Panduan Lengkap Jastip Jepang: Modal Kecil, Untung Besar!

Selain jastip China dan Thailand, ternyata bisnis jastip Jepang juga populer di Indonesia. Apalagi karena sudah banyaknya influencer dan traveler yang suka menikmati perjalanan ke Negeri Sakura sambil menambah pemasukan dengan produk jastip titip pelanggan mereka. 

Dengan adanya permintaan pasar yang jelas, kamu yang suka traveling ke Jepang bisa banget cobain bisnis ini meski dengan modal kecil. Tapi, bagaimana cara memulai jastip Jepang agar bisa cuan maksimal? Yuk, simak panduan lengkapnya di sini!

Mengapa Jastip Jepang Bisa Sangat Menguntungkan?

Ada banyak keuntungan yang bisa bikin bisnis jastip Jepang menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Pertama, tentu saja membeli barang langsung dari lokasi produsennya bisa mendapatkan kesempatan memperoleh barang dengan harga yang jauh lebih murah. Kedua, kamu juga bisa menjadi penyalur barang-barang tertentu sampai produk eksklusif yang diincar banyak orang tapi hanya tersedia di Jepang sehingga membuat kamu dipenuhi pesanan mereka.

Keuntungan lainnya, tentu bisnis ini tidak membutuhkan toko fisik. Produk Jepang juga dikenal memiliki kualitas produk bagus dan orisinalitas yang lebih terjamin dibandingkan barang impor dari negara lain, jadi tidak heran jika punya banyak peminat.

Strategi Jastip Jepang yang Hemat dan Menguntungkan

Agar bisnis jastip berjalan lancar dan tetap menguntungkan, ini dia beberapa strategi yang bisa kamu terapkan:

1. Memilih Produk yang Sedang Tren dan Banyak Dicari

Tidak semua barang laku di pasaran, jadi penting untuk memilih produk dari Jepang yang benar-benar diminati target pasar kamu. Ini dia rincian kategori barang yang paling populer untuk usaha jastip ke Jepang:

  • Fashion: Kategori ini akan selalu ada di wishlist jastip darimanapun. Jadi, kamu bisa memasukkannya ke dalam penawaran jastip ke Jepang. Kamu bisa tawarkan brand terkenal dari Jepang ini: Onitsuka Tiger, UNIQLO, BAPE, dan GU.
  • Elektronik: Produk elektronik terkenal memiliki kualitas yang tinggi dan sudah diakui, seperti Nintendo Switch, kamera Fujifilm, hingga jam tangan SEIKO dan G-Shock
  • Kosmetik & Skincare: Siapa yang tidak kenal dengan produk essential water SK-II, atau skincare dana minimal hasil maksimal seperti Hada Labo? Dengan menawarkan produk kecantikan yang terkenal ini, kemungkinan kamu bisa dibanjiri orderan.  
  • Mainan Koleksi: Anime dan karakter fiksi sudah melekat menjadi bagian dari budaya Jepang. Jadi kamu bisa menawarkan berbagai koleksi mainan seperti Gunpla, koleksi figuran anime, hingga kartu Pokémon. 

Memang permintaan akan barang-barang di atas bisa jadi tinggi dan rendah. Jadi, kamu perlu tetap up-to-date dengan berbagai produk Jepang yang lagi hype

Caranya mudah kok! Kamu bisa pantau popularitas produk melalui situs komunitas dan media sosial seperti X, Tiktok, Instagram, dan Kaskus. Lalu, cek juga seberapa tinggi permintaan pasar di situs e-commerce atas produk tersebut. Mau lebih analitis? Gunakan Google Trends untuk mengetahui popularitas produk tersebut. 

2. Menggunakan Sistem Pre-Order untuk Meminimalkan Risiko

Strategi terbaik dan terhemat dalam bisnis jastip tentunya dengan membuat sistem pre-order, di mana pelanggan membayar sebagian atau seluruhnya sebelum barang dibeli. Jadi, kamu tidak perlu mengeluarkan uang sendiri untuk membeli stok barang, apalagi, barang yang nantinya kamu beli sudah ada pembelinya, jadi tidak ada barang yang tidak laku. Dana dari pelanggan kamu juga sudah bisa digunakan untuk biaya perjalanan dan pembelian barang.

Ini adalah tahapan simple yang bisa kamu gunakan untuk mulai sistem pre-order:

  1. Buka orderan sebelum berangkat, misalnya 2 minggu sebelumnya.
  2. Berlakukan DP (uang muka) untuk menghindari pembatalan mendadak.
  3. Manfaatkan WhatsApp Group dan Google Form untuk mendata orderan pelanggan.
  4. Tetapkan batas jumlah pesanan agar tidak melebihi kapasitas bagasi atau bea cukai.

3. Mempromosikan Jastip dengan Media Sosial

Sekarang sudah banyak bisnis yang memanfaatkan sosial media untuk meningkatkan awareness pada jasa/produk mereka. Jadi, pastikan kamu juga aktif memanfaatkan Instagram, TikTok, dan WhatsApp untuk menjaga loyalitas dan meningkatkan awareness pada usaha kamu. Kamu bisa gunakan tren terkini dan berbagai kreatifitas untuk menawarkan keunggulan atau sekedar pemberitahuan akan produk yang kamu tawarkan. 

Jangan lupa juga untuk memanfaatkan WhatsApp Group untuk membangun komunitas pelanggan tetap dan memberikan mereka akses lebih dulu ke barang-barang baru.

4. Menghindari Biaya Tak Terduga dari Bea Cukai

Yap, dalam berbisnis jastip tentu tidak lepas dari ketentuan pajak dan bea cukai. Tapi, jangan khawatir ini dia cara membayar kewajiban pajak tanpa menyentuh keuntungan jastip: 

  • Bawa barang dalam jumlah wajar agar tidak dikategorikan seperti pedagang besar
  • Gunakan bagasi teman atau keluarga untuk membagi barang bawaan
  • Hindari membawa dus asli untuk beberapa produk agar terlihat seperti barang pribadi.
  • Jika menggunakan ekspedisi, pelajari aturan bea cukai & pilih jasa pengiriman yang paling efisien.

Oiya, perhatikan juga aturan bea cukai ini, barang pribadi dengan total nilai di bawah USD 500/orang masih dikategorikan bebas pajak. Jika lebih dari itu, akan dikenakan bea masuk + PPN yang bisa mencapai 17,5%. Khusus untuk barang elektronik akan dikenakan pajak tambahan, ya.

5. Memilih Metode Pengiriman yang Efisien

Setelah belanja, ada dua cara membawa barang dari Jepang ke Indonesia:

  • Membawa Sendiri: Cocok jika kamu membawa barang-barang kecil & ringan seperti kosmetik dan pakaian dan lagi, barang-barang individual biasanya bebas pajak asal tidak melebihi batas yang ditentukan di atas. Tapi, pertimbangkan juga kapasitas penyimpanan selama di pesawat agar barang kamu tetap muat disimpan bersamamu.
  • Menggunakan Ekspedisi: Cocok jika kamu dipenuhi pesanan barang besar seperti sepatu, mainan koleksi, atau elektronik dan lebih praktis juga karena barang-barang bisa dikirim langsung ke pelanggan di Indonesia. Tapi, pastikan dana kamu cukup untuk potensi jumlah total bea cukai & biaya tambahan. Ini dia sejumlah pilihan ekspedisi yang bisa kamu pakai: EMS, DHL/FedEx dan sejumlah jasa jastip kargo yang menawarkan layanan khusus dengan pajak lebih rendah.

Agar barang-barang pesanan aman selama perjalanan, gunakan bubble wrap & kardus kuat terutama untuk barang elektronik dan pecah belah, ya.

Baca juga: 7 Oleh - Oleh Khas Jepang yang Wajib Banget Untuk Dibeli

Tips Hemat Perjalanan ke Jepang

Siap meraup keuntungan dari bisnis jastip Jepang? Pastikan kamu menerapkan tips di atas agar bisnismu berjalan lancar. 

Tapi, gimana kalau barangnya sudah dapat, tapi malah bingung saat mau bayar? Tenang, kamu bisa banget pakai Topremit! Layanan remitansi pertama di Indonesia ini bisa membantu kamu mengirim uang dari Indonesia ke 90+ negara dengan cara yang mudah, murah, dan cepat.

Dengan Topremit, kamu tidak perlu repot lagi untuk tukar uang cash dalam jumlah banyak, karena uang kamu bisa dikirim ke rekening bank tujuan di Jepang dengan biaya dan kurs yang sangat murah hanya melalui smartphone saja. Pengiriman uang kamu juga dijamin keamanannya karena Topremit telah dilisensi oleh Bank Indonesia dan terbukti kredibilitasnya sejak tahun 2009

Jadi, gak perlu ragu deh pakai Topremit untuk transfer ke Jepang! Yuk, download aplikasinya sekarang dan share informasi ini ke teman atau keluarga kamu yang butuh tipsnya!