Terupdate 2026: Cara Impor Barang dari China ke Indonesia

Ringkasan Utama

  • Ada tiga jalur utama untuk impor barang dari China: melalui marketplace/barang kiriman untuk skala kecil, impor mandiri dengan legalitas usaha, atau menggunakan jasa forwarder, PPJK, maupun perusahaan importir.
  • Untuk impor formal, importir perlu menyiapkan NIB dengan akses kepabeanan, NPWP, jenis API yang sesuai, serta dokumen transaksi dan pengiriman seperti commercial invoice, packing list, dan Bill of Lading/Airway Bill.
  • Sebelum membeli barang, cek HS Code dan status Larangan dan Pembatasan (Lartas) melalui INSW karena beberapa produk membutuhkan izin tambahan seperti BPOM, SNI, Postel, atau izin dari Kementerian Kesehatan.
  • Hitung landed cost secara menyeluruh sebelum memesan, termasuk harga barang, ongkir, freight, asuransi, bea masuk, pajak, biaya handling, dan pengiriman ke gudang agar keuntungan impor dapat diperkirakan dengan lebih akurat.
  • Pembayaran supplier China dapat dilakukan melalui bank, marketplace, Letter of Credit, atau layanan transfer internasional. Topremit dapat digunakan untuk mengirim dana ke China dengan biaya layanan flat IDR 100,000 dan tersedia beberapa metode penerimaan sesuai kebutuhan transaksi.

Mau mulai impor barang dari China tapi bingung harus mulai dari mana? Kamu nggak sendirian. Banyak pemilik usaha yang akhirnya menunda rencana impornya karena bingung soal legalitas, dokumen, sampai takut barangnya malah tertahan di Bea Cukai.

Padahal kalau kamu tahu urutannya, proses impor barang dari China itu nggak serumit yang dibayangkan. Di artikel ini, kamu akan diajak memahami semua tahapan dan aturan terupdate secara berurutan, mulai dari menentukan jalur impor, syarat legalitas, langkah demi langkah belanja ke supplier, sampai cara membayar supplier China dengan aman. Yuk, simak di bawah ini agar kamu tidak salah langkah lagi saat mengimpor barang dari China.

Tentukan Jalur Impor Barang dari China

Sebelum masuk ke teknis, kamu perlu tahu dulu lewat jalur mana kamu akan impor. Pilihan jalur ini akan menentukan berapa besar tanggung jawab legalitas yang harus kamu urus sendiri, serta berapa banyak biaya jasa yang perlu kamu keluarkan.

Impor melalui Marketplace atau Barang Kiriman

Ini jalur paling sederhana untuk pemula. Kamu belanja langsung di platform seperti Alibaba, 1688, atau Taobao, lalu barang dikirim ke Indonesia sebagai barang kiriman (consignment) melalui jasa titipan atau kurir internasional. Skema pajaknya diatur lewat PMK Nomor 96 Tahun 2023 yang telah diubah dengan PMK Nomor 4 Tahun 2025: barang dengan nilai pabean sampai USD 3 bebas bea masuk, sedangkan barang dengan nilai di atas USD 3 sampai USD 1,500 dikenai tarif bea masuk terkelompok (0%, 15%, atau 25%) ditambah PPN 11%. Jalur ini praktis untuk transaksi skala kecil, tapi kurang efisien kalau volume belanjamu sudah besar karena kamu tidak bisa menggabungkan banyak barang dalam satu pengiriman formal.

Impor Mandiri Menggunakan Legalitas Usaha

Kalau usahamu sudah butuh restock rutin dalam jumlah besar, jalur ini lebih masuk akal. Kamu impor atas nama badan usaha atau perorangan yang sudah memiliki NIB dengan akses kepabeanan, lalu barang masuk lewat jalur importasi formal menggunakan Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Bea masuk dan pajaknya dihitung berdasarkan HS Code produk, bukan skema barang kiriman. Jalur ini memberi kamu kontrol penuh atas negosiasi harga, metode pengiriman, dan biaya, tapi kamu juga yang harus mengurus semua dokumen dan kewajiban kepabeanannya.

Impor melalui Forwarder, PPJK, atau Perusahaan Importir

Kalau kamu belum siap mengurus semuanya sendiri, kamu bisa menyerahkan sebagian atau seluruh proses ke pihak ketiga. Freight forwarder mengurus transportasi dan logistik dari gudang supplier di China sampai ke Indonesia, sementara Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) fokus mengurus kewajiban kepabeanan atas nama importir, termasuk penghitungan bea masuk dan proses customs clearance. Ada juga perusahaan jasa importir atau sourcing agent yang menangani semuanya dari negosiasi supplier sampai barang tiba gudangmu. Jalur ini paling cocok untuk pemula yang ingin belajar dulu sambil tetap jalan, karena risiko dokumen keliru atau barang tertahan bisa ditekan.

Apa Saja Syarat Impor Barang dari China?

Setelah menentukan jalur, saatnya kamu siapkan legalitas dan dokumen. Tiga hal ini wajib kamu penuhi sebelum transaksi pertama dilakukan.

Legalitas Usaha dan Importir

Untuk memulai impor produk luar negeri, kamu wajib memiliki:

  • NIB (Nomor Induk Berusaha) yang didaftarkan lewat OSS. Sejak sistem OSS berbasis risiko berlaku, NIB otomatis berfungsi sebagai Angka Pengenal Importir (API) sekaligus hak akses kepabeanan, jadi kamu tidak perlu mengurusnya terpisah lagi.
  • NPWP atas nama badan usaha atau pribadi yang mengimpor.
  • Jenis API yang sesuai kegiatan usaha: pilih API-Umum (API-U) jika barang yang diimpor akan diperjualbelikan, atau API-Produsen (API-P) jika barang tersebut hanya untuk kebutuhan produksi sendiri dan tidak boleh diperjualbelikan ke pihak ketiga.
  • Izin usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang relevan, terutama bila usahamu masuk kategori risiko menengah atau tinggi sehingga butuh Sertifikat Standar tambahan di luar NIB.
Baca juga: Catat! Ini 12 Dokumen Wajib untuk Bisnis Impor Kamu

Dokumen Transaksi dan Pengiriman

Selain legalitas usaha, kamu juga perlu menyiapkan dokumen dari sisi transaksi dan pengiriman barang, di antaranya:

  • Proforma invoice, sebagai penawaran harga awal dari supplier sebelum kamu membayar.
  • Commercial invoice, dokumen tagihan resmi setelah transaksi disepakati.
  • Packing list, rincian isi, berat, dan jumlah kemasan barang.
  • Bill of Lading (untuk laut) atau Airway Bill (untuk udara), sebagai bukti pengangkutan barang.
  • Purchase order, bukti kesepakatan pemesanan dengan supplier.
  • Bukti pembayaran, sebagai kelengkapan dokumen saat proses customs clearance.

Dokumen yang tidak lengkap adalah salah satu penyebab paling umum barang tertahan di Bea Cukai, jadi pastikan semuanya sudah kamu pegang sebelum barang berangkat.

Izin Berdasarkan Jenis Barang

Beberapa kategori produk masuk daftar Larangan dan Pembatasan (Lartas) sehingga butuh izin tambahan dari kementerian atau lembaga teknis terkait, misalnya:

  • Makanan, minuman, kosmetik, dan suplemen perlu izin edar dari BPOM.
  • Mainan anak dan sebagian barang elektronik/rumah tangga perlu sertifikasi SNI dari Kementerian Perindustrian.
  • Perangkat elektronik yang terhubung jaringan (smartphone, router, perangkat wireless) perlu sertifikat Postel dan uji EMC dari Kominfo.
  • Alat kesehatan wajib memiliki izin edar atau Surat Keterangan Impor (SKI) dari Kementerian Kesehatan.

Kamu bisa mengecek sendiri apakah HS Code produkmu masuk kategori Lartas lewat portal resmi INSW (Indonesia National Single Window) sebelum barang berangkat dari China, supaya tidak kaget di tengah jalan.

Cara Impor Barang dari China ke Indonesia

Setelah legalitas dan dokumen siap, berikut urutan langkah impor barang dari China dari awal sampai barang tiba di gudangmu.

Tentukan Produk dan Periksa Aturan Impornya

Jangan langsung belanja sebelum riset. Cek dulu permintaan pasar dan estimasi selisih keuntungan dari produk impor china yang kamu incar, lalu cari tahu HS Code-nya lewat portal INSW untuk mengetahui tarif bea masuk yang berlaku serta status Lartas-nya. Langkah ini penting supaya kamu tahu sejak awal apakah produk tersebut butuh izin tambahan atau bahkan termasuk barang yang dilarang masuk ke Indonesia.

Cari dan Verifikasi Supplier China

Kamu bisa mencari supplier lewat marketplace seperti Alibaba (lebih ramah untuk pembeli internasional dan mendukung negosiasi harga), 1688 (harga lebih murah tapi mayoritas berbahasa Mandarin), atau Taobao (fokus pembelian satuan atau partai kecil). Selain marketplace, pameran dagang dan jaringan sourcing agent juga bisa jadi cara mencari supplier, terutama untuk kamu yang belum punya koneksi di China. Setelah menemukan kandidat, periksa legalitas usahanya, rating, jumlah transaksi, dan ulasan pembeli lain sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Pesan Sampel dan Pastikan Kualitas Barang

Sebelum memesan dalam jumlah besar, minta sampel terlebih dahulu. Periksa bahan, fungsi, ukuran, warna, dan kemasan produk, lalu bandingkan dengan deskripsi yang ditawarkan supplier. Tahap ini sering dilewati oleh importir pemula padahal risikonya besar; kalau kualitas barang tidak sesuai setelah kamu beli dalam jumlah banyak, kerugiannya jauh lebih besar dibanding biaya sampel.

Sepakati Harga dan Ketentuan Pembelian

Setelah yakin dengan kualitas sampel, masuk ke tahap negosiasi. Konfirmasi ulang harga per unit, MOQ (Minimum Order Quantity), spesifikasi produk, lead time produksi, Incoterms yang dipakai (misalnya FOB atau CIF, yang menentukan siapa yang menanggung biaya dan risiko di setiap tahap pengiriman), jadwal pembayaran, serta prosedur komplain apabila barang yang diterima tidak sesuai.

Hitung Seluruh Biaya Impor

Harga barang di marketplace sering kali cuma sebagian kecil dari total biaya yang akan kamu keluarkan. Hitung semua komponennya: harga barang, ongkir lokal di China dari gudang supplier ke gudang forwarder, biaya freight internasional, asuransi pengiriman, bea masuk sesuai HS Code, PPN 11%, PPh Pasal 22 (khusus importir formal, tarifnya berbeda tergantung kepemilikan API), biaya handling di pelabuhan atau bandara, sampai ongkos kirim ke gudangmu di Indonesia. Perhitungan yang lengkap di awal akan membantumu menilai apakah produk itu masih menguntungkan setelah dijual kembali.

Bayar Supplier

Sebelum transfer, konfirmasi ulang commercial invoice, nomor rekening penerima, dan identitas penerima pembayaran supaya dananya tidak salah tujuan. Ada beberapa metode pembayaran yang umum dipakai importir ke supplier China, mulai dari transfer bank konvensional, pembayaran lewat sistem marketplace, Letter of Credit untuk transaksi bernilai besar, sampai penyedia jasa transfer internasional. Kalau kamu butuh cara yang lebih praktis dan cepat dibanding transfer bank biasa, kamu bisa memakai layanan seperti Topremit untuk kirim uang langsung ke rekening bank atau dompet digital di China.

Atur Pengiriman

Setelah pembayaran beres, saatnya menentukan metode pengiriman. Pengiriman laut jelas lebih hemat, terutama untuk barang bervolume besar, tapi waktunya lebih lama, sekitar 3-6 minggu tergantung rute dan kepadatan pelabuhan. Pengiriman udara jauh lebih cepat, biasanya 5-14 hari kerja, tapi biayanya lebih tinggi sehingga lebih cocok untuk barang kecil, ringan, atau yang memang butuh sampai lebih cepat.

Kalau volume barangmu belum sampai satu kontainer penuh (FCL), kamu bisa memakai skema LCL (Less Container Load) lewat forwarder, di mana barangmu digabung dengan kiriman importir lain dalam satu kontainer untuk menekan ongkos kirim. Cara ini juga berguna kalau kamu belanja dari beberapa supplier sekaligus; gabungkan semua barang di gudang forwarder di China sebelum dikirim bersamaan ke Indonesia, supaya kamu tidak membayar ongkir terpisah untuk tiap supplier.

Hindari juga menjadwalkan pengiriman menjelang atau saat libur nasional di China, terutama Chinese New Year, karena operasional pabrik dan pelabuhan di sana biasanya tersendat cukup lama sehingga estimasi waktu kirim bisa meleset jauh dari perkiraan. Kalau kamu memakai jasa forwarder, informasikan metode pengiriman yang kamu pilih beserta estimasi tanggal barang siap diambil dari gudang supplier, supaya mereka bisa menyiapkan slot pengangkutan dan dokumen pengiriman seperti Bill of Lading atau Airway Bill tepat waktu.

Urus Customs Clearance dan Periksa Barang

Saat barang tiba di pelabuhan atau bandara, siapkan seluruh dokumen kepabeanan yang sudah kamu kumpulkan sejak awal untuk proses customs clearance. Kalau kamu memakai jasa PPJK atau forwarder, tahap ini biasanya diurus oleh mereka atas namamu. Setelah barang keluar dari kawasan pabean, jangan lupa periksa jumlah dan kondisi fisik barang untuk memastikan sesuai dengan packing list dan tidak ada kerusakan selama pengiriman.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membayar Pesanan ke Supplier China

Sebelum transfer ke supplier, pastikan dulu hal-hal berikut sudah kamu cek dan konfirmasi ulang:

  1. Izin tambahan sudah dipastikan, jika produk termasuk kategori Lartas.

Kalau produkmu butuh BPOM, SNI, atau izin Kemenkes, urus izinnya sebelum barang dikirim, bukan setelah barang tiba di pelabuhan. Izin yang menyusul biasanya bikin barang tertahan lebih lama dan menambah biaya penyimpanan (demurrage).

  1. Legalitas dan reputasi supplier sudah diverifikasi. 

Cek ulang rating, jumlah transaksi, dan review pembeli lain, terutama kalau ini transaksi pertama kamu dengan supplier tersebut. Supplier baru dengan rating rendah lebih berisiko untuk pemesanan bernilai besar.

  1. Estimasi landed cost (total biaya impor) sudah dihitung. 

Jangan cuma mengacu ke harga di invoice, total biaya impor yang sudah kamu hitung ini yang menentukan apakah produk masih menguntungkan setelah dijual kembali.

  1. Metode pengiriman sudah ditentukan sesuai anggaran dan kebutuhan stok.

Pastikan pilihan menggunakan pengiriman jalur laut atau udara berdasarkan stok dan anggaran yang kamu punya sudah dikonfirmasi ke supplier, karena keduanya punya selisih biaya dan waktu tempuh yang cukup jauh. Menentukan ini di awal juga memudahkan kamu menghitung landed cost dengan lebih akurat.

  1. Nomor rekening dan identitas penerima pembayaran sudah dikonfirmasi ulang.

Cocokkan nama dan nomor rekening penerima dengan nama di commercial invoice atau profil resmi supplier untuk menghindari transfer ke pihak yang salah, termasuk modus penipuan yang mengaku sebagai supplier lewat email atau chat yang diretas.

Itu dia hal-hal tambahan yang perlu kamu pastikan agar proses impor kamu berjalan lancar dan aman. Setelah semua persiapan di atas beres, kamu bisa melakukan pembayaran. 

Jika kamu membutuhkan layanan transfer yang cepat, hemat, dan aman, remitansi online bisa menjadi pilihan. Prosesnya umumnya lebih ringkas sehingga uang dapat dikirim lebih cepat dengan biaya yang lebih terjangkau.

Tapi, jangan lupa untuk memastikan layanan yang dipilih aman dan telah berizin resmi melalui situs Bank Indonesia. Salah satu layanan remitansi online berizin resmi yang dapat digunakan untuk mengirim uang ke luar negeri adalah Topremit.

Cara Membayar Supplier China melalui Topremit

Kirim uang ke supplier di China lewat Topremit bisa jadi pilihan kalau kamu ingin transaksi cepat, biayanya jelas di depan, dan tidak perlu repot dengan proses transfer bank konvensional yang kadang memakan waktu berhari-hari. Begini caranya:

  1. Unduh aplikasi Topremit melalui App Store atau Play Store. Lalu, registrasi dan verifikasi akun kamu.
  1. Klik ‘Kirim’ (ikon pesawat kertas) untuk memulai transaksi. Kamu bisa bertransaksi internasional ke satu atau ke banyak penerima sekaligus. 
  1. Pilih negara tujuan dan masukkan nominal uang yang ingin dikirim. Lalu, pilih layanan pengiriman yang tersedia sesuai kebutuhan transaksi kamu.
  1. Lengkapi seluruh data penerima dan detail tambahan yang diperlukan. Setelah itu klik ‘Pilih pembayaran’.
  1. Terakhir, lakukan pembayaran dan uang kamu siap untuk dikirim!

Di Topremit, untuk mengirim uang ke China, semua biaya layanannya flat IDR 100,000. Selain itu, beberapa layanannya dapat kamu gunakan untuk mengirim uang dalam hitungan menit (Alipay, WeChat Pay, dan UnionPay China). Jadi, sesuaikan saja dengan kebutuhan transaksi kamu. 

Topremit sendiri sudah dilisensi oleh Bank Indonesia sejak 2009 dan biasa dipakai pelaku usaha untuk kebutuhan pembayaran impor karena prosesnya bisa dilakukan langsung dari aplikasi tanpa perlu datang ke bank. Jadi, jangan ragu untuk menggunakan layanan remitansi online ini.

FAQ

Apakah impor barang dari China harus memiliki NIB? 

Ya, untuk impor formal atas nama usaha, NIB wajib dimiliki karena sekaligus berfungsi sebagai Angka Pengenal Importir dan hak akses kepabeanan. Tanpa NIB, kamu tidak bisa melakukan importasi resmi menggunakan PIB.

Apakah perorangan bisa impor barang dari China? 

Bisa, selama nilai dan jenis barangnya sesuai ketentuan barang kiriman untuk kebutuhan pribadi. Namun kalau tujuannya untuk diperjualbelikan, sebaiknya kamu tetap mendaftarkan NIB sebagai pelaku usaha perseorangan agar statusnya jelas di mata Bea Cukai.

Apa perbedaan forwarder, PPJK, dan importir? 

Freight forwarder mengurus transportasi dan logistik pengiriman barang dari negara asal sampai Indonesia. PPJK mengurus kewajiban kepabeanan atas nama importir atau eksportir, termasuk penghitungan bea masuk dan pajak. Importir adalah pihak yang secara hukum memiliki dan bertanggung jawab atas barang yang dimasukkan ke Indonesia.

Berapa modal minimal untuk mulai impor? 

Tidak ada angka baku karena tergantung jenis produk, MOQ dari supplier, dan metode pengiriman yang dipilih. Yang perlu kamu siapkan bukan cuma harga barang, tapi juga total landed cost termasuk ongkir, bea masuk, pajak, dan biaya jasa jika memakai forwarder atau PPJK.

Berapa lama pengiriman dari China ke Indonesia? 

Tergantung moda pengirimannya. Pengiriman udara umumnya memakan waktu sekitar 5-14 hari, sedangkan pengiriman laut bisa 3-6 minggu, tergantung rute dan kepadatan pelabuhan.

Bagaimana cara membayar supplier China dari Indonesia? 

Kamu bisa membayar lewat transfer bank konvensional, sistem pembayaran marketplace, Letter of Credit untuk transaksi besar, atau penyedia jasa transfer internasional seperti Topremit yang memungkinkan kirim uang langsung ke rekening bank, Alipay, atau UnionPay milik supplier dengan biaya flat dan proses yang lebih cepat dibanding bank.

Referensi

Read more

Cara Impor Barang dari Luar Negeri ke Indonesia: Panduan Lengkap 2026
Ketahui panduan lengkap cara impor barang dari luar negeri ke Indonesia, mulai dari cek HS Code, siapkan dokumen, hingga bayar impor di sini.
Tips Memulai Bisnis Impor Untuk Pemula ala Topremit
Mau memulai bisnis impor? Yuk, pelajari tips memilih produk, supplier, pengiriman, hingga alur regulasi impor dengan mudah di sini.
Apa itu Importir? Pengertian, Contoh dan Peraturannya
Apa itu importir? Yuk, pelajari pengertian, jenis, syarat, hingga tantangan dalam berbisnis impor di sini.
Apa Itu Remitansi?
Remitansi adalah sebuah proses pengiriman uang lintas negara yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Yuk, pelajari lebih di bawah ini!