Terlengkap! Ini Cara Impor Barang dari Hong Kong ke Indonesia

Pelajari cara impor barang dari Hong Kong ke Indonesia, mulai dari NIB, HS Code, biaya impor, dokumen, bea masuk, hingga pembayaran supplier.

Ilustrasi perdagangan dan impor dari Hong Kong dengan bendera Hong Kong dan grafik pasar

Ringkasan Utama

  • Sebelum impor dari Hong Kong, pastikan kamu sudah punya NIB sebagai akses kepabeanan, mengetahui kode HS dan status lartas produk, serta menyiapkan dokumen dari supplier agar barang tidak bermasalah saat masuk Indonesia.
  • Proses impor secara umum terdiri dari verifikasi supplier, pengecekan HS Code dan regulasi, perhitungan landed cost, pemilihan metode pengiriman, persiapan dokumen, pembayaran supplier, hingga customs clearance.
  • Jangan hanya membandingkan harga barang. Hitung total landed cost yang mencakup harga produk, ongkos kirim, asuransi, bea masuk dan pajak impor, serta biaya handling atau forwarder sebelum melakukan pembelian.
  • Barang yang dikirim dari Hong Kong tidak otomatis mendapat bea masuk lebih rendah. Tarif preferensi AHKFTA hanya berlaku jika barang memenuhi ketentuan asal dan biasanya didukung Certificate of Origin (COO) Form AHK.
  • Untuk pembayaran supplier, cek mata uang, nama pemilik rekening, kurs, biaya transfer, kemungkinan biaya bank perantara, dan estimasi waktu dana tiba.
  • Layanan remitansi Topremit dapat digunakan untuk mengirim uang ke rekening bisnis di Hong Kong secara online dengan kurs dan biaya yang ditampilkan sejak awal.

Hong Kong bisa jadi salah satu negara sumber produk impor favorit buat kamu yang mau mulai bisnis impor, bea masuk barang tertentu bisa lebih ringan karena adanya perjanjian dagang ASEAN-Hong Kong, pelabuhannya termasuk salah satu yang tersibuk di dunia, dan banyak supplier di sana yang sudah terbiasa melayani pembeli dari Indonesia. 

Tapi sama seperti impor dari negara lain, ada regulasi, dokumen, dan hitung-hitungan biaya yang perlu kamu pahami dulu sebelum transfer uang ke supplier. Kabar baiknya, prosesnya tidak serumit yang dibayangkan kalau kamu tahu urutannya. 

Di artikel ini, kamu akan memahami cara impor dari tahap persiapan, langkah demi langkah, sampai tips supaya barang tidak tertahan di Bea Cukai. Yuk, langsung simak persiapannya di bawah ini.

Apa Saja yang Perlu Disiapkan Sebelum Impor dari Hong Kong?

Pebisnis memeriksa informasi di tablet sebagai persiapan sebelum impor barang dari Hong Kong

Sebelum menghubungi supplier, ada dua hal yang perlu kamu siapkan dulu; pertama, apakah produknya boleh masuk ke Indonesia dan kedua, dokumen apa saja yang bakal dibutuhkan sepanjang prosesnya. Berikut rinciannya:

  • Legalitas usaha: Untuk impor dengan tujuan komersial, kamu butuh Nomor Induk Berusaha (NIB) yang sekaligus berfungsi sebagai akses kepabeanan. Tanpa ini, barang impormu berisiko tertahan di Bea Cukai.
  • Kode HS (Harmonized System) produk: Kode klasifikasi barang internasional ini menentukan besaran tarif bea masuk, jenis pajak yang berlaku, sampai apakah barangmu butuh izin tambahan. Kamu bisa mengeceknya lewat Indonesian National Single Window (INSW), portal resmi pemerintah untuk layanan kepabeanan.
  • Status lartas (larangan dan pembatasan): Sebagian barang tidak bisa langsung diimpor bebas; ada yang dilarang total, ada yang perlu izin instansi terkait dulu. Kosmetik dan makanan misalnya butuh izin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), sementara elektronik dan mainan anak sering kali harus punya sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) sebelum boleh masuk.
  • Dokumen dari supplier: Minimal kamu perlu proforma invoice atau quotation resmi dari supplier sebagai dasar negosiasi harga dan syarat pengiriman sebelum transaksi disepakati.

Satu hal yang sering luput, supplier berlokasi di Hong Kong bukan berarti barangnya otomatis "dari" Hong Kong. Banyak supplier di sana sebenarnya adalah trading company yang mengambil barang dari pabrik di China daratan atau negara lain. Karena itu Country of origin (negara asal barang) ini penting untuk kamu ketahui dari awal, karena menentukan dokumen tambahan apa yang perlu disertakan dan apakah kamu berhak atas tarif bea masuk preferensi, bukan sekadar dari mana supplier mengirim barangnya.

Cara Impor Barang dari Hong Kong ke Indonesia

Proses impor barang dari Hong Kong ke Indonesia dengan paket, pengiriman, dan pembayaran supplier

Setelah persiapan di atas beres, berikut alur lengkap impor barang dari Hong Kong, dari cari supplier sampai barang sampai di tanganmu.

1. Cari dan Verifikasi Supplier di Hong Kong

Untuk impor barang dari Hong Kong, kamu bisa mencari supplier secara langsung melalui sentra bisnis dan pameran dagang, atau secara online lewat platform B2B internasional seperti Alibaba dan Global Sources Hong Kong. Mendapatkan supplier tangan pertama bisa lebih menguntungkan karena kamu berpotensi memperoleh harga produk yang lebih rendah, Tapi, sebelum bertransaksi, luangkan waktu untuk memverifikasi supplier. Ini beberapa hal yang perlu kamu cek:

  • Legalitas dan nama perusahaan: Cocokkan nama perusahaan di website, invoice, dan rekening bank, kalau berbeda-beda, itu tanda bahaya. 
  • Detail rekening pembayaran:Pastikan nama pemilik rekening sama dengan nama perusahaan supplier, bukan rekening pribadi atau pihak ketiga yang tidak jelas kaitannya.
  • Proforma invoice: Minta dokumen ini secara tertulis, lengkap dengan harga per unit, total harga, dan syarat pengiriman (Incoterms).
  • Country of origin barang: Tanyakan langsung dari awal, kamu juga bisa meminta Certificate of Origin karena ini akan menjadi dokumen penentu untuk tarif impor kamu.

Untuk transaksi bernilai besar atau dengan supplier baru, ada baiknya kamu juga cek keberadaan fisik perusahaan atau lihat referensi dan review dari pembeli lain sebelum mengirim pembayaran.

2. Cari HS Code dan Cek Ketentuan Impornya

Setiap produk punya kode HS yang unik, dan dari kode ini kamu bisa tahu tarif bea masuk, pajak yang berlaku, serta apakah barangmu termasuk lartas atau butuh izin tambahan. Kamu bisa mengeceknya lewat sistem INSW dengan memasukkan nama produk atau deskripsi barangnya.

Beberapa kategori produk yang biasanya lebih ketat regulasinya dan perlu dicek lebih dulu:

  • Kosmetik dan produk kecantikan
  • Makanan dan minuman kemasan
  • Obat-obatan dan suplemen
  • Elektronik tertentu (perangkat dengan sertifikasi radio/telekomunikasi, misalnya)

Kalau produkmu masuk salah satu kategori ini, urus izin atau sertifikasinya sebelum barang dikirim dari Hong Kong, mengurusnya setelah barang tiba biasanya berarti biaya penyimpanan tambahan dan proses yang lebih panjang.

3. Hitung Total Biaya Impor Sebelum Membeli

Harga barang di supplier biasanya cuma sebagian kecil dari total biaya yang akan kamu keluarkan. Nyatanya kamu perlu menyiapkan uang untuk pengiriman, hingga bea masuk. Jadi, sebelum deal dengan supplier, hitung dulu total biaya untuk impor (landed cost) yang biasanya mencakup:

Landed Cost = Harga barang + freight cost + asuransi (opsional) + Pajak & Bea Masuk + Biaya terminal/DO + storage & penanganan lokal (opsional) 

Kalau landed cost ternyata membuat margin bisnismu tipis atau bahkan minus, ini saat yang tepat untuk negosiasi ulang harga atau cari alternatif metode pengiriman, bukan setelah barang terlanjur dipesan.

4. Tentukan Cara Pengiriman dari Hong Kong

Metode pengiriman/ekspedisi menentukan kecepatan dan biaya impormu. Umumnya ada beberapa metode pengiriman barang lintas negara. Berikut tabel penjelasannya:

Metode

Cocok untuk

Air freight

Barang lebih sedikit atau butuh cepat sampai

Sea freight LCL

Barang tidak cukup memenuhi satu kontainer penuh

Sea freight FCL

Volume barang besar, satu kontainer penuh

Courier (kurir ekspres)

Sampel produk atau barang kecil dalam jumlah sedikit

Kalau kamu baru pertama kali impor atau tidak mau repot mengurus dokumentasi dan bea cukai sendiri, menggunakan freight forwarder cukup membantu. Forwarder biasanya mengurus pengiriman, dokumen, sampai proses customs clearance sekaligus, dengan konsekuensi biaya jasa tambahan dan kontrol kamu atas proses jadi lebih terbatas.

5. Siapkan Dokumen Transaksi Impor

Dokumen yang kamu butuhkan bisa dibagi jadi dua kelompok. Untuk kebutuhan transaksional (dari supplier, mengikuti pengiriman barang):

  • Commercial Invoice: Faktur resmi yang jadi dasar perhitungan pajak impor.
  • Packing List: Rincian isi, jumlah, dan berat tiap kemasan.
  • Air Waybill (AWB) atau Bill of Lading (B/L): Bukti pengiriman resmi dari maskapai/kapal, tergantung metode pengirimannya.

Lalu, untuk kebutuhan legalitas (tergantung jenis barang):

  • Dokumen perizinan, seperti izin BPOM atau sertifikat SNI, jika produkmu termasuk kategori yang diatur.
  • Certificate of Origin (COO) kalau kamu ingin memanfaatkan tarif bea masuk preferensi dan barangnya memang memenuhi syarat asal (lebih lanjut di bagian bea masuk di bawah).

Pastikan semua data di dokumen ini konsisten satu sama lain, nama barang, jumlah, dan berat yang berbeda antar dokumen adalah salah satu penyebab paling umum barang tertahan pemeriksaan.

6. Bayar Supplier Hong Kong

Ini bagian di mana banyak importir pemula kebingungan. Sebelum transfer, ada baiknya kamu memastikan dulu beberapa hal ini:

  • Jenis mata uang yang diterima supplier: Untuk pengiriman dari Hong Kong, banyak supplier lebih suka menerima pembayaran dalam Dolar Hong Kong (HKD), tapi ada kemungkinan supplier bisa meminta pengiriman dalam Dolar Amerika (USD) hingga Yuan dari China daratan (CNY) kalau barang sebenarnya berasal dari Tiongkok daratan.
  • Jenis rekening tujuan: Apakah atas nama perusahaan atau individu? Lalu cek apakah nama pemilik rekening sesuai dengan rekening perusahaan di invoice.
  • Kurs dan biaya transfer yang berlaku: Bandingkan nilai kurs yang ditawarkan penyedia layanan, pilih kurs rendah yang umumnya tersedia di layanan online seperti Topremit.
  • Cek intermediary fee: Transfer lintas bank internasional lewat jalur konvensional kadang dipotong biaya bank perantara di tengah jalan, jadi jumlah yang diterima supplier bisa lebih kecil dari yang kamu kirim.
  • Lama dana diterima supplier: Ini memengaruhi kapan supplier mulai memproses pesananmu. Jadi, cek berapa lama waktu yang dibutuhkan penyedia layanan untuk mengirim uang ke Hong Kong.

Di sinilah layanan remitansi seperti Topremit bisa membantu, transfer ke rekening bisnis di Hong Kong bisa dilakukan secara online dengan kurs dan biaya yang transparan sejak awal, jadi kamu bisa masukkan angkanya langsung ke perhitungan landed cost tanpa kejutan biaya tambahan di tengah proses.

7. Lakukan Customs Clearance dan Terima Barang

Setelah barang berangkat dari Hong Kong, kamu (atau forwarder-mu) perlu mengajukan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) ke Bea Cukai lewat sistem CEISA. Setelah PIB diajukan, sistem akan menghitung pajak yang harus dibayar dan menentukan jalur pemeriksaan:

  • Jalur hijau: Dokumen dinilai aman, barang bisa langsung keluar
  • Jalur kuning: Perlu pengecekan dokumen lebih lanjut
  • Jalur merah: Perlu pengecekan dokumen sekaligus fisik barang

Kalau semua dokumen dan datanya konsisten, proses ini biasanya berjalan lancar. Setelah pajak dibayar dan Bea Cukai menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB), barangmu resmi bisa diambil dari pelabuhan atau bandara.

Bagian yang seringkali bikin bingung importir pemula justru bukan langkah-langkah di atas, tapi soal berapa besar bea masuk yang harus dibayar dan apakah ada cara untuk membuatnya lebih ringan. Ini yang akan kita bahas selanjutnya.

Apakah Barang dari Hong Kong Bebas Bea Masuk?

Ilustrasi perhitungan pajak dan bea masuk impor barang dari Hong Kong ke Indonesia

Impor dari Hong Kong tidak otomatis bebas bea, tapi bisa lebih murah kalau syaratnya terpenuhi. Indonesia dan Hong Kong sama-sama tergabung dalam ASEAN–Hong Kong, China Free Trade Agreement (AHKFTA), perjanjian dagang yang secara bertahap menurunkan tarif bea masuk untuk berbagai kategori komoditas asal Hong Kong sejak berlaku efektif di Indonesia pada 2020.

Namun, ada beberapa syarat yang perlu kamu perhatikan:

  • Tarif preferensi hanya berlaku untuk barang yang benar-benar memenuhi ketentuan asal (rules of origin) dalam perjanjian ini, bukan semua barang yang dikirim dari Hong Kong otomatis dapat tarif rendah.
  • Country of origin barang jadi penentu utama, seperti yang sudah disinggung di bagian sebelumnya. Kalau barang sebenarnya diproduksi di negara lain dan hanya transit atau dikemas ulang di Hong Kong, klaim tarif preferensi bisa ditolak.
  • Certificate of Origin (COO) Form AHK biasanya diperlukan sebagai bukti bahwa barang memenuhi ketentuan asal, kecuali untuk kiriman bernilai kecil yang mendapat pengecualian tertentu.

Kalau dokumen asal barangnya tidak lengkap atau tidak sesuai, Bea Cukai akan mengenakan tarif normal (Most Favoured Nation), bukan tarif preferensi AHKFTA. Jadi, sebelum menghitung landed cost dengan asumsi "dapat harga murah karena dari Hong Kong", pastikan dulu kamu sudah cek country of origin dan minta COO ke supplier di awal transaksi.

Tips Agar Impor dari Hong Kong Tidak Bermasalah

Ilustrasi checklist tips agar proses impor barang dari Hong Kong berjalan lancar

Beberapa hal sederhana ini bisa menyelamatkanmu dari masalah yang sering dialami importir pemula:

  • Jangan transfer sebelum supplier diverifikasi: 

Cek legalitas dan detail rekening lebih dulu, terutama untuk transaksi pertama dengan supplier baru.

  • Jangan hanya lihat harga barang, hitung landed cost secara utuh

Harga murah di quotation bisa jadi tidak murah lagi setelah ditambah ongkir, bea masuk, dan pajak.

  • Pastikan kode HS-nya benar

Kode HS yang salah bisa menyebabkan tarif pajak yang salah hitung, atau bahkan barang tertahan karena dianggap tidak sesuai deklarasi.

  • Cek status lartas sebelum barang dikirim

Jangan cek setelah barang tiba di pelabuhan. Karena, barang kamu berpotensi besar dilarang masuk kalau tidak mengikuti regulasi yang berlaku untuk jenis barang lartas.

  • Pastikan country of origin barang jelas dari awal negosiasi

Hal ini supaya kamu tahu dokumen apa yang perlu disiapkan dan apakah berhak atas tarif preferensi AHKFTA.

  • Sepakati Incoterms dan tanggung jawab biaya sejak awal

Tentukan sepanjang proses transaksi terkait siapa yang menanggung ongkos kirim, asuransi, dan risiko kerusakan selama pengiriman, supaya tidak ada perselisihan di tengah jalan.

Kalau langkah-langkah di atas sudah kamu jalankan, proses impor dari Hong Kong sebenarnya cukup mudah diikuti, sama seperti impor dari negara lain, kuncinya ada di persiapan dokumen dan komunikasi yang jelas dengan supplier di awal. Salah satu bagian yang paling sering jadi titik ragu adalah urusan pembayaran ke supplier, karena menyangkut kurs, biaya transfer, dan kecepatan dana sampai. 

Untuk itu, Topremit menyediakan layanan kirim uang ke rekening bisnis di Hong Kong dengan proses online, kurs transparan di depan, dan biaya yang bisa langsung kamu masukkan ke perhitungan sebelum bertransaksi dengan supplier.

FAQ

Apakah individu bisa impor barang dari Hong Kong? 

Bisa, selama untuk kebutuhan pribadi atau dalam skala kecil biasanya sudah difasilitasi oleh jasa kurir atau platform belanja lintas negara. Untuk impor dalam skala bisnis, kamu tetap perlu NIB sebagai akses kepabeanan, kecuali menggunakan skema impor undername dari pihak ketiga.

Apakah impor dari Hong Kong harus menggunakan forwarder? 

Tidak wajib, tapi sangat disarankan terutama untuk importir pemula. Forwarder membantu mengurus dokumentasi, pengiriman, dan customs clearance sekaligus, sehingga risiko kesalahan yang menyebabkan barang tertahan bisa ditekan.

Berapa lama waktu pengiriman dari Hong Kong ke Indonesia? 

Tergantung metode: courier ekspres biasanya 3–7 hari, air freight sekitar 5–10 hari, sementara sea freight bisa memakan waktu 2–4 minggu tergantung rute dan jadwal kapal.

Berapa pajak impor barang dari Hong Kong? 

Bervariasi tergantung kode HS dan apakah barang memenuhi syarat tarif preferensi AHKFTA. Komponennya umumnya terdiri dari bea masuk, PPN, dan PPh Pasal 22, yang besarannya bisa kamu cek lewat kode HS produk di INSW.

Lebih untung impor dari Hong Kong atau China? 

Tergantung produk dan kebutuhanmu. Hong Kong unggul di kemudahan transaksi internasional dan status pelabuhan bebasnya, tapi banyak barang yang "dijual dari Hong Kong" sebenarnya diproduksi di Tiongkok daratan, jadi harga dan pilihan supplier langsung dari China terkadang lebih kompetitif untuk volume besar. Cek dulu country of origin sebelum membandingkan keduanya.

Bagaimana cara membayar supplier Hong Kong dari Indonesia? 

Umumnya lewat transfer bank internasional (TT/wire transfer), Letter of Credit untuk transaksi besar, atau layanan remitansi online berlisensi Bank Indonesia seperti Topremit yang biasanya lebih cepat dan transparan soal kurs untuk transaksi rutin.

Referensi

Read more

Cara Impor Barang dari Luar Negeri ke Indonesia: Panduan Lengkap 2026
Ketahui panduan lengkap cara impor barang dari luar negeri ke Indonesia, mulai dari cek HS Code, siapkan dokumen, hingga bayar impor di sini.
Tips Memulai Bisnis Impor Untuk Pemula ala Topremit
Mau memulai bisnis impor? Yuk, pelajari tips memilih produk, supplier, pengiriman, hingga alur regulasi impor dengan mudah di sini.
Apa itu Importir? Pengertian, Contoh dan Peraturannya
Apa itu importir? Yuk, pelajari pengertian, jenis, syarat, hingga tantangan dalam berbisnis impor di sini.
Apa Itu Remitansi?
Remitansi adalah sebuah proses pengiriman uang lintas negara yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Yuk, pelajari lebih di bawah ini!