daun.

Produk utama yang diimpor:

  • Bahan bakar mineral (Nilai impor: US$3,54 miliar)
  • Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (Nilai impor: US$1,83 miliar)
  • Biji berminyak (Nilai impor: US$1,03 miliar)
  • Mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (Nilai impor: US$946,5 juta)
  • Ampas dan sisa industri makanan (Nilai impor: US$590,5 juta)

Malaysia

Menara Petronas di Kuala Lumpur sebagai gambaran Malaysia, salah satu negara pemasok impor Indonesia

Nilai impor: US$11,12 miliar, dengan volume 12,6 juta ton.

Sebagai tetangga dekat, Malaysia jadi salah satu pemasok energi utama Indonesia lewat bahan bakar mineral, yang menyumbang hampir separuh nilai impor dari negara ini. Kedekatan geografis membuat waktu pengiriman dari Malaysia relatif lebih singkat dibanding negara-negara di luar ASEAN, jadi cocok buat kamu yang butuh pasokan cepat.

Produk utama yang diimpor:

  • Bahan bakar mineral (Nilai impor: US$5,40 miliar)
  • Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (Nilai impor: US$808,2 juta)
  • Plastik dan barang dari plastik (Nilai impor: US$770,8 juta)
  • Mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (Nilai impor: US$734,4 juta)
  • Bahan kimia organik (Nilai impor: US$606,4 juta)

Australia

Bendera Australia dengan latar kawasan perkotaan sebagai negara pemasok impor Indonesia

Nilai impor: US$9,36 miliar dengan volume 29,3 juta ton.

Australia adalah sumber utama komoditas pangan dan bahan baku mineral untuk Indonesia. Serealia (termasuk gandum) tumbuh signifikan hampir 40%, mencerminkan tingginya kebutuhan industri pangan dan pakan dalam negeri. Kalau kamu berbisnis di sektor pangan olahan atau peternakan, mencari supplier dari Australia layak jadi prioritas.

Produk utama yang diimpor:

  • Bahan bakar mineral (Nilai impor: US$1,96 miliar)
  • Serealia (Nilai impor: US$1,32 miliar)
  • Bijih logam, terak, dan abu (Nilai impor: US$990,0 juta)
  • Logam mulia dan perhiasan/permata (Nilai impor: US$690,5 juta)
  • Binatang hidup (Nilai impor: US$611,6 juta)

Thailand

Wat Arun di Bangkok sebagai gambaran Thailand, salah satu negara pemasok impor Indonesia

Nilai impor: US$8,87 miliar, dengan volume 5,9 juta ton.

Thailand punya kekuatan di industri otomotif dan pangan olahan, terlihat dari kendaraan dan bagiannya yang jadi komoditas terbesar, disusul gula dan kembang gula yang tumbuh hampir 29%. Buat kamu yang mencari komponen otomotif atau bahan baku industri makanan-minuman dari kawasan ASEAN, Thailand bisa jadi alternatif selain China atau Jepang.

Produk utama yang diimpor:

  • Kendaraan dan bagiannya (Nilai impor: US$1,44 miliar)
  • Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (Nilai impor: US$1,32 miliar)
  • Plastik dan barang dari plastik (Nilai impor: US$1,09 miliar)
  • Mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (Nilai impor: US$899,3 juta)
  • Gula dan kembang gula (Nilai impor: US$763,8 juta)

Korea Selatan

Perempuan mengenakan hanbok di kawasan istana Korea Selatan sebagai ilustrasi Korea Selatan salah satu negara pemasok impor Indonesia

Nilai impor: US$7,89 miliar, dengan volume 3,4 juta ton.

Korea Selatan lebih menonjol di komponen elektrik dan bahan baku industri seperti besi baja dan bahan kimia anorganik. Meski jumlah permintaan menurun di tahun 2025, Korea Selatan tetap relevan buat kamu yang butuh supplier yang menyediakan komponen elektronik dengan standar teknologi tinggi.

Produk utama yang diimpor:

  • Mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (Nilai impor: US$1,43 miliar)
  • Besi dan baja (Nilai impor: US$860,7 juta)
  • Plastik dan barang dari plastik (Nilai impor: US$817,0 juta)
  • Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (Nilai impor: US$694,6 juta)
  • Bahan kimia anorganik (Nilai impor: US$321,3 juta)

Vietnam

Jalan perkotaan di Vietnam dengan bendera nasional sebagai ilustrasi negara tersebut salah satu negara pemasok impor Indonesia

Nilai impor: US$6,15 miliar, dengan volume 4,7 juta ton.

Vietnam masuk 10 besar dengan komposisi impor yang cukup beragam, mulai dari produk elektronik, kendaraan, plastik, hingga alas kaki. Menariknya, impor kendaraan dan bagiannya dari Vietnam melonjak lebih dari 150% di tahun 2025, pertumbuhan tertinggi kedua di seluruh daftar ini setelah India pada kategori daging. Ini sinyal Vietnam makin serius sebagai basis produksi otomotif di tingkat multinasional.

Produk utama yang diimpor:

  • Mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (Nilai impor: US$881,4 juta)
  • Kendaraan dan bagiannya (Nilai impor: US$661,8 juta)
  • Plastik dan barang dari plastik (Nilai impor: US$443,8 juta)
  • Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (Nilai impor: US$421,2 juta)
  • Alas kaki (Nilai impor: US$399,6 juta)

India

Suasana jalan di India sebagai ilustrasi negara tersebut salah satu negara pemasok impor terbesar Indonesia

Nilai impor: US$4,84 miliar, dengan volume 4,1 juta ton.

Menutup daftar 10 besar, India punya keunikan tersendiri, impor daging hewan dari negara ini melonjak hampir 160%, jadi salah satu lonjakan paling tajam di antara semua kategori produk impor di Indonesia. Selain itu, mesin, kendaraan, dan bahan kimia organik juga jadi andalan impor dari India.

Produk utama yang diimpor:

  • Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (Nilai impor: US$659,7 juta)
  • Kendaraan dan bagiannya (Nilai impor: US$540,9 juta)
  • Bahan kimia organik (Nilai impor: US$414,8 juta)
  • Daging hewan (Nilai impor: US$352,3 juta)
  • Mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (Nilai impor: US$248,7 juta)

Itu dia gambaran lengkap 10 negara asal impor terbesar Indonesia beserta produk andalannya di 2025. Tapi, nilai impor yang besar dari suatu negara nggak otomatis berarti negara itu yang paling cocok buat kebutuhan pengadaan bisnis kamu. Yuk, kita bahas lebih lanjut.

Negara Mana yang Cocok untuk Mencari Supplier Produk Bisnis Kamu?

Sebelum lanjut, penting buat digarisbawahi, ranking nilai impor di atas menunjukkan skala perdagangan Indonesia secara nasional, bukan rekomendasi negara pemasok terbaik untuk bisnis kamu. Negara dengan nilai impor terbesar seperti China belum tentu jadi pilihan paling tepat kalau produk yang kamu cari justru lebih kompetitif dari negara lain.

Supaya lebih mudah menentukan pilihan, berikut pengelompokan negara berdasarkan kategori produk yang paling menonjol dari data di atas:

Kategori Produk

Rekomendasi Negara Pemasok 

*(dalam daftar top 10 BPS)

Elektronik & mesin industri

China, Jepang, Korea Selatan, Singapura

Bahan bakar & energi

Singapura, Malaysia, Australia, Amerika Serikat

Otomotif & komponen kendaraan

Jepang, Thailand, China, Vietnam

Bahan baku plastik

China, Malaysia, Thailand, Vietnam

Pangan & bahan baku pangan

Australia (serealia), Thailand (gula), India (daging)

Bahan kimia (organik/anorganik)

Malaysia, Korea Selatan, India

Produk fashion (alas kaki)

Vietnam

Logam mulia & perhiasan

Australia

Dengan pengelompokan ini, kamu bisa langsung mempersempit pilihan negara sesuai kategori produk yang kamu cari, tanpa harus mengurutkan nilai impor tiap produk di daftar ini.

Sebagai langkah lanjutan, sebaiknya bandingkan dulu beberapa negara kalau produk yang kamu cari memiliki lebih dari satu sumber, cek harga untuk pembelian dalam jumlah besar, kualitasnya, dan kemudahan logistiknya. 

Data 10 besar ini dapat kamu jadikan insight, tapi riset dan penelusuran mendalam saat mencari supplier atau partner bisnis sangat disarankan untuk membantu kamu mengambil keputusan bisnis. Kamu bisa gunakan website Indonesian National Single Window (INSW) untuk cek regulasi produk, dan ke supplier langsung untuk nego harga dan kualitas.

Nah, kalau supplier dan negara pemasok sudah kamu tentukan, langkah berikutnya adalah memikirkan cara transaksi ke luar negeri yang aman dan efisien.

Pertimbangkan Layanan Remitansi untuk Transaksi Impor ke Negara Tujuan

Laptop menampilkan logo Topremit untuk pembayaran supplier luar negeri secara online

Setelah menentukan negara dan supplier, kamu tetap butuh cara transfer uang yang aman, cepat, dan biayanya masuk akal, apalagi kalau transaksi impor kamu rutin dilakukan setiap bulan.

Transfer bank internasional melalui SWIFT dan Letter of Credit (L/C) merupakan beberapa opsi yang dapat digunakan untuk transaksi dengan supplier luar negeri. Namun, biaya, dokumen yang diperlukan, dan waktu prosesnya dapat berbeda tergantung bank, negara tujuan, dan jenis transaksi.

Sebagai alternatif yang lebih baik, layanan remitansi online seperti Topremit bisa jadi pilihan yang praktis untuk transaksi ke negara-negara pemasok di atas, mulai dari China, Jepang, hingga negara ASEAN lainnya. Prosesnya bisa selesai dalam hitungan menit dengan biaya yang jauh lebih terjangkau dibanding transfer bank konvensional.

Dengan Topremit, pembayaran ke supplier luar negeri bisa dilakukan dengan lebih aman, cepat, dan praktis karena keunggulan di bawah ini:

  • Berlisensi Bank Indonesia sejak 2009: Topremit beroperasi di bawah izin resmi Bank Indonesia, sehingga transaksi internasional kamu diproses melalui layanan remitansi yang legal dan terpercaya.
  • Bisa kirim ke 90+ negara: Bayar supplier di berbagai negara pemasok utama seperti China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Australia, dan negara lainnya dari satu platform.
  • Biaya transfer transparan: Biaya transfer dapat dilihat sejak awal transaksi, sehingga kamu bisa memperhitungkan total pengeluaran sebelum menyelesaikan transfer.
  • Proses transfer cepat: Tergantung negara dan layanan yang dipilih, uang dapat sampai dalam hitungan menit hingga hari kerja yang sama, jadi supplier tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menerima pembayaran.
  • Kurs transparan: Kamu bisa melihat kurs yang berlaku sebelum melakukan transaksi dan mengetahui jumlah yang akan diterima supplier.
  • Transaksi cukup secara online: Pembayaran internasional dapat dilakukan melalui Topremit tanpa perlu datang ke cabang bank, sehingga lebih praktis terutama jika kamu rutin melakukan transaksi impor.

Dengan proses yang lebih praktis, biaya yang transparan, dan jangkauan ke berbagai negara, Topremit bisa menjadi pilihan untuk membantu pembayaran supplier luar negeri sekaligus membuat transaksi impor bisnismu lebih efisien dari sebelumnya.

FAQ

1. Apakah negara dengan nilai impor terbesar otomatis menawarkan harga supplier paling murah?

Tidak. Nilai impor menunjukkan besarnya perdagangan secara nasional, bukan harga termurah untuk setiap produk. Harga supplier tetap perlu dibandingkan bersama kualitas, MOQ, ongkos kirim, bea masuk, dan biaya lainnya sampai barang tiba di Indonesia.

2. Kalau satu produk tersedia dari beberapa negara, bagaimana memilih negara supplier yang paling tepat?

Bandingkan berdasarkan total biaya impor (landed cost), kualitas produk, kapasitas produksi supplier, waktu pengiriman, serta regulasi impornya. Harga barang yang lebih murah belum tentu lebih hemat kalau biaya logistik atau impornya lebih tinggi.

3. Apakah negara ASEAN selalu lebih menguntungkan karena lokasinya dekat dengan Indonesia?

Tidak selalu. Negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam bisa menawarkan waktu pengiriman yang relatif lebih singkat, tetapi untuk mencari harga, kualitas, dan pilihan produknya tetap perlu dibandingkan dengan negara produsen lainnya.

4. Apakah kenaikan nilai impor suatu produk menandakan peluang bisnis yang bagus?

Bisa menjadi salah satu indikator meningkatnya permintaan atau aktivitas industri, tetapi tidak cukup untuk menentukan peluang bisnis sendirian. Tetap cek tren pasar, tingkat persaingan, margin, regulasi, dan kebutuhan konsumen sebelum memilih produk untuk diimpor.

5. Apa yang perlu dicek sebelum membayar supplier luar negeri?

Pastikan identitas dan rekening supplier sudah terverifikasi, detail invoice sesuai, mata uang pembayaran benar, serta metode pembayaran memiliki biaya dan kurs yang jelas. Untuk transaksi bernilai besar atau supplier baru, pertimbangkan juga metode pembayaran dengan perlindungan transaksi yang lebih kuat.

Referensi

Read more

Cara Impor Barang dari Luar Negeri ke Indonesia: Panduan Lengkap 2026
Ketahui panduan lengkap cara impor barang dari luar negeri ke Indonesia, mulai dari cek HS Code, siapkan dokumen, hingga bayar impor di sini.
Tips Memulai Bisnis Impor Untuk Pemula ala Topremit
Mau memulai bisnis impor? Yuk, pelajari tips memilih produk, supplier, pengiriman, hingga alur regulasi impor dengan mudah di sini.
Apa itu Importir? Pengertian, Contoh dan Peraturannya
Apa itu importir? Yuk, pelajari pengertian, jenis, syarat, hingga tantangan dalam berbisnis impor di sini.
Apa Itu Remitansi?
Remitansi adalah sebuah proses pengiriman uang lintas negara yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Yuk, pelajari lebih di bawah ini!